RM.id Rakyat Merdeka - Komitmen PT Pertamina EP dalam mendorong kemandirian dan pemberdayaan masyarakat kembali mendapat apresiasi.
Melalui sejumlah program di wilayah operasinya, Pertamina EP berhasil meraih empat penghargaan dalam ajang Indonesia SDG’s Awards (ISDA) dan BERBAKTI 2026.
Empat penghargaan itu diraih melalui program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan Jatibarang Field, Subang Field, dan Tambun Field.
Jatibarang Field melalui Program Peri Cahaya (Perempuan Berdikari, Cerdas, Bersahaja, dan Berdaya) meraih penghargaan Gold pada ISDA.
Sementara Subang Field melalui Program Purnama Subang meraih Platinum pada ISDA sekaligus Platinum pada BERBAKTI. Adapun Tambun Field melalui Program Rangkul Raga Bumi berhasil meraih penghargaan Platinum pada ISDA.
Baca juga : Produksi Sumur BN-38 Pertamina EP Bunyu Field Naik Jadi 733 Barel
Capaian tersebut menjadi apresiasi atas berbagai program pemberdayaan yang mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Salah satunya melalui Program Peri Cahaya yang dikembangkan Jatibarang Field untuk mendorong kemandirian perempuan melalui penguatan kapasitas dan pengembangan usaha.
Salah satu produk yang berkembang dari program tersebut adalah nastar berbahan mangga gedong gincu yang menjadi produk olahan khas masyarakat Indramayu.
Melalui program ini, perempuan tidak hanya didorong untuk meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga diperkuat dalam aspek manajerial sehingga mampu mengembangkan usaha secara lebih mandiri.
Sementara itu, Program Purnama Subang yang dijalankan Subang Field menyasar purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan kelompok rentan melalui pengembangan kegiatan ekonomi, pertanian terpadu, pengelolaan limbah, serta edukasi.
Baca juga : PLN Indonesia Power Raih 20 Penghargaan ICA, ISDA, dan BERBAKTI 2026
Pendekatan tersebut dirancang agar pemberdayaan masyarakat tidak berhenti pada peningkatan ekonomi, tetapi juga mendorong kepedulian terhadap lingkungan dan memperkuat kapasitas masyarakat.
Di wilayah Tambun Field, Program Rangkul Raga Bumi mengedepankan edukasi lingkungan dan literasi energi bagi generasi muda.
Program tersebut dilaksanakan melalui berbagai kegiatan edukasi di lingkungan sekolah, termasuk pengenalan pengelolaan lingkungan serta pemahaman mengenai peran industri hulu minyak dan gas (migas) dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Manager Communication, Relations & CID Regional Jawa Pertamina EP Pinto Budi Bowo Laksono mengatakan, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap proses pemberdayaan yang dibangun bersama masyarakat.
"Bagi kami, yang terpenting adalah bagaimana dapat terus, memberikan ruang bagi masyarakat untuk berdaya, dan menciptakan manfaat yang dapat bertahan dalam jangka panjang," kata Pinto dalam keterangannya, Kamis (8/10/2026).
Baca juga : Pertamina EP Donggi Matindok Raih Gold ISDA 2026 Lewat Bioferdom
Pinto menambahkan, keberlanjutan menjadi salah satu prinsip penting dalam pengembangan program pemberdayaan masyarakat.
Karena itu, setiap program terus dievaluasi dan dikembangkan agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan dampak yang lebih luas.
Melalui berbagai program tersebut, Pertamina EP terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.
"Kehadiran perusahaan di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya memberikan manfaat selama program berlangsung, tetapi juga meninggalkan kapasitas dan kemandirian yang dapat terus tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat," ucap Pinto.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.