Dark/Light Mode

Bertemu Prabowo, JK Siap Bangun PLTA Dan PLTG Hingga 2.000 MW

Kamis, 11 Juni 2026 18:53 WIB
Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla di Istana Negara, Jakarta, Kamis (11/6/2026). Pertemuan membahas percepatan swasembada energi dan pengembangan energi hijau.
Dok. Setpres.
Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla di Istana Negara, Jakarta, Kamis (11/6/2026). Pertemuan membahas percepatan swasembada energi dan pengembangan energi hijau. Dok. Setpres.

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla di Istana Negara, Jakarta, Kamis (11/6/2026). Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas percepatan swasembada energi guna mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen.

Jusuf Kalla atau akrab disapa JK mengatakan dirinya datang setelah mengajukan permohonan waktu untuk bertemu Presiden beberapa hari sebelumnya. Dalam pertemuan itu, JK didampingi putranya, Solichin Kalla.

Salah satu pembahasan utama adalah kesiapan kelompok usaha yang dipimpinnya untuk berpartisipasi dalam pembangunan energi nasional, terutama energi hijau.

Baca juga : Airlangga Bertemu Presiden Swiss, Bahas Aksesi OECD Hingga Ketahanan Energi

"Untuk meningkatkan energi, kemampuan energi di Indonesia yang kita kenal itu swasembada energi. Kita siap. Kita sudah membangun 1.500 megawatt PLTA. Ini kita siap membangun lagi 2.000 megawatt termasuk juga PLTG," kata JK usai pertemuan.

Menurut JK, kebutuhan energi akan terus meningkat seiring target pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen. Karena itu, pasokan energi yang kuat dan berkelanjutan menjadi syarat penting untuk menopang pembangunan.

Ia mengungkapkan Presiden Prabowo menyambut baik percepatan pembangunan energi nasional, khususnya energi hijau yang dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Baca juga : KKP Jembatani Produk KNMP Bantul Masuk SPPG Hingga Ritel Modern

"Karena itu Bapak Presiden setuju untuk segera kita bangun energi nasional, khususnya green energy, untuk menjadi bagian dari pembangunan nasional untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang disampaikan oleh Bapak Presiden sampai 8 persen, yang sekarang 5-6 persen. Karena itu butuh energi yang kuat seperti itu," ujarnya.

JK menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan pembangkit energi bersih, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Pengembangan energi hijau tersebut dinilai dapat memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung agenda transisi energi nasional.

Selain membahas energi, pertemuan juga menyinggung sejumlah isu internasional, terutama terkait upaya perdamaian di beberapa negara.

Baca juga : Prabowo Subianto Dan Pesan Diplomasi ASEAN

"Seperti di Thailand, Afghanistan dan Pakistan. Itu yang kita bicarakan tadi," kata JK.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat. Kedua tokoh membahas berbagai isu strategis yang dinilai penting bagi pembangunan nasional maupun perkembangan situasi global.

Pemerintah saat ini memang menjadikan swasembada energi sebagai salah satu prioritas utama. Selain untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi impor, langkah tersebut juga diproyeksikan menjadi penopang target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dalam beberapa tahun mendatang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.