Dark/Light Mode

Produksi Sumur BN-38 Pertamina EP Bunyu Field Naik Jadi 733 Barel

Selasa, 6 Oktober 2026 09:31 WIB
PT Pertamina EP Bunyu Field meningkatkan produksi Sumur BN-38 dari sekitar 8 barel menjadi 733 barel setelah dilakukan intervensi sumur.
PT Pertamina EP Bunyu Field meningkatkan produksi Sumur BN-38 dari sekitar 8 barel menjadi 733 barel setelah dilakukan intervensi sumur.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina EP (PEP) Bunyu Field berhasil meningkatkan produksi minyak dan gas dari Sumur BN-38 di Lapangan Bunyu, Kalimantan Utara, melalui kegiatan well intervention atau intervensi sumur.

Setelah intervensi dilakukan, produksi minyak Sumur BN-38 meningkat dari sekitar 8 barel menjadi 733 barel pada awal produksi.

Sementara itu, produksi gas mencapai 0,52 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), melampaui target sebesar 0,10 MMSCFD.

Peningkatan produksi tersebut merupakan hasil evaluasi komprehensif dengan pemutakhiran analisis data bawah permukaan (subsurface), termasuk data saturasi log.

Analisis itu dilakukan untuk memperoleh gambaran lebih akurat mengenai keberadaan dan potensi sisa hidrokarbon di dalam sumur.

Baca juga : Komisi XII Sarankan Pemerintah Tinjau Komponen Pajak Avtur

Senior Manager Bunyu Field Ruri Heriandi mengatakan, hasil evaluasi tersebut menjadi dasar dalam menentukan strategi intervensi yang dilakukan pada Sumur BN-38.

“Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar dalam menentukan strategi intervensi yang tepat, termasuk penerapan water shut off dengan mengisolasi dan melakukan penyemenan pada interval yang terindikasi menghasilkan air, serta melakukan perforasi pada lapisan top sand untuk mengoptimalkan produksi minyak sekaligus meminimalkan masuknya air,” jelas Senior Manager Bunyu Field, Ruri Heriandi dalam keterangan tertulis, Selasa (6/10/2026).

Menurut Ruri, evaluasi terhadap Sumur BN-38 menunjukkan interval J-72 masih memiliki potensi hidrokarbon yang belum diproduksikan secara optimal.

Karena itu, PEP Bunyu Field melakukan pembukaan kembali interval tersebut.

“Alhamdulillah, hasil awalnya menunjukkan peningkatan produksi yang signifikan dan semoga bisa bertahan dalam waktu yang panjang,” imbuhnya.

Baca juga : Pertamina Kembangkan Hutan Nangka untuk Perkuat Pangan Gunungkidul

Optimalisasi aset eksisting General Manager Zona 10, Darmapala, mengatakan Pertamina terus menerapkan inovasi dan teknologi dalam kegiatan pemeliharaan, perbaikan, serta reaktivasi sumur migas.

Upaya tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas dan recovery rate atau tingkat perolehan hidrokarbon, sekaligus memperpanjang usia produktif sumur.

“Keberhasilan well intervention di Sumur BN-38 menunjukkan bahwa optimalisasi aset eksisting dapat memberikan tambahan produksi yang berarti. Upaya seperti ini akan terus kami dorong untuk mengoptimalkan potensi aset yang dimiliki Pertamina,” ujar Darmapala.

Menurut dia, optimalisasi sumur menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan produksi migas, terutama di tengah tantangan operasional lapangan yang telah memasuki fase mature atau lapangan tua.

PEP Bunyu Field merupakan bagian dari Zona 10 Subholding Upstream Regional 3 Kalimantan yang berada di bawah PT Pertamina Hulu Indonesia.

Baca juga : Pertamina Hulu Energi ONWJ Tanam 10 Ribu Mangrove di Kepulauan Seribu

Melalui kerja sama dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), PEP Bunyu Field menjalankan kegiatan usaha hulu migas di Kalimantan Utara dengan mengedepankan aspek keselamatan, efisiensi, keandalan, kepatuhan, dan lingkungan.

Upaya tersebut dilakukan untuk mendukung keberlanjutan produksi migas dan ketahanan energi nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.