RM.id Rakyat Merdeka - Kawasan Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), terus dipercantik dan dikembangkan menjadi destinasi sport tourism berkelas internasional. Selain menjadi tuan rumah MotoGP, kawasan ini akan dilengkapi berbagai fasilitas baru. Fasilitas tersebut meliputi hotel, lapangan golf, lapangan padel, hingga vila premium yang terintegrasi dengan sirkuit.
Pengembangan ini diarahkan untuk menjadikan Mandalika sebagai pusat olahraga dan pariwisata. Kawasan tersebut diharapkan mampu menggerakkan ekonomi daerah sepanjang tahun, tidak hanya saat MotoGP berlangsung.
Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) Maya Watono mengatakan, keberlanjutan MotoGP penting untuk memperkuat daya tarik pariwisata NTB. Ajang ini juga diharapkan menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru.
“Harapan kami, penyelenggaraan MotoGP terus berlanjut karena ajang ini sangat penting sebagai katalis pengembangan pariwisata di Nusa Tenggara Barat,” kata Maya kepada Rakyat Merdeka di kantornya, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Menurutnya, dampak MotoGP melampaui penyelenggaraan balapan. Ajang internasional tersebut turut menggerakkan ekonomi, memperluas manfaat pembangunan, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Karena itu, InJourney terus mengembangkan Mandalika dengan menjadikan sirkuit sebagai pusat berbagai aktivitas olahraga dan hiburan. Fasilitas pendukung juga dikembangkan untuk memperpanjang masa tinggal wisatawan dan memperluas peluang investasi.
“Kami ingin Mandalika tidak hanya ramai ketika MotoGP berlangsung, tetapi juga menjadi destinasi yang memiliki aktivitas ekonomi sepanjang tahun,” ujar Maya.
Baca juga : Kontrak Berakhir, InJourney Harap MotoGP di Mandalika Lanjut
Pengembangan fasilitas premium tersebut, diharapkan Maya dapat memperkuat daya tarik Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika bagi investor dan wisatawan dengan minat khusus. Pengunjung nantinya tidak hanya menikmati sirkuit. Mereka juga dapat menjelajahi Mandalika dan berbagai destinasi wisata di Lombok.
Maya menjelaskan, InJourney membuka peluang kerja sama dengan investor untuk merealisasikan fasilitas tersebut. Perusahaan tidak harus membangun seluruh fasilitas secara mandiri. Pengembangan dapat dilakukan melalui skema Kerja Sama Pemanfaatan (KSP), sesuai kebutuhan.
“Kami berharap sebagian fasilitas villa garage tersebut bisa selesai tahun depan,” katanya.
Konsep pengembangan ini juga mempertimbangkan penerapan skema kawasan berikat atau bonded zone. Pelaksanaannya tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku.
Jaga Harga Hotel Tidak Naik
Di balik pengembangan kawasan dan penyelenggaraan MotoGP, InJourney menghadapi tantangan menjaga kualitas layanan. Perusahaan juga berupaya memastikan manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat setempat secara berkelanjutan. Salah satu perhatian utama ialah ketersediaan dan keterjangkauan akomodasi bagi wisatawan.
Untuk itu, InJourney bekerja sama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di seluruh Lombok. Kerja sama ini bertujuan menjaga kenaikan harga hotel agar tidak berlebihan saat MotoGP berlangsung. Maya menilai, lonjakan harga akomodasi berpotensi membuat wisatawan enggan kembali berkunjung. Padahal, keberlanjutan pariwisata membutuhkan pengalaman positif yang mendorong wisatawan datang kembali.
“Kami tidak ingin hanya mengejar keberhasilan jangka pendek, tetapi ingin menjaga keberlanjutan ekosistem pariwisata,” tegasnya.
Baca juga : MotoGP Mandalika Hasilkan Dampak Ekonomi 5,2 Triliun
Menurut Maya, pengembangan Mandalika membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Kolaborasi mencakup internal InJourney, pemerintah daerah, pemerintah pusat, hingga pelaku industri pariwisata. Kerja sama tersebut diperlukan agar peningkatan kunjungan wisatawan berjalan seiring dengan perbaikan layanan. Upaya ini juga mencakup penguatan usaha lokal dan pengembangan infrastruktur pendukung.
Selain membangun infrastruktur, InJourney juga berupaya meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat melalui program InJourney Hospitality House. Program ini bertujuan memperkuat kemampuan masyarakat dalam melayani wisatawan. Sasaran program mencakup wisatawan dari berbagai negara.
Maya mengatakan, kualitas hospitality dapat dimulai dari hal sederhana dalam interaksi sehari-hari. Pedagang, petugas keamanan, dan pihak lain yang berhubungan langsung dengan wisatawan perlu memahami pentingnya pelayanan yang baik.
“Petugas keamanan, misalnya, tidak hanya harus mampu menjaga keamanan, tetapi juga memberikan pelayanan secara ramah,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan membutuhkan proses dan pembinaan bertahap.
Kemampuan tersebut tidak dapat dibentuk dalam waktu singkat. Keramahtamahan harus menjadi bagian dari budaya pelayanan di kawasan wisata. Memasuki tahun kelima pengembangan Mandalika, InJourney melihat perkembangan positif dalam kualitas keramahtamahan masyarakat setempat.
Maya menegaskan, peningkatan kualitas SDM merupakan bagian penting dalam pembangunan destinasi pariwisata. Infrastruktur yang baik perlu didukung pelayanan berkualitas agar pengunjung memperoleh pengalaman positif dan tertarik untuk kembali.
Keunggulan Sirkuit Mandalika
Baca juga : Pertamina Buka Akses Digital bagi Anak Disabilitas Netra di MotoGP Mandalika
Sirkuit Mandalika juga memiliki karakteristik yang membedakannya dari sirkuit lain penyelenggara MotoGP. Maya menjelaskan, lintasan sirkuit tersebut telah melalui proses pengujian dan homologasi. Lokasinya di kawasan pesisir juga menawarkan pemandangan alam yang menjadi daya tarik bagi pembalap maupun penonton.
Selain itu, karakter tikungan Sirkuit Mandalika memberikan tantangan tersendiri bagi para pembalap.
Kondisi tersebut membuat hasil balapan di Mandalika tidak selalu sama dengan hasil yang diraih pembalap di sirkuit lain.
“Aspek keselamatan juga menjadi perhatian. Tim medis dan berbagai unsur pendukung penyelenggaraan terus kami tingkatkan,” katanya.
InJourney ingin memperkuat reputasi Mandalika sebagai sirkuit dengan pemandangan alam yang indah. Kawasan ini juga diharapkan menjadi lokasi balap internasional yang memenuhi standar kualitas dan keselamatan. Melalui pengembangan fasilitas premium, peningkatan kualitas SDM, serta keterlibatan pelaku usaha lokal, Mandalika diharapkan tumbuh menjadi destinasi olahraga dan pariwisata yang menggerakkan ekonomi secara berkelanjutan.
Langkah tersebut diharapkan membuat dampak MotoGP terus berlanjut setelah balapan selesai. Manfaatnya dapat hadir melalui investasi, kunjungan wisatawan, dan pertumbuhan berbagai kegiatan ekonomi di Lombok.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.