Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Manggala Agni Kemenhut Tetap Padamkan Karhutla di Tengah Berbagai Kendala
- Pertamina Patra Niaga Dorong Pendidikan Masyarakat Pesisir Lewat Sekolah Alam
- ILeague Kecam Kekerasan Terhadap Persib U-18 di Rest Area Batang
- Persib Kecam Penyerangan Rombongan EPA U18
- Man United Vs Atletico Madrid, Waspada Tren Positif Tuan Rumah
Pertamina Akuisisi 10 Persen Saham Eni di Dua Blok Migas Kaltim
Senin, 12 Oktober 2026 08:53 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, mengakuisisi hak partisipasi (participating interest/PI) milik Eni di tiga wilayah kerja (WK) minyak dan gas bumi (migas) di Kalimantan Timur, yakni North Ganal, Rapak, dan East Sepinggan.
Melalui transaksi tersebut, PHE memperoleh 10 persen PI di WK North Ganal dan Rapak.
Sementara itu, kepemilikan PI PHE di WK East Sepinggan meningkat dari 15 persen menjadi 25 persen.
PHE dan Eni telah menandatangani perjanjian jual beli (Sales and Purchase Agreement/SPA) pada Oktober 2026.
Transaksi ini memperkuat posisi Pertamina dalam pengembangan migas laut dalam (deepwater) serta memberikan akses terhadap aset produksi, proyek pengembangan, dan potensi eksplorasi di kawasan tersebut.
Akuisisi ini merupakan bagian dari strategi Pertamina untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui peningkatan cadangan dan produksi migas, sekaligus mengembangkan portofolio aset yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang.
Baca juga : Pertamina Patra Niaga Dorong Pendidikan Masyarakat Pesisir Lewat Sekolah Alam
Ketiga wilayah kerja tersebut berada di kawasan strategis migas Indonesia yang didukung infrastruktur hulu dan hilir terintegrasi.
Kawasan ini juga memiliki potensi pengembangan sumber daya migas yang signifikan.
Keterlibatan Pertamina di ketiga wilayah kerja itu diharapkan mendukung pengembangan Proyek Kutei North Hub yang mencakup WK North Ganal dan Rapak.
Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut dirancang terhubung dengan infrastruktur eksisting Pertamina untuk mendukung tambahan produksi migas.
Pengembangan kawasan itu juga membuka peluang sinergi dengan aset Pertamina yang telah beroperasi di Kalimantan Timur, termasuk PT Badak NGL.
Direktur Utama PHE Sunaryanto mengatakan, akuisisi tersebut merupakan langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan produksi migas nasional.
Baca juga : Pertamina Gandeng UMKM Lombok Jual Merchandise Resmi di MotoGP 2026
“Akuisisi ini merupakan bagian dari strategi PHE untuk terus memperkuat portofolio hulu migas melalui investasi pada aset yang memiliki fundamental kuat, potensi sumber daya yang besar, serta memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan negara. Kehadiran Pertamina di wilayah kerja ini juga akan semakin memperkuat sinergi pengembangan migas di Kalimantan Timur,” ujar Sunaryanto.
Selain berpotensi menambah produksi dan cadangan, investasi ini diharapkan mendukung optimalisasi infrastruktur gas, gas minyak cair (liquefied petroleum gas/LPG), dan gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) di Kalimantan Timur.
Langkah tersebut juga ditujukan untuk menjaga keberlanjutan rantai pasok gas domestik dan pemanfaatan fasilitas LNG nasional.
Akuisisi ini turut membuka peluang bagi Pertamina untuk berpartisipasi lebih aktif dalam pengembangan lapangan dan eksplorasi di kawasan tersebut.
Potensi sumber daya yang belum dikembangkan diharapkan menjadi sumber pertumbuhan produksi PHE dalam jangka menengah dan panjang.
Strategi tersebut sejalan dengan upaya PHE mendorong pertumbuhan organik melalui eksplorasi dan pengembangan lapangan eksisting, serta pertumbuhan anorganik melalui akuisisi aset migas strategis.
Baca juga : Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Hadirkan Multiplier Effect bagi Warga Lokal
Dalam menjalankan investasi dan operasi, PHE menyatakan tetap mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), kehati-hatian investasi, serta aspek kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan (Health, Safety, Security, and Environment/HSSE).
PHE juga berkomitmen menjalankan bisnis hulu migas berkelanjutan sesuai prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environmental, Social, and Governance/ESG).
Komitmen tersebut mencakup penguatan budaya kepatuhan, penerapan tata kelola perusahaan, serta pencegahan kecurangan (fraud) untuk mewujudkan lingkungan kerja yang profesional, transparan, dan beretika.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya