Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Peran Vital KT Abimanyu I & III Tuntaskan Pelayaran Panjang ITS Giuseppe Garibaldi
Sabtu, 19 September 2026 16:28 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Mentari pagi mulai membiaskan sinar keemasannya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (18/9/2026). Di Dermaga 107, atmosfer hiruk tikuk sudah dimulai sejak fajar.
Ratusan pasang mata, termasuk Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoedin, Panglima TNI Jenderal Agus Subianto, Kepala Staff TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, puluhan wartawan, hingga keluarga anggota TNI yang berlayar, berkumpul penuh antusias. Semua perhatian tertuju jauh ke garis Cakrawala, menanti momen bersejarah kedatangan ITS Giuseppe Garibaldi, kapal induk ringan hibah dari Angkatan Laut Italia yang menempuh perjalanan 6.870 mil menuju Tanah Air.
Sekitar pukul 06.00 WIB, ketika Dermaga masih dipenuhi riak persiapan, dua kapal tunda (tugboat) berkelir orangnye milik PT Jasa Armada Indonesia (IPCM), yakni Kapal Tunda (KT) Abimanyu III dan KT Abimanyu I, bersama kapal pilot Pandu sudah lebih dahulu melepaskan tali tambat di Dermaga 108. Mereka membelah ombak pagi, bergerak menuju "Gerbang Ondel-Ondel", sebutan akrab bagi pintu masuk utama alur pelayaran Pelabuhan Tanjung Priok.
Tak seperti pelayanan kapal niaga biasa, pagi itu armada IPCM melakukan penyambutan istimewa, berlayar lebih jauh menjemput hingga luar pintu Gerbang Pelabuhan sebagai bentuk penghormatan dan pengawalan tertinggi.
Baca juga : Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Tiba di Tanjung Priok
Pagi itu, di atas anjungan KT Abimanyu III, Kapten Teuku Darmansyah memegang kendali penuh di atas anjungan. Dia tak menyangka, tugas rutinnya di pagi hari itu bakal memandu salah satu kapal perang paling ikonik di kawasan Laut Mediterania.
"Awalnya saya tidak tahu kalau yang akan datang kapal induk itu. Kebetulan saya dapat shift pagi, jadi jadwalnya pas betul," ungkap Kapten Teuku, dengan nada bangga saat dihubungi RM.id, Sabtu (19/9/2026) pagi.
Nakhoda Kapal Tunda Abimanyu III Kapten Teuku Darmansyah, saat berada di anjungan kapal, Rabu (16/9/2026). (Foto: Nana Maulana/RM)
Saat kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi, yang memiliki panjang mencapai 180 meter dan lebar 33 meter itu memasuki area luar gerbang alur pelayaran, KT Abimanyu III dan KT Abimanyu I menyambut penuh hangat. Semua kapal kapal berlayar bersama. Hingga tepat memasuki gerbang Pelabuhan Tanjung Priok, KT Abimanyu III langsung berada di posisi depan, sementara KT Abimanyu I di posisi belakang. Keduanya mulai menembakkan tali penarik ke lambung baja sang raksasa.
Menuntun kapal induk besar melintasi alur pelayaran Pelabuhan Tanjung Priok yang sangat sibuk dan padat bukanlah perkara mudah. Disinilah kepiawaian taktis para pelaut Indonesia diuji.
Baca juga : KCI Ungkap Kronologi KRL Tertemper Avanza Hingga Mobil Box Hantam Tiang
Uniknya, atas arahan dan instruksi Pilot Pandu, Kapten Wirasto yang memiliki sebutan "Tongkol II", proses pelayanan kali ini sama sekali tidak menggunakan teknik pendorongan fisik (pushing) dari lambung kapal tunda ke lambung kapal induk. "Atas komando Pilot Pandu, pelayanan kali ini kami tidak melakukan pendorongan fisik ke ITS Garibaldi, hanya menggunakan tali saja sampai ke dermaga 107," tutur Kapten Teuku.
Kapten Teuku menyebut, biasanya ada beberapa alasan kenapa tidak boleh memakai teknik pendorongan. Seperti lumbung kapal yang terlalu masuk ke dalam, sehingga membahayakan kapal tunda. Serta adanya bagian kapal induk yang memang tidak boleh didorong.
Selama hampir satu jam, KT Abimanyu III di depan menghela dan mengarahkan laju haluan, sementara KT Abimanyu I di belakang menjaga keseimbangan serta mengendalikan buritan.
Di tengah alur yang semakin menyempit mendekati dermaga, kedua kapal tunda IPCM ini menjadi kemudi tersembunyi. Kedua kapal tunda menyeimbangkan setiap jengkal pergerakan Garibaldi agar tetap stabil menantang arus.
Baca juga : Tambah Kapasitas Tanjung Priok, Pelindo Operasikan Terminal 2 Petikemas
Semakin dekat Dermaga 107, semua orang tertambat pada geladak penerbangan dan lumbung baja ITS Garibaldi yang kian membesar. Namun, keberhasilan manuver anggun itu sepenuhnya bersandar pada ritme dan keharmonisan antara pilot pandu dan dua kapal tunda berkelir oranye.
Proses "parkir" ITS Garibaldi berjalan lancar. Tidak ada guncangan keras, tidak ada celah kesalahan, dan momentum besar bangsa Indonesia dalam menyambut armada baru kekuatan maritim ini terjaga sepenuhnya. Tepat pukul 7.58 WIB, laju ITS Giuseppe Garibaldi terhenti sempurna.
Lambungnya bersandar mulus di garis Dermaga 107 Tanjung Priok. Tepuk tangan dan sorak kagum pecah saat tali-tali tambat raksasa Garibaldi terikat kuat di bollard dermaga. Di saat para pemimpin TNI dan pejabat negara bersiap melangkah menyambut para awak kapal dari TNI AL maupun Italia, KT Abimanyu III dan KT Abimanyu I perlahan melepas tali penarik, menarik diri secara perlahan untuk kembali ke alur pelabuhan. Tepat pukul 8.45 WIB, kedua kapal tunda kembali bersandar di Dermaga 108.
Ditutup dengan Operation Excellence dan Melayani Sepenuh Hati dari para kru kapal tunda milik PT Jasa Armada Indonesia di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Perjalanan panjang 25 hari ITS Giuseppe Garibaldi dari Mediterania menuju Indonesia resmi tuntas secara paripurna.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya