RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pada awal perdagangan Rabu melemah 0,08 persen atau 15 poin menjadi Rp 18.171 per dolar AS dari penutupan perdagangan sebelumnya sebesar Rp 18.156 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia terhadap dolar AS bervariasi. Won Korea melemah 0,58 persen, baht Thailand turun 0,22 persen, dolar Singapura melemah 0,05 persen, dan yuan China turun 0,02 persen.
Sementara itu, dolar Taiwan menguat 0,18 persen, ringgit Malaysia naik 0,13 persen, yen Jepang menguat 0,01 persen, dan dolar Hong Kong naik 0,008 persen.
Baca juga : Indeks Anjlok Lagi, Rupiah Masih Lemah
Indeks dolar AS terhadap mata uang utama lainnya menguat 0,08 persen ke level 102,24.
Adapun rupiah terhadap poundsterling Inggris menguat 0,05 persen ke level Rp 24.145, terhadap dolar Australia naik 0,50 persen ke level Rp 12.779, sedangkan terhadap euro stagnan di level Rp 19.627.
Analis pasar uang Lukman Leong mengatakan rupiah masih berpotensi melanjutkan pelemahan di tengah penguatan indeks dolar AS yang dipicu antisipasi terhadap sikap hawkish Federal Reserve (The Fed) dalam pertemuan FOMC.
Baca juga : Makin Melemah, Rupiah Dibuka Di Level Rp 18.139
“Rupiah diperkirakan masih berpotensi melemah di tengah kenaikan indeks dolar AS oleh antisipasi sikap hawkish dari The Fed dalam pertemuan FOMC malam ini,” jelas Lukman, Rabu (28/10/2026).
Menurut dia, tingginya harga minyak dunia serta aksi jual bersih (net sell) investor asing yang masih berlanjut di pasar ekuitas domestik turut menjadi faktor yang membebani pergerakan rupiah.
Lukman memproyeksikan rupiah bergerak dalam kisaran konsolidasi Rp 18.100-Rp 18.200 per dolar AS.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.