Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Produksi Kembali Pulih Pasca Diterjang Banjir
Pertamina EP Rantau Bangkit Dari Nol Barel
Kamis, 10 September 2026 06:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Banjir bandang yang menerjang wilayah kerja PT Pertamina EP (PEP) Rantau Field, sempat membuat produksi minyak terhenti total hingga nol barel per hari. Namun, setelah melalui pemulihan bertahap, produksi kini kembali stabil di kisaran 1.700 barel per hari.
Banjir bandang setinggi 4,5 meter merendam wilayah kerja PEP Rantau Field pada Kamis, 26 November 2025.
PEP Rantau Field merupakan bagian dari Pertamina Hulu Rokan Zona 1. Wilayah kerjanya berada di Aceh Tamiang, dengan sebagian besar area operasi berada di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Kala itu, hujan turun sejak Sabtu, 22 November 2025. Namun, puncaknya terjadi empat hari kemudian. Air dengan cepat naik dan membuat lebih dari 2.050 orang harus dievakuasi ke tiga lokasi yang lebih tinggi, yakni masjid, gedung arsip, dan gedung tempat uji kompetensi.
Baca juga : Pemprov Harusnya Gercep Sosialisasi Peringatan Dini
Kondisi semakin sulit karena dua akses utama menuju lokasi ikut terputus. Salah satu jembatan terendam hingga permukaannya, sedangkan akses lainnya tertutup longsor.
Di tengah kondisi tersebut, persediaan makanan semakin menipis. Listrik dan air bersih juga terhenti.
Yang paling terdampak adalah kegiatan produksi. Seluruh aktivitas produksi minyak berhenti dan produksi sempat berada di angka nol barel.
Dalam kondisi darurat, Pertamina segera mengirim helikopter untuk membawa makanan sekaligus mengevakuasi warga yang membutuhkan penanganan medis mendesak, termasuk ibu hamil tua dan pasien stroke.
Baca juga : Bayern Munchen Vs Bodo/Glimt, Modal Rekor 23 Tahun
Setelah air surut, ternyata persoalan belum selesai. Lumpur masih menutup jalan dan berbagai fasilitas. Pembangkit listrik serta instalasi air bersih juga tidak dapat berfungsi.
Saat ditemui Rakyat Merdeka, Field Manager PEP Rantau Field Tomi Wahyu Alimsyah mengungkapkan, pemulihan dilakukan secara bertahap.
Dengan arahan Pertamina pusat, PEP Rantau Field menjalankan empat tahap pemulihan. Mulai dari penanganan kebutuhan dasar, reaktivasi fasilitas dan sumur, pemulihan produksi secara penuh, hingga membangun ketahanan infrastruktur untuk jangka panjang.
Tahap pertama difokuskan pada kebutuhan dasar, seperti makanan, air bersih, kesehatan, dan listrik. Setelah kondisi mulai memungkinkan, tim bergerak mengaktifkan kembali fasilitas dan sumur-sumur produksi.
Baca juga : Sempat Buram Pasca Benturan Di Monza, Penglihatan Leclerc Pulih
Salah satu langkah penting dilakukan dengan menghidupkan kembali pembangkit listrik menggunakan gas dari sumur yang telah direaktivasi.
Listrik tersebut kemudian menjadi bagian penting untuk menggerakkan kembali fasilitas dan peralatan produksi.
Perlahan tapi pasti, produksi yang sebelumnya nol barel, mulai bergerak naik. Bahkan, dalam proses pemulihan, produksi sempat mencapai sekitar 2.000 barel per hari atau lebih tinggi dibandingkan kondisi sebelum banjir. Saat ini, produksi telah stabil di kisaran 1.700 barel per hari.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya