Dark/Light Mode

Bantu Nagekeo, Andi Gani Galang Rp1 Miliar Untuk Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 17:18 WIB
Perwakilan penyalur bantuan William Yani Wea menyerahkan bantuan Rp1 miliar kepada Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada dan Wakil Vikep Mbay Keuskupan Agung Ende RD Bas Lewa di Rumah Kevikepan Mbay, Nagekeo, NTT, Minggu (23/8/2026). Dok. Pribadi
Perwakilan penyalur bantuan William Yani Wea menyerahkan bantuan Rp1 miliar kepada Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada dan Wakil Vikep Mbay Keuskupan Agung Ende RD Bas Lewa di Rumah Kevikepan Mbay, Nagekeo, NTT, Minggu (23/8/2026). Dok. Pribadi

RM.id  Rakyat Merdeka - Penasihat Kapolri yang juga putra daerah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Andi Gani Nena Wea, menggalang bantuan kemanusiaan senilai Rp1 miliar untuk membantu warga terdampak gempa di Kabupaten Nagekeo. Bantuan tersebut dihimpun bersama sejumlah sahabat Andi Gani, di antaranya Arsjad Rasjid, Hapsoro, Dobias Iskandar, Brigjen Pol Mohammad Irhamni, serta Ajaib Group.

Dana kemanusiaan itu disalurkan melalui dua lembaga. Sebanyak Rp500 juta diberikan melalui Pemerintah Kabupaten Nagekeo untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak gempa.

Sementara Rp500 juta lainnya disalurkan melalui Vikep Mbay Keuskupan Agung Ende untuk membantu perbaikan gereja-gereja yang mengalami kerusakan akibat gempa.

Penyerahan bantuan dilakukan perwakilan penyalur, William Yani Wea, kepada Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada dan Wakil Vikep Mbay Keuskupan Agung Ende RD Bas Lewa di Rumah Kevikepan Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, Minggu (23/8/2026).

Andi Gani mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang masih menghadapi dampak gempa.

“Warga masih sangat membutuhkan bantuan dan dukungan. Mereka trauma, banyak yang belum berani kembali ke rumah karena kerusakan dan kekhawatiran akan gempa susulan,” kata Andi Gani.

Baca juga : BNPB Telah Salurkan 954 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Gempa NTT

Selain bantuan dana, Andi Gani juga berencana memberikan tenda berkapasitas besar untuk menampung warga yang masih bertahan di pengungsian. Tenda dinilai diperlukan karena sebagian warga masih mengalami trauma dan belum berani kembali ke rumah. Sejumlah rumah bahkan mengalami kerusakan parah hingga hancur akibat gempa.

Kekhawatiran warga juga masih tinggi menyusul potensi terjadinya gempa susulan. Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat memilih tetap berada di lokasi pengungsian meski kebutuhan tempat tinggal sementara terus meningkat.

William mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian keluarga besar Jacob Nuwa Wea bersama para sahabat terhadap masyarakat Nagekeo.

Meski banyak anggota keluarga lahir dan besar di Jakarta, kata dia, keluarga besar mereka memiliki akar dari Nagekeo. Ketika gempa melanda Flores, sejumlah sahabat kemudian menawarkan bantuan.

“Ketika Flores gempa, beberapa rekan tahu kami dari Flores. Mereka menawarkan bantuan. Awalnya kami berharap bisa dalam bentuk barang, tetapi banyak kebutuhan yang sulit diperoleh karena stok di sejumlah daerah sudah terbatas,” ujar William.

Atas pertimbangan tersebut, para donatur memilih menyalurkan bantuan dalam bentuk uang tunai agar dapat segera digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang paling mendesak.

Baca juga : Update Gempa NTT: Total Gempa Susulan 5.688, Korban Jiwa 91

Selain bantuan tunai, William mengatakan pihaknya juga menyalurkan sejumlah sembako yang dibeli dari Kupang dan Jakarta. Bantuan tersebut mulai didistribusikan ke sejumlah titik, terutama di kampung halaman keluarga di Nagekeo. 

Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut. Menurutnya, bantuan dalam bentuk uang tunai sangat membantu pemerintah daerah memenuhi kebutuhan yang harus segera ditangani.

“Kami sangat senang karena bantuan ini berupa uang tunai. Kami sedang bermasalah dengan kebutuhan dana tunai untuk kebutuhan mendesak,” kata Gonzalo.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah tidak dapat serta-merta menggunakan anggaran pemerintah untuk seluruh kebutuhan pascabencana karena terdapat mekanisme administrasi yang harus dilalui.

Terlebih, pemerintah daerah saat ini tengah membahas APBD Perubahan.

“Kalaupun ada uang pemerintah, tidak bisa langsung digunakan sekarang. Bisa menunggu sampai awal September. Sementara ada kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda dan harus segera dieksekusi,” ujarnya.

Baca juga : BNPB: Tak Ada Paksaan Dalam Penandatanganan Berita Acara Bantuan Gempa NTT

Gonzalo memastikan penggunaan bantuan akan diawasi dan dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan. Dana tersebut akan disalurkan melalui rekening Satuan Tugas Penanggulangan Bencana yang telah ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Bupati.

Bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan warga terdampak, terutama selama masa tanggap dan pemulihan pascabencana.

24 Ribu Warga Mengungsi

Berdasarkan data yang dihimpun pemerintah daerah, jumlah pengungsi akibat gempa di Kabupaten Nagekeo mencapai sekitar 24 ribu orang.

Sementara itu, sekitar 7 ribu rumah tinggal dan bangunan mengalami kerusakan. Kerusakan tidak hanya terjadi pada rumah warga, tetapi juga sejumlah fasilitas umum seperti gereja dan sekolah.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan penanganan pascabencana di Nagekeo cukup besar. Bantuan dari berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat upaya pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mempercepat pemulihan wilayah terdampak gempa.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.