RM.id Rakyat Merdeka - Pemulihan pascagempa bukan hanya tentang membangun kembali infrastruktur yang rusak, tetapi juga memulihkan semangat dan kepercayaan diri generasi muda.
Melalui pelatihan infrastruktur telekomunikasi dan fiber optik, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) membantu pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), bangkit melalui kegiatan belajar yang produktif sekaligus membuka wawasan tentang peluang karier di sektor telekomunikasi.
Program yang dilaksanakan di SMKN 1 Aesesa pada 16 Oktober 2026 ini mengintegrasikan peningkatan keterampilan dengan pendekatan pemulihan psikososial.
Inisiatif tersebut diharapkan membantu pelajar kembali bersemangat mengikuti pembelajaran dan membangun kepercayaan diri setelah menghadapi bencana.
Kegiatan ini sejalan dengan upaya pemulihan pascabencana di Nagekeo setelah penetapan status transisi darurat ke pemulihan melalui Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor 364 Tahun 2026.
Chief Business Support Officer TBIG Lie Si An mengatakan, pemulihan pascabencana perlu memperhatikan aspek psikologis dan keberlanjutan pendidikan, selain perbaikan kondisi fisik serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Baca juga : Bantu Nagekeo, Andi Gani Galang Rp1 Miliar Untuk Korban Gempa NTT
“Proses pemulihan masyarakat setelah bencana tidak hanya berkaitan dengan perbaikan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan dasar. Pemulihan psikologis, khususnya bagi anak dan remaja usia sekolah, juga menjadi bagian penting agar mereka dapat kembali menjalani aktivitas belajar dan kehidupan sehari-hari dengan lebih percaya diri,” ujar Lie Si An.
Menurut dia, pengalaman menghadapi bencana dapat memengaruhi rasa aman, konsentrasi, motivasi, hingga kesiapan pelajar untuk kembali mengikuti kegiatan pembelajaran.
Karena itu, pemulihan psikososial tidak selalu harus dilakukan melalui konseling atau aktivitas yang secara khusus membahas pengalaman traumatis.
Kegiatan produktif, seperti pelatihan keterampilan, juga dapat menjadi salah satu pendekatan untuk membantu membangun kembali rasa percaya diri dan meningkatkan kualitas interaksi sosial.
“Hal ini diharapkan dapat meningkatkan semangat belajar dan menguatkan para pelajar untuk menghadapi dampak gempa. Selain itu, keterampilan di bidang infrastruktur telekomunikasi juga dapat meningkatkan peluang mereka untuk bekerja di sektor telekomunikasi,” katanya.
Pelatihan tersebut melibatkan 40 siswa dan 10 guru dari empat sekolah, yakni SMKN 1 Aesesa Selatan, SMKN 1 Nangaroro, SMK St. Yosep Mbay, dan SMKN 1 Aesesa.
Baca juga : TBIG Raih 2 Penghargaan pada 7th PR Popular Awards 2026 dari The Iconomics
Melalui kegiatan ini, para peserta memperoleh pengetahuan mengenai infrastruktur telekomunikasi dan fiber optik sekaligus kesempatan untuk kembali terlibat dalam aktivitas pembelajaran yang interaktif.
Pendekatan tersebut diharapkan mendukung pemulihan psikososial melalui kegiatan produktif, interaksi sosial, dan pengalaman belajar yang dapat memperkuat kepercayaan diri.
Lie Si An menambahkan, pengenalan keterampilan di bidang telekomunikasi juga memiliki manfaat jangka panjang bagi pelajar sekolah vokasi.
Selain mendukung proses pembelajaran, pengetahuan tersebut dapat menjadi bekal awal untuk memahami kebutuhan industri dan mengenali berbagai peluang karier di sektor telekomunikasi.
“Harapannya, para siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga semakin termotivasi untuk melanjutkan pendidikan dan mengembangkan kompetensinya. Dengan demikian, proses pemulihan dapat berjalan beriringan dengan upaya mempersiapkan generasi muda menghadapi peluang di dunia kerja,” ujarnya.
Pelibatan siswa dan guru dari empat sekolah juga membuka ruang interaksi dan pertukaran pengetahuan antarpeserta.
Baca juga : TBIG Raih TOP CSR Awards 2026 Bintang 5 dan TOP Leader on CSR Commitment 2026
Dengan demikian, manfaat kegiatan diharapkan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi turut memperkuat semangat belajar dan jejaring antarsekolah selama masa pemulihan.
Selain pelatihan keterampilan, TBIG juga menghadirkan program kemanusiaan berupa edukasi pola hidup sehat serta bantuan makanan tambahan bergizi bagi ibu hamil dan anak-anak.
Melalui rangkaian program tersebut, TBIG menegaskan komitmennya untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana melalui pendidikan, pengembangan keterampilan, dan bantuan kemanusiaan.
Upaya ini menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan untuk membantu masyarakat bangkit dan kembali menatap masa depan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.