BREAKING NEWS
 

Perilaku Konsumen Berubah, Maskapai Global Tawarkan Tiket Lebih Personal

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Rabu, 21 Oktober 2026 16:35 WIB
Foto: Antara

RM.id  Rakyat Merdeka - Perubahan perilaku konsumen mendorong maskapai penerbangan global menghadirkan pilihan tarif yang semakin personal, sehingga penumpang dapat menyesuaikan harga tiket dengan fasilitas dan fleksibilitas yang benar-benar dibutuhkan.

Survei Forbes Advisor pada Juni 2026 menunjukkan 78 persen dari 1.000 responden dewasa di Amerika Serikat memiliki sedikitnya satu benefit perjalanan yang jarang atau tidak pernah dimanfaatkan.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa fasilitas yang tersedia dalam tiket penerbangan tidak selalu sesuai dengan kebutuhan setiap penumpang.

Sebanyak 17 persen responden mengaku jarang menggunakan fasilitas bagasi tercatat gratis yang mereka miliki, meski 43 persen responden menempatkan fasilitas tersebut sebagai salah satu benefit perjalanan paling bernilai.

Di sisi lain, 67 persen responden lebih memilih harga penerbangan atau akomodasi yang terjangkau dibandingkan fasilitas premium.

Perbedaan kebutuhan tersebut terlihat dari karakter penumpang. Pelaku perjalanan bisnis yang hanya membawa koper atau tas kabin memiliki kebutuhan berbeda dengan keluarga yang bepergian untuk berlibur.

Kondisi itu kemudian mendorong maskapai global mengembangkan konsep branded fares, yakni pilihan kategori tarif dengan kombinasi harga, fasilitas, dan fleksibilitas yang berbeda sesuai kebutuhan pelanggan.

Baca juga : Gapura Angkasa Sukses Dukung MotoGP Mandalika 2026

Singapore Airlines, misalnya, menawarkan kategori Economy Lite, Value, Standard, dan Flexi dengan harga serta layanan yang berbeda. Sementara itu, Cathay Pacific menyediakan kategori Light, Essential, dan Flex untuk kelas ekonomi.

Konsep serupa juga diterapkan sejumlah maskapai Timur Tengah, seperti Emirates dan Qatar Airways, dalam penjualan tiket penerbangan.

Melalui pendekatan tersebut, penumpang dapat memilih kombinasi manfaat, mulai dari jatah bagasi, pemilihan kursi, fleksibilitas perubahan jadwal, hingga perolehan miles sesuai kebutuhan dan anggaran.

Laporan Yearbook of Ancillary Revenue dari SeatMaps.com dan IdeaWorksCompany pada 2026 mencatat tren pendapatan tambahan maskapai dalam lima tahun terakhir turut didorong oleh penerapan biaya pemilihan kursi dan semakin luasnya penggunaan branded fares.

Diferensiasi tarif tersebut tidak hanya menjadi strategi untuk meningkatkan pendapatan, tetapi juga menjadi cara maskapai merespons beragam preferensi pelanggan, baik yang mengutamakan harga kompetitif maupun yang bersedia membayar lebih untuk kenyamanan dan fleksibilitas.

Preferensi Penumpang Indonesia

Adsense

Di Indonesia, pertimbangan penumpang dalam memilih penerbangan juga menunjukkan kebutuhan yang beragam.

Baca juga : Dubes Muhsin Syihab Bidik Kursi Ketua ICAO Paparkan Kemajuan Aviasi Indonesia

Survei Jakpat terhadap 338 pengguna penerbangan domestik selama periode mudik Lebaran 2026 menunjukkan 84 persen responden mempertimbangkan keselamatan dalam memilih maskapai, diikuti ketepatan waktu sebesar 82 persen dan keterjangkauan harga sebesar 80 persen.

Sementara itu, fleksibilitas jadwal menjadi pertimbangan 74 persen responden dan kemudahan membawa bagasi sebesar 73 persen.

Temuan tersebut menunjukkan konsumen Indonesia tidak hanya mencari tiket dengan harga paling murah, tetapi juga mempertimbangkan kualitas layanan dan manfaat yang sesuai dengan kebutuhan perjalanan.

Praktik pengemasan layanan dalam sejumlah pilihan juga mulai dikenal di pasar Indonesia. AirAsia, misalnya, menawarkan paket Value Pack dan Premium Flex yang mengombinasikan sejumlah manfaat seperti bagasi, pemilihan kursi, makanan, dan fleksibilitas perjalanan.

Adapun bagi maskapai layanan penuh, penerapan branded fares dapat menjadi peluang untuk melakukan diferensiasi produk tanpa menghilangkan standar layanan inti yang menjadi identitas maskapai.

Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Denon Prawiraatmadja sebelumnya menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan bisnis maskapai dan peningkatan kualitas pelayanan di tengah tantangan biaya operasional.

Dalam Rapat Umum Anggota INACA, Denon juga menyoroti perlunya kebijakan yang responsif agar industri penerbangan tetap sehat dan berkembang sekaligus meningkatkan pelayanan kepada konsumen.

Baca juga : Komisi XII Sarankan Pemerintah Tinjau Komponen Pajak Avtur

Dalam pembahasan revisi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 30 Tahun 2021 tentang Standar Pelayanan Minimal Penumpang Angkutan Udara yang dipublikasikan pada September 2026, INACA turut menekankan pentingnya penyelarasan ketentuan pelayanan dengan implikasi biaya.

Hal tersebut diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan penumpang dan keberlanjutan usaha penyedia jasa penerbangan.

Dalam konteks tersebut, pengembangan pilihan tarif berbasis kebutuhan pelanggan dapat menjadi salah satu pendekatan komersial yang relevan bagi industri penerbangan nasional.

Namun, diferensiasi tarif perlu diikuti dengan transparansi kepada konsumen. Studi McKinsey terhadap 7.000 wisatawan global yang diterbitkan pada Mei 2025 menunjukkan 36 persen responden mengeluhkan biaya tersembunyi atau kurangnya transparansi harga ketika memesan penerbangan.

Karena itu, setiap pilihan tarif perlu disertai informasi yang jelas mengenai manfaat, batasan layanan, serta total biaya yang harus dibayarkan pelanggan.

Pada akhirnya, evolusi produk penerbangan bukan sekadar memisahkan fasilitas menjadi layanan berbayar, melainkan memberikan keleluasaan kepada pelanggan untuk memilih kombinasi harga, kenyamanan, dan fleksibilitas sesuai kebutuhan.

Nilai sebuah perjalanan pun tidak selalu ditentukan oleh banyaknya fasilitas yang diperoleh, tetapi seberapa relevan manfaat tersebut bagi setiap penumpang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense