RM.id Rakyat Merdeka - Actifed mengumpulkan 100 apoteker dari Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dan para ahli kesehatan dalam sebuah acara edukasi kesehatan. Acara ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai berbagai gejala batuk dan pilek, serta bagaimana setiap kondisi tersebut mungkin memerlukan pertimbangan penanganan yang berbeda.
Acara ini juga menjadi momen peluncuran modul edukasi baru berjudul “Batuk dan Pilek dari Perspektif Pasien: Menjawab Keluhan Pasien dengan Edukasi dan Konseling Berbasis Self – Care” yang dikembangkan oleh Actifed bekerja sama dengan IAI. Modul ini dirancang untuk membekali apoteker dengan panduan praktis guna mendukung pemberian konsultasi kepada masyarakat, mendorong penggunaan obat secara bertanggung jawab, sekaligus membantu mengidentifikasi kapan saran medis lebih lanjut diperlukan.
Hadir membuka acara General Manager Haleon Indonesia Dhanica MaeDumo-Tiu. Ia mengatakan, tujuan Haleon adalah menghadirkan solusi kesehatan sehari-hari yang lebih baik dengan kemanusiaan, melampaui sekadar menyediakan produk-produk terpercaya.
“Komitmen ini juga mencakup upaya dalam membantu masyarakat dalam memberikan pengetahuan dan membangun kepercayaan diri yang mereka butuhkan dalam mengambil keputusan yang tepat terkait kesehatan mereka,” ucapnya, dalam keterangan yang diterima redaksi, Jumat (2/10/2026).
Dhanica menambahkan, melalui Actifed, pihaknya ingin mendukung hal tersebut dengan membuat informasi mengenai swamedikasi untuk batuk dan pilek menjadi lebih mudah dipahami. Khususnya di masa seperti sekarang ini, ketika masyarakat mungkin lebih cermat dalam memikirkan cara mempersiapkan diri serta merawat kesehatan diri sendiri dan keluarga,” imbuhnya.
Libatkan Peran Apoteker dan Tenaga Kesehatan Profesional
Baca juga : Buka Pengobatan Gratis Di Aceh Utara, Tim Nakes Abdya: Banyak Warga Batuk Pilek
Apoteker memegang peranan penting sebagai sumber informasi kesehatan yang mudah diakses oleh pasien dan keluarga. Kemudahan akses terhadap tenaga kesehatan di sekitar juga memberikan kesempatan bagi pasien maupun pendamping pasien untuk mendapatkan panduan sejak dini, terutama saat mereka merasa ragu mengenai gejala yang dialami atau langkah penanganan yang tepat untuk diambil.
Dr. apt. Lucy Novianti, Penulis Modul sekaligus Ketua Program Studi Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, mengatakan bahwa pihaknya sering menjumpai orang yang telah menentukan sendiri obat atau penanganan medis berdasarkan kebiasaan pribadi sebelumnya atau rekomendasi orang lain saat mengalami gangguan kesehatan umum, khususnya flu, batuk, pilek, atau masalah pernapasan ringan lainnya.
“Padahal, kondisi dan gejala yang dialami bisa berbeda antara satu individu dengan individu lainnya, begitu pula dengan tingkat keparahan gejalanya,” ucapnya.
Ia menambahkan, melalui modul edukasi baru yang dikembangkan bersama antara Actifed dengan IAI, apoteker akan memiliki sarana panduan tambahan untuk membantu memberikan konseling kepada konsumen, mendukung praktik swamedikasi yang bertanggung jawab, sekaligus mengidentifikasi situasi yang memerlukan saran medis lebih lanjut.
Mengenai beragam gejala batuk dan pilek, dr. Ikhsanuddin Qoth’i, menjelaskan, gejala batuk dan pilek dapat muncul secara berbeda pada setiap orang. Bergantung dengan variasi dalam hal karakteristik, intensitas, bahkan durasinya. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memerhatikan perkembangan gejala mereka dari waktu ke waktu.
Baca juga : Hati-Hati Tuberkulosis Bisa Muncul Tanpa Gejala, Tak Ada Batuk-Batuk
Untuk gejala yang menetap, bertambah parah, atau disertai tanda-tanda peringatan tertentu, kata dia, mungkin memerlukan perhatian lebih lanjut. Karena bisa jadi berkaitan dengan masalah kesehatan pernapasan lainnya, seperti ISPA atau influenza.
“Dengan mengenali perubahan gejala sejak dini, pasien dapat lebih memahami kapan perawatan swamedikasi tepat untuk dilakukan dan kapan saatnya mencari saran dari tenaga kesehatan profesional atau dokter spesialis,” ujarnya.
Dukung Pasien, Orang Tua, dan Anggota Keluarga
Berpartisipasi dalam talkshow tersebut, Nucha Bachri, seorang kreator konten dan pembawa acara siniar Curhat Bapak Ibu. Ia menjelaskan, beberapa bulan terakhir di setiap tahun biasanya menjadi masa yang paling sibuk bagi seluruh anggota keluarga.
“Anak-anak saya sibuk dengan tugas sekolah, sementara suami memiliki segudang jadwal pekerjaan. Ini juga merupakan saat ketika batuk dan pilek lebih sering terjadi akibat perubahan cuaca,” ucapnya.
Sebagai seorang ibu, ia berusaha untuk selalu siap siaga dan memerhatikan berbagai gejala yang mungkin dialami anggota keluarga saya. “Memiliki informasi yang lengkap membantu kami dalam mengambil keputusan yang lebih baik serta melakukan langkah penanganan yang sesuai saat ada anggota keluarga yang mulai merasa kurang sehat,” ucapnya.
Baca juga : Kolaborasi Haleon & Chatbot ARJUNA Perkuat Peran Apoteker Dalam Perawatan Pasien
Dalam acara itu, Actifed juga meluncurkan “Beda Gejalanya, Beda Warnanya,” sebuah kampanye edukasi baru yang mendorong konsumen untuk memahami gejala mereka sebelum memilih metode perawatan swamedikasi yang paling tepat.
Senior Brand Manager OTC Haleon Indonesia Anindita Pranawestri menyampaikan, selama bertahun-tahun, Actifed telah mendukung masyarakat Indonesia dalam menangani gejala batuk dan pilek. Melalui “Beda Gejalanya, Beda Warnanya”, pihaknya ingin membantu konsumen memahami gejala mereka dengan lebih baik dan mengambil keputusan swamedikasi yang lebih tepat, khususnya terkait kesehatan pernapasan sehari-hari.
“Dengan menyajikan informasi kesehatan yang lebih sederhana dan mudah diakses, kami berharap dapat memberikan kepercayaan diri lebih bagi masyarakat dalam merawat diri sendiri dan keluarga mereka,” ujarnya.
Sebagai pemimpin global di bidang kesehatan konsumen, Haleon, produsen Actifed, terus berupaya meningkatkan literasi kesehatan dan praktik swamedikasi yang bertanggung jawab di seluruh Indonesia. Upaya ini mencakup kemitraan dengan tenaga profesional kesehatan melalui HISFARMA (Himpunan Seminar Farmasi Masyarakat), IPEC (Indonesian Pharmacy Expo & Conference), webinar SwipeRx, program edukasi apoteker, dan IAI, serta inisiatif edukasi konsumen melalui platform TikTok Actifed, rangkaian konten edukatif, dan kolaborasi dengan Good Doctor serta Guardian.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.