BREAKING NEWS
 

Lanjutkan Kolaborasi Dengan MSD

Bio Farma Akan Dapatkan Transfer Teknologi Vaksin

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Minggu, 27 September 2026 06:40 WIB
Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Shadiq Akasya (empat kanan) foto bersama Senior Vice President, Global Vaccines & Infectious Diseases Franchise Gregg Szabo (empat kiri), Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (tiga kanan) dan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Dwisuryo Indroyono Soesilo (tiga kiri) usai penandatanganan perjanjian kerja sama di New York, Amerika Serikat, Senin (21/9/2026). (Foto: Dok. Bio Farma)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bio Farma (Persero) memperkuat manufaktur vaksin dalam negeri melalui perluasan kerja sama dengan PT Merck Sharp & Dohme (MSD). Kemitraan tersebut mencakup transfer teknologi vaksin human papillomavirus (HPV) dan vaksin pneumokokus konjugat 15-valen (PCV15).

Penandatanganan perjanjian dilakukan di New York, Amerika Serikat, oleh Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Shadiq Akasya dan Senior Vice President, Global Vaccines & Infectious Diseases Franchise Gregg Szabo.

Penandatanganan tersebut disaksikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir, serta Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Dwisuryo Indroyono Soesilo.

Shadiq mengatakan, perjanjian tersebut merupakan kelanjutan kolaborasi strategis Bio Farma dan MSD sejak 2016. Kerja sama ini sekaligus menandai fase baru kemitraan yang berfokus pada pengembangan kapabilitas manufaktur vaksin dan transfer teknologi jangka panjang.

“Penandatanganan perjanjian kerangka kerja sama transfer teknologi ini merupakan langkah penting bagi Bio Farma dalam memperkuat kapabilitas manufaktur vaksin dan kemandirian industri kesehatan nasional,” kata Shadiq dalam keterangan resmi, Jumat (25/9/2026).

Shadiq menegaskan, kerja sama tersebut tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga membuka peluang penguatan penguasaan teknologi, pengetahuan, keahlian, serta kemampuan sumber daya manusia Indonesia.

Baca juga : Pemprov Pastikan Layanan Dasar Warga Tetap Berjalan

Sebagai bagian dari ekosistem Danantara, lanjutnya, Bio Farma ingin memastikan penguatan kapabilitas tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat melalui akses yang semakin berkelanjutan terhadap vaksin berkualitas, sekaligus membangun fondasi industri kesehatan yang tangguh dan berdaya saing.

Kerja sama ini sejalan dengan agenda Asta Cita Pemerintah Indonesia yang menekankan penguatan kemandirian ekonomi, hilirisasi industri, serta sektor strategis, termasuk kesehatan.

Melalui kemitraan ini, imbuhnya, MSD dan Bio Farma berupaya meningkatkan kapabilitas teknologi Indonesia, mendukung sistem kesehatan nasional, mengurangi ketergantungan terhadap impor, serta memperkuat daya saing Indonesia dalam jangka panjang.

“Kemitraan ini memadukan pengalaman serta kapabilitas manufaktur Bio Farma dengan keahlian MSD dalam penelitian, pengembangan, dan teknologi ilmu hayati,” jelas Shadiq.

Adsense

Ia menambahkan, kolaborasi tersebut juga diharapkan memperluas kapasitas lokal dan mendukung akses berkelanjutan terhadap vaksin berkualitas tinggi di Indonesia.

Kedua pihak akan melaksanakan transfer teknologi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Baca juga : Norwegia Vs Portugal: Haaland Vs Ronaldo

Kerja sama tersebut mencakup transfer teknologi untuk vaksin pneumokokus konjugat 15-valen (PCV15), yang ditujukan untuk membantu melindungi terhadap penyakit tertentu yang disebabkan bakteri pneumokokus, serta vaksin HPV nonavalent (9vHPV), yang ditujukan untuk membantu mencegah penyakit tertentu terkait infeksi HPV.

Bagi Bio Farma, penguatan manufaktur vaksin dalam negeri diharapkan mendukung ketahanan kesehatan melalui penguatan ekosistem dan rantai pasok vaksin nasional, serta akses yang lebih berkelanjutan terhadap vaksin berkualitas.

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kerja sama MSD dan Bio Farma sejalan dengan prioritas pemerintah untuk memperkuat ketahanan kesehatan nasional melalui pengembangan kapasitas di dalam negeri.

Karena itu, pihaknya mengapresiasi kolaborasi tersebut sebagai bagian dari upaya bersama memperkuat kemampuan nasional dalam menyediakan solusi kesehatan preventif yang berkualitas dan mendukung penguatan sistem kesehatan Indonesia.

“Bio Farma dan MSD juga mendukung upaya Indonesia dalam memperkuat pencegahan penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin,” tutur Budi.

Senada, Gregg Szabo mengatakan, inovasi dalam pencegahan penyakit berperan penting dalam membangun masa depan kesehatan yang lebih baik.

Baca juga : Jaga Spirit MotoGP, Mugello Tuan Rumah GP Italia Hingga 2031

Dengan pengalaman dan keahlian MSD dalam mengembangkan solusi kesehatan berbasis ilmu pengetahuan, pihaknya berkomitmen memperluas manfaat inovasi tersebut bersama mitra di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Melalui kerja sama dengan Bio Farma, pihaknya berharap dapat mendukung penguatan upaya pencegahan penyakit.

“Sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan masyarakat Indonesia,” ujar Szabo. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense