RM.id Rakyat Merdeka - PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) siap mendukung pengembangan migas nonkonvensional (MNK) di Indonesia. Perusahaan mengandalkan pengalaman pengeboran sumur eksplorasi bersama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) untuk membuka potensi sumber daya energi yang membutuhkan teknologi tingkat tinggi.
Pengembangan MNK menjadi salah satu peluang untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Namun, karakteristik reservoir yang memiliki porositas dan permeabilitas sangat rendah membuat proses pengeboran menghadapi tantangan teknis yang kompleks.
Kondisi tersebut membutuhkan teknologi, peralatan, dan kompetensi operasional yang andal. Pertamina Drilling telah memiliki pengalaman dalam mendukung eksplorasi MNK melalui pengeboran sumur Gulamo DET-1 pada 2023 dan Kelok DET-1 pada 2024 bersama PHR.
Baca juga : FOREK Hulu Migas 2026 Bidik Investasi, Dongkrak Produksi
Dalam pengerjaan kedua sumur tersebut, Pertamina Drilling mengoperasikan Rig PDSI#42.3/N1500-E. Rig tipe cyber berkapasitas 1.500 horsepower (HP) ini dirancang untuk mendukung operasi pengeboran dengan tingkat kompleksitas tinggi.
Kesiapan operasi juga didukung layanan solid control dan berbagai layanan pendukung pengeboran lainnya. Integrasi peralatan dan layanan tersebut menjadi bagian penting untuk menghadapi tantangan teknis dalam pengeboran MNK.
Direktur Utama Pertamina Drilling Avep Disasmita mengatakan, pengalaman dan kapabilitas perusahaan menjadi modal untuk mendukung pengembangan sumber daya migas nonkonvensional.
Baca juga : PLN Energi Gas Perkuat Budaya Keselamatan Migas Lewat Pelatihan SMKM
“Dengan pengalaman dan kapabilitas yang dimiliki, Pertamina Drilling siap mendukung pengembangan migas nonkonvensional (MNK) sebagai bagian dari upaya bersama memperkuat ketahanan energi nasional,” ujar Avep, Senin (19/10/2026).
Berbekal pengalaman hampir dua dekade, Pertamina Drilling saat ini mengoperasikan 58 rig darat (onshore) berkapasitas 300–2.000 HP. Perusahaan juga mengoperasikan dua rig offshore workover berkapasitas 550 HP serta tiga jack-up rig melalui kolaborasi strategis dengan perusahaan internasional ADES.
Di dalam negeri, Pertamina Drilling terlibat dalam berbagai proyek strategis di lingkungan Subholding Upstream Pertamina. Proyek tersebut tersebar di Regional 1 hingga Regional 4, dengan wilayah operasi dari Sumatra hingga Papua.
Baca juga : Sumur Tua Jadi Peluang, Pengamat Apresiasi Pengelolaan Migas Pertamina
Selain menyediakan layanan pengeboran konvensional, perusahaan juga menawarkan layanan pendukung pengeboran atau associated drilling services. Layanan tersebut diintegrasikan melalui skema Integrated Project Management (IPM).
Skema IPM menggabungkan berbagai teknologi, peralatan, dan keahlian untuk mendukung operasi pengeboran yang lebih efisien, aman, dan produktif.
Ke depan, Pertamina Drilling akan terus memperkuat kapabilitas untuk mendukung peningkatan produksi migas nasional. Upaya ini sekaligus menjadi kontribusi industri jasa pengeboran dalam mengoptimalkan potensi sumber daya energi Indonesia dan menjaga ketahanan energi jangka panjang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.