BREAKING NEWS
 

Infrastruktur, Talenta Dan Industri Jadi Fondasi Ekosistem Digital RI

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Kamis, 1 Oktober 2026 13:04 WIB
Foto: Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Pertumbuhan digital Indonesia tidak hanya bergantung pada perluasan infrastruktur, tetapi juga pada kemampuan menghubungkan pilihan teknologi dengan kebutuhan korporasi dan instansi, pengembangan talenta lokal, serta kolaborasi terbuka.

Upaya mempercepat pertumbuhan tersebut mendorong penyelenggaraan Indonesia International Data Center & Cloud (IIDCC) dan Cloud Republic Open Source Summit (CROSS) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, beberapa waktu lalu.

IIDCC × CROSS 2026 menjadi forum lintas sektor yang mempertemukan perspektif dari bidang pusat data, cloud, open source, industri, pendidikan, dan komunitas dalam satu rangkaian program.

Konferensi tersebut menghadirkan sekitar 32 pembicara dari kalangan industri, perusahaan, akademisi, praktisi profesional, dan komunitas teknologi. Salah satunya Andrey Grebennikov, Director of Field Engineering Alliances di Canonical, perusahaan pengembang Ubuntu sekaligus penyedia layanan keamanan, dukungan, dan layanan open source.

Baca juga : Telkomsel Gandeng MAP, Satukan Ekosistem Digital dan Gaya Hidup

Hadir pula pakar teknologi informasi Prof. Onno W. Purbo. Kehadiran keduanya mencerminkan perpaduan perspektif industri teknologi global dengan wawasan dari ekosistem teknologi Indonesia.

Grebennikov menekankan bahwa solusi open source seperti OpenStack dan MicroCloud memungkinkan korporasi dan instansi membangun infrastruktur yang fleksibel, mulai dari pusat data utama hingga edge.

Menurut dia, perangkat dengan tingkat otomatisasi tinggi tersebut memungkinkan pelaku bisnis mendorong inovasi sekaligus mempertahankan kendali penuh atas infrastruktur teknologi informasi tanpa dibebani biaya lisensi proprietary.

Adsense

Grebennikov juga menyoroti kolaborasi antara Cloud in Asia dan Sivali Cloud Technology sebagai distributor khusus Canonical di kawasan tersebut.

Baca juga : Sinar Mas Land Luncurkan D.A.N.C.E Perkuat Konektivitas & Ekosistem Digital Hub

IIDCC × CROSS 2026 merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Technology & Innovation (INTI) 2026. Secara keseluruhan, INTI 2026 dihadiri sekitar 22 ribu pengunjung dan mempertemukan 952 peserta pameran.

Peserta pameran dalam INTI 2026 berasal dari berbagai sektor, antara lain telekomunikasi dan infrastruktur digital, manufaktur dan teknologi kelistrikan, cloud, kecerdasan artifisial, keamanan siber, robotika dan teknologi geospasial, pendidikan, energi, serta teknologi sektor publik.

“Kolaborasi antara Cloud in Asia dan INTI menciptakan platform bersama bagi para pemangku kepentingan teknologi open source dari sektor industri, komunitas, dan pendidikan. Dengan mempertemukan kelompok-kelompok ini, kami dapat membantu ekosistem TI, pusat data, dan cloud computing Indonesia berkembang dengan keselarasan yang lebih baik dan dalam skala yang lebih luas,” kata Managing Director Cloud in Asia Ryo Ardian.

Rangkaian IIDCC × CROSS 2026 menghubungkan desain infrastruktur dengan implikasi praktisnya bagi Indonesia. Diskusi mencakup pusat data yang siap mendukung kecerdasan artifisial (AI-ready data centers), termasuk kebutuhan daya, pendinginan, dan infrastruktur untuk accelerated computing.

Baca juga : Penuh Fitur Ekstrem, JPO Dewi Sartika Ditutup Diganti Pelican Cross

Selain itu, dibahas federated cloud sebagai pendekatan terhadap ketahanan dan pemanfaatan kapasitas bersama, energi berkelanjutan, teknologi cloud berbasis open source, telekomunikasi dan kedaulatan digital, infrastruktur terbuka untuk badan usaha milik negara, adopsi di tingkat perusahaan, serta sumber daya manusia dan praktik yang dibutuhkan untuk mempertahankan kapabilitas dalam jangka panjang.

Ryo Ardian juga menekankan bahwa pendidikan dan partisipasi komunitas menjadi bagian integral dari agenda tersebut. Topik yang dibahas mencakup open source dalam pendidikan, pengembangan calon cloud engineer, kontribusi dan inovasi komunitas lokal, testbed dan sandbox kolaboratif, budaya pemrograman, serta InnerSource, yakni penerapan praktik kolaborasi open source di dalam organisasi.

Secara keseluruhan, berbagai tema tersebut menempatkan infrastruktur digital sebagai sesuatu yang lebih dari sekadar investasi teknologi. Pembangunan kapabilitas digital yang tangguh juga membutuhkan keterampilan yang relevan, kesiapan institusi, serta ekosistem yang mampu berkolaborasi lintas sektor.

Dengan menempatkan infrastruktur, adopsi, pendidikan, dan partisipasi komunitas dalam satu pembahasan, IIDCC × CROSS 2026 turut memperluas percakapan mengenai kebutuhan Indonesia untuk membangun ekosistem digital yang lebih tangguh, terbuka, dan memiliki kapabilitas lokal.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense