RM.id Rakyat Merdeka - PT Bukaka Teknik Utama Tbk bersama mitra konsorsiumnya dipercaya mengerjakan penggantian 56 unit Passenger Boarding Bridge (PBB) atau garbarata di Terminal 3 Changi Airport, Singapura.
Proyek tersebut akan berlangsung sekitar empat tahun. Sebanyak 56 garbarata yang dipasok akan menggunakan sistem kendali generasi baru atau new-generation control system dengan teknologi digital dan otomasi tingkat tinggi.
Direktur Operasional PT Bukaka Teknik Utama Tbk Teguh Wicaksana Sari mengatakan, proyek tersebut menjadi referensi internasional bagi Bukaka sekaligus menunjukkan kemampuan engineering dan manufaktur Indonesia di industri penerbangan global.
Hal itu disampaikan Teguh usai penandatanganan kontrak dengan pihak Changi Airport di Singapura, Kamis (24/9/2026).
Baca juga : Saran Jusuf Kalla: Selesaikan Persoalan Papua Secara Politis!
“Changi Airport merupakan benchmark dunia dalam industri penerbangan. Kepercayaan untuk menghadirkan 56 Passenger Boarding Bridges (Garbarata) di Terminal 3 Changi merupakan sebuah pencapaian penting bagi Bukaka dan engineering Indonesia,” ujar Teguh.
Menurut Teguh, teknologi yang digunakan pada garbarata generasi baru tersebut dirancang untuk mendukung pengoperasian yang lebih cerdas, andal, dan efisien.
Kepercayaan dari Changi Airport juga melanjutkan hubungan kerja sama yang telah terjalin antara Bukaka dan bandara tersebut sejak dekade 1990-an.
Pendiri Bukaka, Jusuf Kalla (JK), mengatakan, pada sekitar 1990-an Bukaka telah memasok garbarata untuk Changi Airport. Kini, perusahaan kembali dipercaya menyediakan garbarata generasi baru.
Baca juga : 5 Hari Pascagempa Flores, PMI Layani Ratusan Warga Dan Salurkan Bantuan Logistik
“Sekitar tahun 1990-an kami sudah menyediakan di sini. Sekarang kami menyediakan generasi baru Boarding Bridge,” kata JK.
JK menjelaskan, pengembangan garbarata generasi baru dilakukan melalui kolaborasi Bukaka dengan mitra dari Spanyol dan Singapura. Pengembangan tersebut mengedepankan teknologi digital dan otomasi.
Menurut JK, produk garbarata Bukaka saat ini telah digunakan di sekitar 25 negara. Sejumlah negara tersebut antara lain Hong Kong, China, India, Thailand, Singapura, dan Jepang.
Ia berharap proyek di Changi Airport dapat semakin membuka peluang bagi produk engineering Indonesia untuk masuk dan berkembang di pasar internasional.
Baca juga : Mirah Sumirat: Tujuannya Daya Beli Pekerja Tidak Turun
Selain teknologi digital dan otomasi, Bukaka juga menerapkan prinsip keberlanjutan dalam pengembangan produknya. Hal tersebut dilakukan melalui peningkatan daya tahan produk, perlindungan terhadap korosi, serta efisiensi penggunaan energi.
“Kami ingin menunjukkan bahwa teknologi dan produk yang dikembangkan di Indonesia mampu memenuhi kebutuhan airport kelas dunia,” kata Teguh.
Proyek penggantian 56 garbarata di Terminal 3 Changi Airport diharapkan semakin memperkuat posisi Bukaka di pasar internasional sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas penggunaan produk dan teknologi buatan Indonesia dalam industri penerbangan global.
Penandatanganan kontrak kerja sama tersebut turut disaksikan Duta Besar RI untuk Singapura Dr. Hotmangaradja Pandjaitan dan Executive Vice President Engineering and Development Cluster Changi Airport Group Pte. Ltd. Koh Ming Sue.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.