Dark/Light Mode

Dari Hannover Ke Bandung, AGK Rintis Ekosistem Chip Nasional

Kamis, 22 Oktober 2026 12:15 WIB
Foto: Pixabay
Foto: Pixabay

RM.id  Rakyat Merdeka - Upaya membangun industri semikonduktor nasional telah dirintis sejak penjajakan Kementerian Perindustrian dengan pelaku industri global di Hannover Messe 2022, saat Agus Gumiwang Kartasasmita (AGK) menjabat Menteri Perindustrian.

Dari ajang industri internasional tersebut, Kemenperin di bawah AGK memetakan peluang dan celah yang paling realistis bagi Indonesia untuk masuk ke rantai pasok semikonduktor global. Strategi itu diarahkan pada penguatan desain chip dan sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi awal industri semikonduktor nasional.

Semikonduktor atau chip kini menjadi komponen strategis bagi berbagai sektor, mulai dari pertahanan, otomotif, dirgantara, telekomunikasi, energi hingga kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Ketergantungan Indonesia terhadap impor chip menjadi salah satu alasan pengembangan ekosistem semikonduktor mulai didorong secara lebih serius. AGK menyebut kondisi tersebut sebagai sinyal penting untuk membangun ketahanan industri nasional melalui langkah yang konkret dan bertahap.

“Fokus awal kami adalah menyiapkan SDM yang mampu mendesain chip,” ujar AGK dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR pada Januari 2026.

Baca juga : Digagas AGK, Kebijakan Gas Murah Kerek Daya Saing Industri

Menurut AGK, desain chip dipilih sebagai pintu masuk karena memiliki nilai tambah tinggi dan bertumpu pada kemampuan SDM. Pilihan tersebut juga mempertimbangkan bahwa Indonesia belum memiliki kapasitas fabrikasi wafer.

Kemenperin kemudian menyusun peta jalan semikonduktor yang mencakup material, desain, fabrikasi, perakitan, pengujian, dan pengemasan. Desain chip dan talenta ditempatkan sebagai penggerak tahap awal karena Indonesia telah memiliki fasilitas perakitan dan pengujian semikonduktor di Batam serta perusahaan desain sirkuit terpadu yang telah masuk rantai pasok global.

Langkah konkret berikutnya diwujudkan melalui pembentukan Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDEC) pada 2023. ICDEC diprakarsai Kemenperin bersama PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) dan pakar desain chip dari 13 perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

AGK memastikan, ICDEC dibangun sebagai organisasi nirlaba yang tidak bergantung pada APBN. Pusat tersebut mengandalkan kolaborasi perguruan tinggi, industri, dan mitra global untuk mencetak talenta desain chip Indonesia.

Kolaborasi itu kemudian berkembang. Saat ini ICDEC bermitra dengan 16 perguruan tinggi dan tujuh pelaku industri.

Baca juga : Hashim Dorong Teknologi Penangkap Karbon Untuk Tekan Emisi Industri

Perjalanan dari Hannover menuju Bandung mencapai salah satu tahap penting pada Januari 2026 ketika AGK meresmikan fasilitas ICDEC di ITB Innovation Park, Bandung, bersamaan dengan penyelenggaraan Indonesia Semiconductor Summit 2026.

Fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem desain chip nasional sekaligus mempertemukan perguruan tinggi, industri dan mitra internasional dalam pengembangan SDM serta riset semikonduktor.

Tiga bulan setelah peresmian fasilitas ICDEC, kerja sama pengembangan SDM diperkuat melalui penandatanganan kerja sama dan surat minat dengan Intel, National Taiwan Normal University, dan President University.

Sebelumnya, pelatihan desain chip bersama Polytron, IMEC Belgia, dan Cadence telah dimulai pada Oktober 2024 di Kudus. Kemenperin juga menandatangani nota kesepahaman dengan Apple yang memuat komitmen riset dan pengembangan di Indonesia melalui ICDEC.

Sebelumnya, Ketua ICDEC Trio Adiono menilai, desain chip merupakan titik masuk strategis bagi Indonesia dalam rantai pasok semikonduktor global. Melalui riset dan pendidikan yang konsisten, Indonesia dinilai dapat menjadi produsen pengetahuan dan talenta, bukan sekadar pasar.

Baca juga : Dihantam Banyak Krisis, PMI Manufaktur Solid Semasa AGK

Langkah tersebut menjadi semakin penting di tengah meningkatnya kebutuhan chip global. Pasokan chip saat ini terserap dalam jumlah besar oleh pusat data AI sehingga pasokan untuk sejumlah sektor, termasuk elektronik rumah tangga dan otomotif, ikut tertekan.

Kondisi itu memperlihatkan pentingnya kemampuan Indonesia membangun kapasitas semikonduktor sendiri. Jejak dari Hannover Messe 2022 hingga fasilitas ICDEC di Bandung menunjukkan strategi tersebut mulai diarahkan dari penjajakan kerja sama global menuju pembangunan fondasi desain chip dan talenta nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.