RM.id Rakyat Merdeka - Target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada 2029 membutuhkan akselerasi investasi dalam skala besar. Untuk itu, Pemerintah menyiapkan bauran kebijakan untuk memperkuat produktivitas, memperluas sumber pertumbuhan baru dan meningkatkan daya tarik investasi.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Pemerintah akan memaksimalkan bauran kebijakan terpadu untuk mencapai target tersebut.
“Kebijakan fiskal diarahkan menjadi katalis pertumbuhan, sementara kebijakan moneter menjaga stabilitas, sekaligus mendorong likuiditas pembiayaan perbankan,” kata Airlangga di Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Dari segi investasi, Pemerintah akan memperkuat sinergi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dengan sektor swasta untuk mempercepat penanaman modal.
Pemerintah juga mendorong diversifikasi sumber pertumbuhan melalui pengembangan kendaraan listrik, digitalisasi ekonomi, rantai pasok semikonduktor, kecerdasan artifisial, pertanian dan energi.
Baca juga : Perjuangkan Aspirasi Umat, PKB Jatim Perkuat Struktur Ranting dan Anak Ranting
Untuk mendukung strategi tersebut, Pemerintah menyiapkan empat pilar utama. Yakni deregulasi dan penyelesaian hambatan operasional, penguatan investasi dan pembiayaan, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), serta perluasan akses pasar dan diplomasi ekonomi.
Deregulasi dan penyelesaian hambatan operasional atau debottlenecking dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 2026.
Sementara, Pemerintah menyiapkan kuota program magang bagi 150.000 peserta dan pemberdayaan 220.000 lulusan pendidikan vokasi.
Penguatan akses pasar juga dilakukan melalui 25 perjanjian perdagangan yang telah berjalan dan 13 perjanjian lainnya yang masih dalam tahap negosiasi.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, Indonesia membutuhkan investasi lebih dari Rp 13.000 triliun dalam lima tahun untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029.
Baca juga : Top, Rekening Emas BRI Melonjak 1.004 Persen
“Kebutuhan tersebut ditetapkan sebagai bagian dari strategi peningkatan kapasitas ekonomi nasional,” kata Rosan di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Rosan mengatakan, realisasi investasi nasional meningkat dari sekitar Rp 1.714 triliun pada 2024 menjadi Rp 1.931 triliun pada 2025.
Investasi tersebut diharapkan tidak hanya menambah kapasitas produksi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan menghasilkan investasi yang berkualitas.
Menurut Rosan, penguatan ketahanan energi, industrialisasi, dan hilirisasi menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem investasi. Pemerintah juga mengembangkan keterhubungan sektor pertambangan, pengolahan, manufaktur, energi bersih, hingga teknologi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan, investasi yang berorientasi pada pasar domestik masih prospektif karena Indonesia memiliki basis konsumen yang besar.
Baca juga : Hunian Hotel Tertekan, Pemprov Didorong Perbanyak Konser & Event Internasional
“Sektor makanan dan minuman, obat-obatan, konstruksi, serta infrastruktur memiliki daya tarik investasi yang kuat,” kata Faisal kepada Rakyat Merdeka, Jumat (9/10/2026).
Faisal menambahkan, kebijakan hilirisasi turut meningkatkan minat investasi pada sektor logam dasar dan pertambangan yang menjadi bagian dari rantai pasok industri. Keberlanjutan dan perluasan hilirisasi dinilai dapat memengaruhi arah investasi ke depan.
Meski demikian, dia menilai target investasi lebih dari Rp 13.000 triliun dalam lima tahun membutuhkan peningkatan realisasi secara signifikan. Pemerintah perlu menghadirkan kebijakan yang mampu mendorong pertumbuhan investasi lebih cepat, dibandingkan dengan tren sebelumnya.
Menurut dia, pencapaian pertumbuhan ekonomi 8 persen tidak hanya bergantung pada besarnya investasi yang masuk, juga pada kualitas investasi, kepastian kebijakan, kemudahan berusaha, serta penguatan sumber daya manusia. Termasuk kemampuan menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja di dalam negeri. NOV
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 8, edisi Minggu, 11 Oktober 2026 dengan judul "Butuh Investasi Rp 13.000 T Untuk Kejar Ekonomi 8 Persen Pemerintah Siapkan Empat Pilar Utama"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.