Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Pertamina Buka Akses Digital bagi Anak Disabilitas Netra di MotoGP Mandalika
- Kinerja Melesat, Bank Mandiri Buyback Saham Dan Tebar Dividen
- Mbappe Brace, Real Madrid Hajar RB Leipzig
- Jakmania Dilarang Hadiri 6 Laga Tandang, PSSI Sanksi Persija-Persita
- Madura United Vs Persib Bandung, Jadwal Padat Jadi Kendala
InJourney Bidik Pasar Global Lewat JWITF 2026, Perluas Kemitraan Pariwisata
Jumat, 16 Oktober 2026 14:53 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Memperluas jangkauan pasar pariwisata Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar destinasi unggulan, tetapi juga jaringan distribusi dan kemitraan bisnis yang kuat.
Untuk itu, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney memanfaatkan Jakarta Wonderful Indonesia Tourism Fair (JWITF) 2026 untuk membuka peluang kerja sama komersial lintas sektor, mulai dari aviasi, destinasi wisata, perhotelan, hingga ritel, guna memperluas akses pasar domestik dan internasional.
Pameran yang diselenggarakan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) pada 15–17 Oktober 2026 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, tersebut menjadi ajang bagi InJourney untuk mempertemukan portofolio bisnisnya dengan agen perjalanan, operator tur, pengelola perjalanan korporat, pelaku meetings, incentives, conventions, and exhibitions (MICE), serta mitra distribusi pariwisata. Melalui pertemuan bisnis dan penjajakan kerja sama business-to-business (B2B),
InJourney membuka peluang bagi para mitra untuk mengembangkan produk perjalanan sesuai karakteristik pasar dan kebutuhan pelanggan masing-masing.
Direktur Komersial InJourney, Veronica H. Sisilia mengatakan, kekuatan portofolio InJourney perlu didukung jaringan kemitraan yang mampu menghubungkan destinasi dan layanan pariwisata dengan sumber permintaan pasar.
Karena itu, pengembangan kerja sama B2B menjadi bagian penting dari strategi perusahaan untuk memperluas jangkauan pemasaran sekaligus memperkuat peluang bisnis lintas entitas.
“Melalui JWITF 2026, kami membawa kekuatan ekosistem InJourney untuk membuka kerja sama yang lebih luas dengan pelaku industri. Mitra dapat menjajaki berbagai kebutuhan bisnis, dari destinasi dan akomodasi hingga layanan pendukung perjalanan, dalam satu forum. Kami ingin pertemuan ini menghasilkan peluang yang dapat ditindaklanjuti menjadi kerja sama distribusi, penjualan, dan kolaborasi komersial yang berkelanjutan,” ujar Veronica.
Baca juga : MotoGP Mandalika Makin Ngebut, Ekonomi NTB Ikut Tancap Gas
Program kemitraan InJourney berfokus pada perluasan kanal distribusi dan pembukaan akses ke pasar sumber wisatawan baru.
Penjajakan dengan agen perjalanan, operator tur, jaringan grosir produk perjalanan, serta penyedia inventori kamar hotel menjadi sarana untuk mempertemukan kapasitas layanan dalam ekosistem InJourney dengan kebutuhan pasar.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat pemasaran untuk berbagai segmen, mulai dari perjalanan individu dan rombongan hingga perjalanan korporat dan MICE.
Portofolio yang ditawarkan mencakup destinasi warisan budaya dan rekreasi, jaringan perhotelan, kawasan pariwisata, layanan pendukung aviasi, serta produk ritel Indonesia.
Borobudur, Prambanan, Ratu Boko, dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menjadi bagian dari penawaran destinasi wisata.
Sementara itu, jaringan InJourney Hospitality membuka peluang kerja sama di sektor akomodasi dan MICE. Portofolio kawasan pariwisata InJourney juga mencakup The Mandalika, The Nusa Dua, dan The Golo Mori yang diperkenalkan kepada calon mitra untuk membuka peluang pengembangan produk perjalanan.
Di sektor perhotelan, penjajakan kerja sama komersial dilakukan melalui penawaran tarif khusus dan skema kemitraan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar.
Baca juga : Sukseskan MotoGP Mandalika 2026, IAS Tangani Lebih dari 534 Ton Kargo
Adapun portofolio destinasi membuka peluang pengembangan paket perjalanan berbasis budaya dan pengalaman khas Indonesia.
Kombinasi tersebut memberi ruang bagi mitra untuk menyusun produk perjalanan yang relevan dengan karakteristik pelanggan dan segmen pasar yang dilayani.
Selain destinasi dan perhotelan, InJourney Aviation Services turut diperkenalkan untuk menjajaki kebutuhan layanan pendukung aviasi dan operasional.
Sementara itu, Sarinah melengkapi penawaran B2B melalui peluang pengadaan produk bagi industri pariwisata dan sektor korporasi.
Dengan cakupan lintas sektor tersebut, kerja sama yang dibangun diharapkan dapat menjangkau rantai usaha pariwisata secara lebih luas, termasuk kebutuhan layanan dan pengadaan antarpelaku bisnis.
Veronica menambahkan, kolaborasi lintas entitas memungkinkan pengembangan pasar yang saling melengkapi.
Sinergi ini dinilai penting untuk membantu mitra industri merancang perjalanan lintas destinasi, mengembangkan segmen pelanggan, serta memperkuat daya saing produk pariwisata Indonesia di jaringan pemasaran mereka.
Baca juga : 66 Penerbangan Tambahan Disiapkan Untuk MotoGP Mandalika
“Setiap pasar memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, kami membuka ruang kerja sama yang disesuaikan dengan kebutuhan mitra dan potensi masing-masing destinasi. Dengan menghubungkan portofolio InJourney dengan jaringan distribusi yang tepat, kami ingin memperbesar peluang bisnis sekaligus mendorong nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi ekosistem pariwisata Indonesia,” tambah Veronica.
Pertemuan bisnis selama JWITF 2026 diarahkan untuk menghasilkan calon kerja sama dengan kebutuhan dan potensi komersial yang jelas.
Peluang tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti bersama entitas terkait, baik melalui pembahasan kontrak, kemitraan distribusi, pengembangan produk, maupun kolaborasi pemasaran.
Dengan demikian, partisipasi InJourney tidak hanya berfokus pada promosi selama pameran, tetapi juga diarahkan untuk membangun hubungan usaha yang berkelanjutan setelah kegiatan berakhir.
“Keberhasilan forum ini perlu dilihat dari kualitas hubungan bisnis yang dibangun dan peluang yang dapat diwujudkan bersama. Kami ingin semakin banyak mitra membawa destinasi dan layanan Indonesia ke pasar mereka, sehingga pertumbuhan bisnis dapat berjalan seiring dengan semakin luasnya manfaat pariwisata bagi masyarakat,” tutup Veronica.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya