Dark/Light Mode

Indonesia Pimpin CTIF, Perkuat Kerja Sama Intelijen Hadapi Ancaman Terorisme

Sabtu, 24 Oktober 2026 13:29 WIB
Foto: Puspen TNI.
Foto: Puspen TNI.

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia memperkuat peran dalam kerja sama intelijen internasional dengan memimpin Counter Terrorism Information Facility (CTIF) Council Meeting 2026 di Singapura.

Forum yang berlangsung pada 22–23 Oktober 2026 ini menjadi momentum bagi sembilan negara anggota untuk memperkuat pertukaran informasi intelijen dan merumuskan strategi menghadapi ancaman terorisme lintas negara.

Asisten Intelijen (Asintel) Panglima TNI Mayjen TNI Rio Firdianto memimpin pertemuan yang dihadiri para pimpinan intelijen dari sembilan negara anggota CTIF, yakni Australia, Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Thailand, dan Amerika Serikat.

Pertemuan tahunan tersebut membahas perkembangan dan efektivitas pelaksanaan kerja sama CTIF selama setahun terakhir, sekaligus menentukan strategi kerja sama untuk tahun mendatang. Agenda ini juga menandai lima tahun berdirinya CTIF.

Baca juga : Diskusi Nasional Soroti Ancaman Ekstremisme Kekerasan dan Terorisme terhadap Anak

Rio menjelaskan, forum tersebut turut membahas tren ancaman terorisme di berbagai kawasan dunia, termasuk faktor-faktor yang dapat memicu pergerakan kelompok teroris serta langkah-langkah untuk mengantisipasinya.

“Pada forum ini didiskusikan pula tentang tren ancaman terorisme saat ini dari berbagai kawasan di dunia, termasuk pemicu pergerakannya serta langkah untuk mengantisipasi ancaman tersebut,” ujarnya dalam keterangan yang disampaikan pada Sabtu (24/10/2026).

Menurut Rio, kerja sama intelijen yang telah berlangsung lama di antara negara-negara peserta terbukti berperan penting dalam upaya pencegahan aksi terorisme dan menjaga keamanan kawasan.

“Kerja sama intelijen untuk menghadapi ancaman terorisme ini sudah berlangsung lama dan sangat efektif untuk mencegah aksi-aksi terorisme di negara peserta serta menjaga keamanan kawasan,” katanya.

Baca juga : Situasi Keamanan Nasional Di Level Waspada Terkendali

Kerja sama tersebut diperkuat melalui pertukaran informasi dan koordinasi antarlembaga intelijen untuk mengantisipasi ancaman terorisme lintas negara.

Setiap negara anggota juga menempatkan perwakilan untuk mendukung operasionalisasi CTIF.

Rio menjelaskan, kerja sama dilaksanakan dalam lingkup domestik maupun internasional, baik secara bilateral maupun multilateral.

Bentuk kerja sama itu mencakup pertukaran intelijen, pelatihan, serta peningkatan kapasitas personel analis.

Baca juga : Awas, Terorisme Bergerak Kian Lincah Di Ruang Digital

“Dalam pelaksanaannya, kerja sama dengan negara-negara sahabat tersebut mengakomodasi pertukaran intelijen dan pelatihan serta peningkatan kapasitas personel analis untuk mempertajam intelijen sehingga dapat menentukan pengambilan langkah antisipasi yang terukur dan efektif,” jelasnya.

Selain mengikuti pertemuan dewan, para peserta juga meninjau dan menyaksikan demonstrasi operasional fasilitas CTIF di Changi Naval Base, Singapura.

Kepemimpinan Indonesia sebagai Ketua CTIF Council periode 2025–2026 mencerminkan komitmen TNI dalam memperkuat diplomasi militer dan kerja sama intelijen internasional.

Upaya ini diharapkan dapat mendukung stabilitas serta menjaga keamanan kawasan di tengah perkembangan ancaman terorisme yang semakin kompleks.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.