Dark/Light Mode

Capai 72,03 Persen, Bank Mandiri Salurkan KUR Hingga Rp 29,53 T Per Agustus 2026

Rabu, 30 September 2026 19:54 WIB
Foto: Dok. Bank Mandiri
Foto: Dok. Bank Mandiri

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 29,53 triliun, atau mencapai 72,03 persen hingga 31 Agustus 2026 dari target tahun ini sebesar Rp 41 triliun.

Penyaluran tersebut telah menjangkau 223.284 debitur UMKM di seluruh Indonesia, sekaligus membantu pelaku usaha mengembangkan kapasitas bisnis dan meningkatkan skala usahanya.

Senior Vice President Micro Development and Agent Banking Bank Mandiri Bayu Trisno Arief Setiawan mengatakan, komitmen terhadap sektor produktif tercermin dari komposisi penyaluran KUR Bank Mandiri.

“Hingga delapan bulan pertama 2026, sebesar 64,48 persen atau Rp 19,04 triliun KUR Bank Mandiri mengalir ke sektor produksi, sementara 35,52 persen atau Rp 10,48 triliun mengalir ke sektor nonproduksi,” kata Bayu dalam keterangan resmi, Rabu (30/9/2026).

Rinciannya, sektor pertanian menjadi penerima terbesar dengan penyaluran mencapai Rp 9,84 triliun atau 33,32 persen, diikuti sektor jasa produksi sebesar Rp 6,47 triliun atau 21,92 persen, serta industri pengolahan sebesar Rp 2,28 triliun atau 7,75 persen.

Penyaluran juga mencakup sektor perikanan yang mencapai sebesar Rp 424 miliar dengan tren yang terus bertumbuh.

Baca juga : Bank Mandiri Bakal Tebar Dividen Sebesar Rp 6,16 Triliun

Menurut Bayu, komposisi ini menunjukkan fokus Bank Mandiri dalam memperluas pembiayaan ke aktivitas usaha yang menghasilkan barang dan jasa sekaligus memiliki keterkaitan dengan rantai pasok perekonomian, termasuk sektor pangan dari hulu hingga hilir.

“Pertumbuhan UMKM memiliki peran penting dalam menciptakan aktivitas ekonomi yang lebih luas,” katanya. 

Karena itu, penyaluran KUR diarahkan untuk membuka akses pembiayaan yang dapat membantu pelaku usaha meningkatkan produktivitas, memperkuat kapasitas usaha, dan berkembang bersama ekosistem di sekitarnya.

Bank Mandiri, tegas Bayu, melihat bahwa pertumbuhan pelaku usaha tidak berdiri sendiri. Ketika petani dapat meningkatkan produktivitas, maka terdapat peluang bagi sektor perdagangan, jasa, pengolahan, hingga distribusi untuk ikut berkembang.

“Pembiayaan KUR kami arahkan untuk mendukung rantai aktivitas ekonomi tersebut, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Bayu mengatakan hingga 31 Agustus 2026, kualitas penyaluran KUR Bank Mandiri tetap terjaga dengan non-performing loan (NPL) di bawah 1 persen.

Baca juga : Mandiri Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,34 %

Bank Mandiri juga terus memperluas akses bagi pelaku usaha yang sebelumnya belum memperoleh pembiayaan KUR.

Pada periode yang sama, realisasi debitur baru mencapai 157.839 debitur, atau 71,75 persen dari target tahun 2026 sebanyak 220 ribu debitur.

Jumlah tersebut setara dengan sekitar 71 persen dari total debitur penerima KUR Bank Mandiri sepanjang 2026 hingga Agustus.

Secara historis, sejak pertama kali menyalurkan KUR pada 2008 hingga 31 Agustus 2026, Bank Mandiri telah menyalurkan Rp 332,77 triliun kepada 3,81 juta debitur.

“Capaian tersebut turut mencerminkan konsistensi bank berlogo pita emas ini dalam menjalankan mandat Pemerintah, untuk memperluas akses pembiayaan bagi usaha mikro dan kecil sekaligus mendorong inklusi keuangan,” ujar Bayu. 

Bayu menekankan, dalam semangat HUT ke-28 Bank Mandiri, komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya Perseroan menghadirkan pertumbuhan yang memberikan manfaat lebih luas.

Baca juga : Bank Mandiri Paparkan Prospek Ekonomi Indonesia Semester II 2026

Melalui tema ‘Tumbuh Bersama Majukan Indonesia,’ Bank Mandiri ingin memastikan pertumbuhan perseroan dapat berjalan beriringan dengan perkembangan nasabah, UMKM, pelaku usaha, serta masyarakat di berbagai daerah.

“Bagi Bank Mandiri, pertumbuhan memiliki makna ketika dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk berkembang,” katanya.

Pihaknya ingin hadir melalui akses pembiayaan, tetapi juga dengan membangun sinergi ekosistem agar pelaku usaha memiliki ruang untuk meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan memberikan kontribusi yang semakin besar bagi perekonomian.

Ke depan, Bank Mandiri akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, serta berbagai pelaku dalam ekosistem usaha untuk memperluas akses pembiayaan produktif.

“Langkah ini menjadi bagian dari komitmen kami, dalam mendorong sektor-sektor strategis, memperkuat rantai pasok, dan menciptakan nilai tumbuh bagi masyarakat sebagai bagian dari upaya Tumbuh Bersama Majukan Indonesia,” pungkas Bayu.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.