Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Zaskia Adya Mecca, Turun Langsung Padamkan Karhutla
- Chelsea Vs Tottenham Hotspur, Derby Sarat Kepentingan
- Moto3 Australia, Veda Ogah Ngotot Di Phillip Island
- KBRI Paris Minta WNI Waspadai Demo Lanjutan di Prancis: Perhatikan Jam Malam
- Polda Metro Ciduk Dua Tersangka Pengiriman 26 Jeriken Merkuri Ke Burkina Faso
RI-China Teken 8 MoU Di TEI 2026, Bidik Peluang Investasi & Perdagangan
Selasa, 20 Oktober 2026 12:47 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia dan China memperkuat kerja sama ekonomi melalui penandatanganan delapan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dalam Indonesia-China Business Forum 2026 yang menjadi bagian dari Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41.
Forum yang digelar di Tangerang pada 15 Oktober 2026 tersebut mempertemukan sekitar 150 pembeli (buyers) dan calon investor potensial untuk menjajaki peluang perdagangan dan investasi di berbagai sektor.
Delapan MoU yang ditandatangani mencakup sektor jasa hukum dan konsultasi investasi, pendidikan, konstruksi, manufaktur besi dan baja, pertanian, serta perikanan.
Baca juga : KJRI Karachi Hasilkan 14 Kesepakatan Bisnis Senilai Rp 167,6 Miliar di TEI 2026
Penandatanganan kesepakatan disaksikan Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, jajaran kepala perwakilan RI di China, serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Komite Tiongkok (KIKT).
Duta Besar RI untuk China dan Mongolia Djauhari Oratmangun mengatakan, tren peningkatan perdagangan bilateral pada 2026 membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan China.
Dalam forum tersebut, perwakilan Indonesia berupaya mengoptimalkan minat pelaku usaha China terhadap peluang perdagangan dan investasi di Tanah Air.
Baca juga : Astra Dorong UMKM Indonesia Perluas Pasar Ekspor melalui TEI 2026
Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri dalam pidato kuncinya menekankan, pentingnya sinergi antara pemangku kepentingan kedua negara untuk mengoptimalkan potensi ekonomi dan memperkuat ketahanan rantai pasok global.
Forum bertema "New Opportunities, Stronger Connections and Deepening Partnership" itu juga menghadirkan paparan dari para pakar dan pemangku kebijakan mengenai peluang investasi, kemudahan regulasi karantina tumbuhan untuk ekspor, serta efisiensi transaksi keuangan antarnegara.
Konjen RI di Shanghai Berlianto Situngkir menegaskan, pentingnya menindaklanjuti setiap kesepakatan bisnis agar menghasilkan manfaat nyata bagi pembangunan ekonomi kedua negara.
Baca juga : Topan Dolphin Tak Halangi WNI Di Shanghai Rayakan HUT Ke-81 RI
Melalui forum tersebut, Indonesia mendorong agar kesepakatan yang telah dicapai dapat ditindaklanjuti menjadi realisasi investasi dan perdagangan konkret.
Penyelenggaraan Indonesia-China Business Forum 2026 melibatkan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Shanghai, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing, KJRI Guangzhou, Kementerian Perdagangan, Kementerian Investasi dan Hilirisasi, serta Badan Karantina Indonesia.
Forum bisnis yang terintegrasi dengan TEI ke-41 itu diharapkan memperluas kemitraan ekonomi Indonesia dan China sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha kedua negara untuk meningkatkan perdagangan dan investasi di tengah dinamika ekonomi global.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya