Dark/Light Mode

Tingkatkan Mutu SMK

TBIG Hadirkan Model Kolaborasi Pendidikan–Industri yang Lebih Terstruktur

Senin, 24 November 2025 12:27 WIB
Foto: TBIG.
Foto: TBIG.

RM.id  Rakyat Merdeka - Alumni SMK di Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam bersaing masuk ke dunia kerja.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 menunjukkan bahwa tingkat pengangguran tertinggi di Indonesia menurut jenjang pendidikan berasal dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dengan kontribusi mencapai 9,01 persen.

Tingginya angka tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah pesatnya perkembangan teknologi di dunia kerja yang tidak diimbangi dengan kesiapan infrastruktur pendidikan di banyak sekolah.

Melihat hal ini, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menyelenggarakan program kunjungan industri secara intensif selama tahun 2025 untuk memperkuat kurikulum unggulan SMK yang telah lebih dulu dijalankan sejak beberapa tahun ke belakang.

Chief of Business Support Officer TBIG, Lie Si An menyatakan, kunjungan industri menjadi langkah awal bagi sekolah untuk mendapatkan pengetahuan baru di sektor infrastruktur telekomunikasi.

Baca juga : Pameran Internasional PCS 2025 Dorong Kolaborasi Industri Cat Asia Tenggara

“Program ini merupakan salah satu bagian dari kurikulum unggulan yang kami jalankan untuk membantu lulusan SMK meningkatkan peluang yang lebih besar untuk masuk ke dunia kerja,” jelasnya.

Dia menambahkan, pelatihan dan sertifikasi yang diberikan perusahaan merupakan bentuk pengakuan kompetensi yang nyata.

“Mereka dilatih oleh tenaga-tenaga ahli baik dari internal maupun luar perusahaan,” imbuhnya.

Hal ini disampaikan bertepatan dengan Kunjungan Industri SMKN 1 Jakarta dan SMK Tarsisius Semarang ke Rumah Belajar TBIG, Karawaci, Tangerang, Banten pada tanggal 13 dan 14 November 2025.

Lebih lanjut, Lie Si An menjelaskan bahwa TBIG membuka pintu seluas-luasnya bagi SMK untuk berkunjung dan menimba ilmu di TBIG.

Baca juga : Gubernur Suhardi Ingatkan Guru Wujudkan Pendidikan Tanpa Kekerasan

“Kami terbuka dan siap berbagi pengetahuan untuk guru guru SMK dan anak-anak muda lulusan SMK di Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah SMKN 11 Maret Jakarta, Taman Sastra Dikarna,S.Pd. menyampaikan apresiasinya kepada TBIG atas kesempatan yang diberikan.

Kegiatan ini menjadi jembatan penting antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Melalui kunjungan ini, peserta didik mendapatkan gambaran nyata tentang penerapan teknologi jaringan dan sistem telekomunikasi di industri.

"Hal ini sejalan dengan tujuan kami dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi, etos kerja, dan pemahaman terhadap kebutuhan industri,” ungkapnya saat menemani 120 siswanya dalam kunjungan industri ke Rumah Belajar TBIG.

Presiden Direktur PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, Herman Setya Budi, menegaskan bahwa pilar edukasi merupakan salah satu aspek utama dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) TBIG.

Baca juga : DPD RI Dorong Kolaborasi Penguatan Industri Lokal DIY

Dia menyatakan, peningkatan kualitas lulusan SMK adalah salah satu kunci untuk memperkuat kesiapan tenaga kerja Indonesia di tengah percepatan transformasi digital.

"Sebagai perusahaan yang berada di jantung ekosistem telekomunikasi, TBIG melihat langsung bagaimana kebutuhan industri terus berkembang," tuturnya.

Melalui program CSR, TBIG tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga memastikan bahwa siswa dan guru SMK memahami standar kompetensi yang benar-benar diterapkan di lapangan.

"Dengan cara ini, kami berharap semakin banyak lulusan SMK yang siap kerja dan mampu berkontribusi pada pembangunan infrastruktur nasional," tegasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.