BREAKING NEWS
 

Konsisten Terapkan ESG

Top, BRI 4 Tahun Masuk Sustainability Yearbook

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Jumat, 2 Oktober 2026 06:40 WIB
Direktur Utama BRI Hery Gunardi. (Foto: Dok. BRI)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali masuk The Sustainability Yearbook 2026 yang diterbitkan S&P Global. Pengakuan tersebut memperpanjang konsistensi BRI sebagai Sustainability Yearbook Member selama empat tahun berturut-turut sejak 2023.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, pencapaian tersebut menunjukkan konsistensi perseroan dalam menerapkan Environmental, Social, and Governance (ESG).

“Keberhasilan mempertahankan pengakuan selama empat tahun berturut-turut mencerminkan upaya BRI dalam mengikuti perkembangan standar global,” kata Hery di Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Menurut Hery, standar dan ekspektasi global terhadap penerapan ESG terus berkembang. BRI meresponsnya dengan memperkuat praktik keberlanjutan menggunakan pedoman yang diakui secara global sebagai rujukan.

“Pendekatan ini membantu kami menjaga kualitas penerapan ESG agar konsisten, terukur, dan relevan dengan kebutuhan bisnis serta pemangku kepentingan,” ujarnya.

Dalam The Sustainability Yearbook 2026, BRI menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia dari industri perbankan yang masuk dalam daftar tersebut.

Baca juga : Layanan Bus Transjakarta Harus Dijamin Lebih Baik

The Sustainability Yearbook merupakan publikasi tahunan S&P Global yang memberikan pengakuan kepada perusahaan dengan kinerja keberlanjutan unggul dibandingkan perusahaan lain dalam industri yang sama.

Pada edisi 2026, lebih dari 9.200 perusahaan di dunia yang telah dinilai melalui Corporate Sustainability Assessment (CSA) 2025 dipertimbangkan untuk masuk ke dalam Yearbook. Dari jumlah tersebut, hanya 848 perusahaan yang terpilih.

Indikator CSA disusun berdasarkan karakteristik dan materialitas isu keberlanjutan yang disesuaikan dengan masing-masing industri. Proses seleksi mempertimbangkan skor CSA serta exclusion screening, yaitu Media & Stakeholder Analysis (MSA).

Di luar proses penilaian S&P Global, BRI juga menggunakan berbagai standar dan pedoman global sebagai rujukan dalam mengembangkan praktik keberlanjutan sesuai dengan karakteristik bisnis perseroan.

Adsense

Salah satunya melalui penguatan kualitas pengungkapan keberlanjutan. Pada aspek lingkungan dan tata kelola, BRI mengacu pada International Financial Reporting Standards (IFRS) S1 General Requirements for Disclosure of Sustainability-related Financial Information dan IFRS S2 Climate-related Disclosures.

IFRS S1 mencakup pengungkapan informasi mengenai risiko dan peluang terkait keberlanjutan yang dapat memengaruhi prospek perusahaan. Sementara IFRS S2 memberikan kerangka pengungkapan mengenai risiko dan peluang terkait iklim.

Baca juga : Ronaldo Angkat Kaki Dari Timnas Portugal

Menurut Hery, penggunaan standar global tersebut menjadi bagian dari upaya BRI meningkatkan kualitas informasi keberlanjutan yang disampaikan kepada pemangku kepentingan.

“Sekaligus memperkuat keterkaitan antara isu keberlanjutan, strategi, tata kelola, dan manajemen risiko perusahaan,” tutur mantan bos BSI ini.

Dengan demikian, aspek ESG semakin terintegrasi dalam pengelolaan perusahaan dan menjadi salah satu pertimbangan dalam proses pengambilan keputusan.

Selain penguatan aspek pengungkapan, emiten berkode saham BBRI ini juga menerjemahkan prinsip keberlanjutan ke dalam aktivitas pembiayaan.

Dalam penerbitan Social Bond, misalnya, BRI mengacu pada Social Bond Principles. Sementara pengukuran dan pelaporan dampak sosial mengacu pada Harmonised Framework for Impact Reporting for Social Bonds yang diterbitkan oleh International Capital Market Association (ICMA).

“Penerapan pedoman tersebut diwujudkan melalui penerbitan Social Bond BRI Tahap I pada 2025 dan Tahap II pada 2026, masing-masing senilai Rp 5 triliun,” ujarnya.

Baca juga : Kejutan Di Sirkuit Sepang, Mercedes Pakai Livery Khusus...

Berdasarkan Impact Report Social Bond BRI 2025, pemanfaatan dana dari penerbitan Tahap I melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Umum Pedesaan (Kupedes) berkontribusi terhadap penciptaan sekitar 59 ribu lapangan kerja UMKM serta mendukung peningkatan aset usaha pada sekitar 23 ribu nasabah.

“Ke depan, BRI akan terus meningkatkan kualitas penerapan ESG dengan memperhatikan perkembangan standar global, serta tetap berpegang pada prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik,” tegasnya.

Hery menegaskan, pihaknya ingin memastikan setiap pertumbuhan yang diciptakan memiliki fondasi yang kuat dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.

“Serta berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan,” tukasnya. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense