Dark/Light Mode

5 Hari Pascagempa Flores, PMI Layani Ratusan Warga Dan Salurkan Bantuan Logistik

Jumat, 21 Agustus 2026 14:35 WIB
Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) menyiapkan bantuan logistik untuk warga terdampak gempa Flores di Nusa Tenggara Timur, Kamis (20/8/2026). Dok. PMI
Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) menyiapkan bantuan logistik untuk warga terdampak gempa Flores di Nusa Tenggara Timur, Kamis (20/8/2026). Dok. PMI

RM.id  Rakyat Merdeka - Palang Merah Indonesia (PMI) terus membantu warga terdampak gempa Flores yang terjadi pada 15 Agustus 2026. Hingga 20 Agustus 2026, PMI telah melayani ratusan warga, mendirikan puluhan tenda, serta menyalurkan 60.000 liter air bersih dan berbagai bantuan logistik di sejumlah wilayah terdampak di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB berdampak pada sejumlah wilayah di NTT, antara lain Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Sikka, Ende, Nagekeo, dan Ngada.

Hingga 20 Agustus 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 3.394 gempa susulan dengan magnitudo 1,1 hingga 6,2.

Menghadapi kondisi tersebut, PMI telah mengerahkan 68 personel, tujuh kendaraan operasional, tujuh ambulans, dan satu mobil tangki air. Tim PMI melakukan pendataan kondisi warga, evakuasi, pelayanan kesehatan, pertolongan pertama, serta membantu pengelolaan pengungsian.

Dua tim kesehatan keliling atau mobile clinic juga telah dikirim ke lokasi terdampak. Tim tersebut terdiri dari dua dokter dan lima perawat yang berasal dari Markas PMI Pusat, Rumah Sakit PMI Bogor, dan PMI DKI Jakarta.

Hingga 20 Agustus, sebanyak 157 orang telah mendapatkan pelayanan kesehatan keliling dan pertolongan pertama. Sementara itu, 147 orang menerima layanan dukungan psikososial.

Baca juga : Telkomsel Dampingi Pemulihan Flores, Berikan Bantuan Hingga Paket Darurat

Untuk memenuhi kebutuhan tempat berlindung, PMI telah mendirikan 40 unit tenda yang terdiri dari tenda darurat, tenda keluarga, dan tenda rumah sakit darurat.

Bantuan kebutuhan dasar juga terus disalurkan. PMI telah mendistribusikan 60.000 liter air bersih kepada masyarakat terdampak.

Selain itu, PMI menyalurkan makanan, air mineral, beras, selimut, terpal, tikar, kelambu, hygiene kit, dan baby kit.

PMI Kirim Ribuan Bantuan

Untuk memperkuat bantuan di lapangan, PMI Pusat mengirimkan berbagai kebutuhan darurat hingga 20 Agustus 2026. Bantuan tersebut terdiri dari 875 hygiene kit, 405 matras, 2.210 terpal, 250 baby kit, 1.000 sarung, 1.500 jeriken lipat, 500 kelambu, 1.000 selimut, 200 kitchen kit, serta 18 tenda berukuran 6 x 12 meter.

PMI juga mengirimkan berbagai peralatan pendukung operasi. Di antaranya 240 helm, 249 palu, 276 sarung tangan, 35 sekop, 500 radio, 500 senter, 1.000 baterai, 1.000 lampu tenaga surya, serta 300 rompi PMI.

Dukungan kendaraan juga ditambah dengan satu kendaraan 4x4 dari Jakarta dan 10 kendaraan bak terbuka yang dikirim dari Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Bali, NTB, dan Kupang, NTT.

Baca juga : Pertamina Salurkan Bantuan dan Pendampingan Psikologis untuk Korban Gempa NTT

PMI Pusat turut mengirimkan dana awal operasional sebesar Rp146,69 juta kepada PMI Provinsi NTT. Dana tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan bantuan bagi masyarakat di wilayah terdampak.

Ketua Umum PMI Jusuf Kalla mengatakan, PMI akan terus memprioritaskan kebutuhan paling mendesak masyarakat.

“Dalam situasi darurat seperti ini, kecepatan respons sangat penting. PMI terus mengerahkan sumber daya yang tersedia untuk memastikan masyarakat terdampak mendapatkan layanan kesehatan, perlindungan, air bersih, dan kebutuhan dasar lainnya,” ujar Jusuf Kalla, dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8/2026) 

PMI juga terus berkoordinasi dengan pemerintah dan berbagai pihak agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.

Akses Masih Jadi Kendala

Di lapangan, PMI masih menghadapi sejumlah kendala untuk menjangkau warga terdampak. Jalan dan jaringan komunikasi yang terputus menjadi salah satu hambatan dalam menyalurkan bantuan. Gempa susulan yang masih terjadi juga membuat proses pencarian, pelayanan kesehatan, pengelolaan pengungsian, dan distribusi bantuan harus dilakukan dengan kewaspadaan tinggi.

Karena itu, PMI memprioritaskan pencarian, pertolongan dan evakuasi, pelayanan kesehatan dan pertolongan pertama, penyediaan tenda pengungsian serta tenda pelayanan kesehatan.

Baca juga : Di Posko Golo Cenggo, Wapres Apresiasi Keterlibatan Anak Muda Tangani Bencana

PMI juga memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar seperti selimut, matras, tikar, dan terpal.

Sementara itu, kebutuhan yang masih diperlukan masyarakat meliputi hygiene kit, baby kit, sembako, makanan siap saji, peralatan dapur, obat-obatan, trauma kit, air bersih, tandon air, dan fasilitas MCK darurat.

Untuk mendukung operasi di lapangan, PMI juga membutuhkan genset, alat komunikasi, penerangan darurat, alat berat untuk membuka akses, serta kendaraan pendukung layanan, khususnya kendaraan 4x4.

PMI memastikan bantuan akan terus diberikan dengan memprioritaskan keselamatan dan kebutuhan warga terdampak, terutama di wilayah yang masih sulit dijangkau akibat kerusakan akses dan gempa susulan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.