Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Arema FC Dibantai Persija, Walisson Maia Minta Maaf kepada Aremania
- Inter Milan Tekuk Shakhtar Donetsk, Carlos Augusto Jadi Penentu
- Mbappe Brace, Real Madrid Hajar RB Leipzig
- Jakmania Dilarang Hadiri 6 Laga Tandang, PSSI Sanksi Persija-Persita
- Madura United Vs Persib Bandung, Jadwal Padat Jadi Kendala
RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,09 persen ke level Rp 18.038 per dolar AS pada perdagangan Kamis (22/10/2026), dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp 18.022 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia bervariasi terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia melemah 0,03 persen, dolar Singapura terkoreksi 0,03 persen, sedangkan yen Jepang menguat 0,03 persen, won Korea Selatan naik 0,13 persen, dan dolar Hong Kong menguat 0,01 persen.
Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan dolar terhadap sejumlah mata uang utama melemah 0,12 persen ke level 101,48. Di sisi lain, rupiah menguat 0,04 persen terhadap poundsterling Inggris ke level Rp 24.160 dan terhadap dolar Australia ke level Rp 12.660, sedangkan terhadap euro stagnan di level Rp 20.278.
Baca juga : Rupiah Melesat Ke Level Rp 17.985 Per Dolar AS
Analis pasar uang Lukman Leong mengatakan rupiah masih berpotensi melemah terhadap dolar AS setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) sehari sebelumnya. Keputusan tersebut dinilai di luar ekspektasi pasar.
“Rupiah diperkirakan masih berpotensi melemah terhadap dolar AS setelah BI di luar perkiraan tidak menaikkan tingkat suku bunga kemarin,” kata Lukman, Kamis (22/10/2026).
Meski demikian, Lukman menilai sentimen di pasar saham masih dapat menjadi faktor yang menahan pelemahan rupiah. Perbaikan kondisi pasar ekuitas berpotensi menopang pergerakan mata uang Garuda.
Baca juga : Rupiah Menguat Ke Rp 18.038, Investor Kini Tunggu Keputusan BI
“Fokus investor masih pada sentimen di pasar ekuitas yang apabila kembali membaik dapat menahan pelemahan atau bahkan menguatkan rupiah,” ujarnya.
Selain itu, investor mencermati laporan atau rumor mengenai potensi kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat yang dapat memengaruhi sentimen pasar global.
Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp 17.850 hingga Rp 18.000 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya