RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mengandalkan pengembangan layanan digital dan bisnis bulion atau bank emas untuk mendorong pertumbuhan bisnis, di tengah upaya memperluas pembiayaan berbasis ekosistem dan meningkatkan transaksi nasabah.
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan, strategi tersebut dijalankan dengan tetap menjaga kualitas aset, efisiensi, dan kecukupan modal agar pertumbuhan bisnis memberikan kontribusi berkelanjutan bagi perekonomian nasional.
“Fokus kami bukan hanya menjaga pertumbuhan bisnis, tetapi juga memastikan setiap ekspansi memberikan nilai tambah bagi nasabah, pelaku usaha, dan pemegang saham,” kata Novita dalam paparan kinerja secara virtual, Jumat.
Ia optimistis fundamental keuangan yang sehat dan layanan yang semakin terintegrasi dapat memperkuat peran Bank Mandiri dalam mendukung aktivitas ekonomi serta memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat.
Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan bisnis bulion yang melengkapi pilihan layanan keuangan masyarakat. Sebagai bank konvensional pertama di Indonesia yang memperoleh izin bank bulion, Bank Mandiri menyediakan layanan Tabungan Emas, cicilan emas melalui KSM Emas, hingga pengambilan emas fisik dalam satu ekosistem.
Direktur Information Technology Bank Mandiri Sunarto Xie mengatakan layanan tersebut terintegrasi melalui aplikasi Livin’ by Mandiri. Nasabah dapat membuka Tabungan Emas dengan pembelian awal mulai dari 0,02 gram, kemudian melakukan pembelian emas mulai dari 0,005 gram dan penjualan mulai dari 0,01 gram secara real time selama 24 jam.
Baca juga : Laba Bersih Bank Mandiri Tembus Rp 45,5 T Pada Kuartal III-2026
“Sementara itu, KSM Emas menyediakan fasilitas kredit untuk pembelian emas dengan mekanisme cicilan, sehingga nasabah memiliki pilihan layanan sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Untuk memenuhi kebutuhan emas fisik, nasabah dapat mengambil emas dari saldo Tabungan Emas melalui 28 ATM Emas dan 458 cabang yang dapat dipilih melalui Livin’. Pilihan emas yang tersedia mencakup merek ANTAM LM dan HRTA GOLD.
“Melalui bisnis bulion, kami ingin memudahkan masyarakat mengakses layanan emas yang terintegrasi melalui Livin’ by Mandiri, mulai dari menabung, cicil emas, hingga ambil emas fisik dari tabungan emas,” kata Sunarto.
Pengguna Livin’ Terus Bertambah
Selain mengembangkan bisnis bulion, Bank Mandiri terus memperkuat layanan digital melalui Livin’ by Mandiri yang telah memiliki 42,6 juta pengguna terdaftar hingga September 2026.
Sepanjang Januari-September 2026, Livin’ mencatatkan 4,18 miliar transaksi senilai Rp 3.863 triliun. Jumlah transaksi tersebut tumbuh 22 persen secara tahunan (year on year/yoy), sedangkan nilai transaksi meningkat 20 persen.
Baca juga : Kinerja Melesat, Bank Mandiri Buyback Saham Dan Tebar Dividen
Pengembangan layanan digital dilakukan dengan berorientasi pada pengalaman nasabah melalui integrasi berbagai kebutuhan keuangan dalam satu aplikasi. Layanan tersebut mencakup kebutuhan menabung (Save Money), bertransaksi (Move Money), memperoleh pembiayaan (Borrow Money), dan berinvestasi (Grow Money), serta solusi gaya hidup yang terhubung dengan ekosistem Bank Mandiri.
Upaya itu diwujudkan melalui tujuh fitur terbaru, yakni QR+, e-Deposito, Livin’ Next-G+, Kredit Agunan Deposito, Kredit Agunan SBN, KSM Emas, dan Tabungan Emas.
Sunarto mengatakan Livin’ by Mandiri juga menghadirkan fitur personalisasi yang memungkinkan nasabah mengatur fitur, widget, pilihan penyedia layanan pembayaran, serta notifikasi sesuai kebutuhan.
Kopra Perkuat Layanan Nasabah Bisnis
Di segmen bisnis, Bank Mandiri mengembangkan Kopra by Mandiri sebagai platform digital untuk mendukung kebutuhan transaksi dan operasional perusahaan.
Hingga September 2026, Kopra memiliki 406 ribu pengguna terdaftar. Sepanjang Januari-September 2026, nilai transaksi melalui platform tersebut mencapai Rp 22.801 triliun atau tumbuh 17 persen secara tahunan.
Baca juga : Analis: Saham JARR dan PGUN Jadi Alternatif Agunan Kredit Mandiri
Sunarto mengatakan Kopra selama ini menjadi platform andalan nasabah bisnis untuk mengelola transaksi perbankan melalui perangkat desktop. Untuk menjawab kebutuhan mobilitas nasabah, Bank Mandiri juga menghadirkan Kopra Mobile dengan tampilan dan pengalaman transaksi yang diperbarui.
“Berbagai kebutuhan utama operasional bisnis kini terintegrasi langsung dalam genggaman. Mulai dari pemantauan saldo hingga eksekusi transaksi dan otorisasi pembayaran, dilengkapi onboarding melalui verifikasi biometrik Face Recognition serta integrasi Mobile Token,” ujarnya.
Pengembangan layanan digital untuk nasabah individu dan bisnis tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemudahan transaksi, memperkuat keterhubungan ekosistem keuangan, serta mendukung pertumbuhan bisnis Bank Mandiri secara berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.