BREAKING NEWS
 

IKK-PT Garam Jajaki Kerja Sama: Bidik Penguatan Industri Garam Nasional

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Rabu, 28 Oktober 2026 05:43 WIB
Penjajakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Indo Kreasi Konstruksi (IKK) dan PT Garam (Persero) di Jakarta. (Foto : Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka -

PT Indo Kreasi Konstruksi (IKK) dan PT Garam (Persero) menjajaki kerja sama pengembangan industri garam nasional melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) di Jakarta.

"Kolaborasi ini menjadi langkah awal untuk mendorong peningkatan kapasitas produksi dalam negeri sekaligus memperkuat ketahanan pasokan garam nasional, " demikian keterangan yang diterima rm.id, Rabu (28/10/2026).

Kerja sama tersebut sejalan dengan kebutuhan garam Indonesia yang terus meningkat, baik untuk konsumsi masyarakat maupun kebutuhan industri dan farmasi. Di sisi lain, produksi domestik masih belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan nasional sehingga impor tetap menjadi salah satu sumber pasokan.

Baca juga : Jerman Bidik Talenta Unggul Melalui Akademik

Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), kebutuhan garam nasional pada 2024 mencapai sekitar 4,8 juta ton. Sementara itu, produksi garam dalam negeri tercatat sekitar 2,04 juta ton.

Kesenjangan antara kebutuhan dan produksi tersebut menunjukkan perlunya penguatan kapasitas industri garam domestik. Selain meningkatkan volume produksi, pengembangan industri juga perlu diarahkan untuk menghasilkan garam dengan spesifikasi yang sesuai dengan kebutuhan berbagai sektor.

Adsense

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor garam Indonesia mencapai sekitar 2,75 juta ton pada 2024 dan 2,67 juta ton pada 2025. Angka ini memperlihatkan bahwa pemenuhan kebutuhan garam nasional masih membutuhkan pasokan dari luar negeri.

Sebagai bagian dari rencana pengembangan industri, IKK bersama mitranya merencanakan pembangunan pabrik garam modern dengan mengadopsi teknologi terkini. Fasilitas tersebut dirancang untuk menghasilkan dua produk sekaligus, yakni garam dan air bersih.

Baca juga : Indonesia Gaspol Tangani Online Scam Hingga TPPO

Pemanfaatan teknologi terintegrasi ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah dalam proses produksi sekaligus mendukung optimalisasi sumber daya. Namun, realisasi pembangunan fasilitas tersebut masih memerlukan kajian, perencanaan teknis, serta kesepakatan lebih lanjut antara pihak-pihak terkait.

"Jika terealisasi, proyek ini diharapkan dapat menambah kapasitas produksi garam nasional, memperkuat ketahanan pasokan, serta mengurangi ketergantungan terhadap produk impor secara bertahap," tambah keterangan tersebut.

Penandatanganan MoU antara IKK dan PT Garam menjadi landasan awal bagi kedua perusahaan untuk menjajaki potensi sinergi dalam pengembangan industri garam yang berdaya saing. Kerja sama ini juga diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah memperkuat kemandirian industri melalui peningkatan kapasitas produksi dan pemanfaatan teknologi.

Ke depan, kolaborasi tersebut diharapkan berkembang menjadi proyek yang memberikan manfaat nyata bagi industri nasional, terutama dalam memenuhi kebutuhan domestik dan mendukung target swasembada garam Indonesia.

Baca juga : Indonesia Pimpin CTIF, Perkuat Kerja Sama Intelijen Hadapi Ancaman Terorisme

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense