BREAKING NEWS
 

Inalum Bidik Pasar Aluminium Untuk Baterai EV Dan Semikonduktor

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Selasa, 27 Oktober 2026 11:01 WIB
Foto: DIT/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) membidik pengembangan produk aluminium bernilai tambah tinggi untuk mendukung industri kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), semikonduktor, hingga teknologi pertahanan. Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas hilirisasi aluminium agar tidak berhenti pada produksi aluminium primer.

Direktur Strategi Korporasi, Pengembangan Usaha, dan Komersial PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) Arif Haendra mengatakan, pengembangan industri aluminium ke depan perlu diarahkan pada produksi material berteknologi tinggi sesuai kebutuhan industri modern.

Menurut dia, aluminium memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai bahan baku berbagai produk, termasuk komponen kendaraan listrik dan material baterai. Kandungan aluminium dalam baterai dan komponen pendukung kendaraan listrik membuka peluang bagi industri nasional untuk memperluas pemanfaatan logam tersebut.

Baca juga : Dari Hannover Ke Bandung, AGK Rintis Ekosistem Chip Nasional

“Di dalam baterai mobil itu masih mengandung 40 persen aluminium. Meskipun disebut litium atau nikel, ada aluminiumnya, termasuk pada braket dan titik-titik tertentu,” kata Arif dalam paparannya pada media gathering Inalum di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Ia menjelaskan, pengembangan hilirisasi aluminium tidak cukup hanya dengan mengolah bauksit menjadi alumina, kemudian menjadi aluminium. Industri perlu melanjutkan pengolahan ke tahap berikutnya agar menghasilkan produk dengan spesifikasi dan nilai tambah lebih tinggi.

Adsense

Arif mengatakan, Inalum saat ini telah mengembangkan sejumlah seri aluminium untuk kebutuhan otomotif, bahan bangunan, dan penggunaan umum. Perusahaan juga berupaya mengembangkan paduan aluminium dengan spesifikasi khusus untuk memasuki pasar yang lebih kompleks.

Baca juga : DEN: Ekspor Hilirisasi Naik 45 Persen Dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Salah satu pengembangan yang dilakukan adalah paduan aluminium seri 2 dan seri 7 yang berpotensi digunakan sebagai material pesawat terbang. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan kemampuan produksi material dengan karakteristik teknis yang sesuai kebutuhan industri.

Lebih lanjut, Inalum juga diarahkan untuk mengembangkan advanced materials atau material maju yang dapat digunakan dalam teknologi pertahanan, kendaraan listrik, dan semikonduktor.

“Sekarang kita diminta untuk lebih berkembang ke arah advanced materials. Itu untuk teknologi pertahanan, teknologi EV, baterai EV, kemudian teknologi semacam semikonduktor dan sebagainya,” ujar Arif.

Baca juga : Prabowo Bersiap Luncurkan Proyek Hilirisasi Rp 180 T & Ekspor Perdana Baterai EV

Ia menambahkan, pengembangan produk hilir membutuhkan investasi, riset, serta kepastian pasar. Pasalnya, material dengan spesifikasi khusus memiliki karakteristik teknis yang semakin kompleks dan pasar yang lebih spesifik dibandingkan produk aluminium standar.

Karena itu, pengembangan hilirisasi perlu disertai penguatan riset dan kemampuan teknologi agar industri nasional dapat menghasilkan material yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Arif menegaskan, pengembangan industri lanjutan menjadi penting agar manfaat pengolahan sumber daya mineral di dalam negeri semakin besar. Dengan memperluas rantai nilai aluminium, Indonesia berpeluang meningkatkan kemampuan industri nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor material berteknologi tinggi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense