Dark/Light Mode

Resmikan Garuda Spark Innovation Center, Ericsson Perkuat Ekosistem Digital

Jumat, 28 Agustus 2026 11:38 WIB
Ericsson resmi menandatangani letter of intent (LoI) pada peresmian Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) BSD City, Rabu (26/8/2026). (Foto: Dok. Ericsson)
Ericsson resmi menandatangani letter of intent (LoI) pada peresmian Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) BSD City, Rabu (26/8/2026). (Foto: Dok. Ericsson)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ericsson (ERIC) bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI), memperkuat kolaborasi dalam mendorong inovasi dan pengembangan solusi digital Indonesia melalui 5G Innovation Center (5GIC) di Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) BSD City, Rabu (26/8/2026).

Dalam kesempatan ini, President Director Ericsson Indonesia Nora Wahby, menandatangani letter of intent (LoI) bersama Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Sonny Hendra Sudaryana serta mitra ekosistem digital lainnya sebagai bagian dari upaya bersama untuk mempercepat pengembangan ekosistem digital nasional.

Peluncuran GSIH BSD City dihadiri Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid, dan diikuti oleh sekitar 500 peserta dari unsur pemerintah, industri, akademisi, startup, dan investor, dengan 10 kota mitra GSIH yang turut terhubung secara hybrid.

Baca juga : Perkuat Ekosistem Digital Indonesia, Sinar Mas Dukung Garuda Spark

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, mengatakan, Garuda Spark Innovation Hub menjadi ruang kerja bersama untuk mempertemukan berbagai elemen ekosistem digital dan memastikan potensi digital Indonesia dapat berkembang secara lebih merata.

“Keberhasilan GSIH tidak cukup diukur dari jumlah kegiatan atau kolaborasi, tetapi dari output yang dihasilkan dan dampaknya bagi masyarakat. Dari BSD dan sepuluh kota mitra, kita ingin memastikan inovasi dan talenta digital dapat tumbuh di berbagai daerah, sehingga konektivitas dapat diterjemahkan menjadi pertumbuhan dan pada akhirnya memperkuat kedaulatan digital Indonesia,” ujar Meutya Hafid.

Sementara itu, President Director Ericsson Indonesia Nora Wahby menyampaikan, Garuda Spark Innovation Hub merupakan wujud nyata kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi dan talenta, startup/komunitas, serta mitra ekosistem untuk mengembangkan solusi digital yang aplikatif.

Baca juga : Peruri Dorong Percepatan Ekosistem Digital Sektor Pemerintah Lewat GPFE 2026

"Melalui Ericsson 5G Innovation Center yang menjadi bagian dari GSIH, kami ingin menghadirkan ruang kolaborasi terbuka untuk mengembangkan, menguji, dan memvalidasi solusi berbasis 5G, AI, dan Industry 4.0," ujar Nora dalam keterangannya, Jumat (28/8/2026).

Nora menambahkan, Ericsson ingin membawa ide, termasuk yang lahir dari hackathon dan kolaborasi ekosistem, dari tahap prototipe menjadi use case yang teruji, pilot, hingga solusi yang siap dikembangkan dan diterapkan lebih luas.

"5GIC merupakan kelanjutan dari platform inovasi Ericsson dan menjadi pusat open innovation untuk teknologi 5G, AI, dan Industry 4.0," ujarnya.

Baca juga : Bank BSN Perluas Ekosistem Digital Syariah untuk Transportasi Publik

Melalui pendekatan Pentahelix, 5GIC mempertemukan pemerintah, industri, akademisi, talenta, startup, dan mitra ekosistem untuk mengembangkan dan menerapkan solusi bagi tantangan industri.

"Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya Ericsson untuk mendorong inovasi lokal, mengembangkan talenta digital, dan memperkuat industri digital," pungkas Nora.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.