RM.id Rakyat Merdeka - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) bersama Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) terus menjalankan reformasi badan usaha milik negara (BUMN) sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola, dan mengoptimalkan aset negara.
Guru Besar Universitas Lancang Kuning Pekanbaru sekaligus mantan Rektor Universitas Simalungun periode 2014–2018, Prof. Dr. Marihot Manullang, menilai reformasi BUMN perlu didukung sebagai upaya strategis untuk memperbaiki kinerja perusahaan negara sekaligus memastikan pengelolaan kekayaan negara berjalan lebih efektif dan akuntabel.
“Langkah Presiden Prabowo dalam membenahi BUMN patut diapresiasi. Arahan untuk memperkuat efisiensi dan meningkatkan produktivitas harus diterjemahkan menjadi kebijakan nyata. Dalam hal ini, Chief Rosan Roeslani bersama Kepala BP BUMN memiliki peran penting untuk memastikan agenda pembenahan tersebut berjalan secara terukur dan berorientasi pada hasil,” kata Prof. Marihot dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Menurut Marihot, penataan BUMN diperlukan untuk memperjelas arah bisnis, menyederhanakan struktur organisasi, dan meningkatkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan nilai ekonomi.
Ia juga mengapresiasi langkah Danantara yang telah melakukan perampingan perusahaan atau streamlining terhadap ratusan perusahaan di lingkungan BUMN.
Baca juga : Danantara Buka Peluang Mitra Strategis, MIND ID Perkuat Hilirisasi Nikel
“Menurut saya, ini sungguh pencapaian luar biasa dan Pak Rosan layak dipuji, karena di bawah kepemimpinannya Danantara telah berhasil melakukan perampingan atau streamlining terhadap 364 perusahaan dan menargetkan jumlah tersebut mencapai 700,” ungkap Marihot.
Ia menilai keselarasan antara arahan Presiden dan pelaksanaan kebijakan oleh Rosan Perkasa Roeslani menjadi aspek penting untuk memastikan reformasi berjalan konsisten.
Apresiasi juga disampaikan kepada Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria, yang dinilai berperan dalam penataan perusahaan negara untuk meningkatkan efisiensi dan profesionalisme.
“Saya juga mengapresiasi Kepala BP BUMN, karena upaya penataan yang dilakukannya ini akan mampu meningkatkan efisiensi, mendongkrak keuntungan, dan menjadikan BUMN semakin profesional serta berdaya saing,” jelasnya.
Laba BUMN Meningkat
Di sisi kinerja keuangan, Danantara mencatat laba bersih gabungan BUMN meningkat 18,4 persen secara tahunan menjadi Rp214,9 triliun pada Januari–Agustus 2026.
Peningkatan tersebut terjadi seiring dengan transformasi pengelolaan perusahaan negara. Kepala BP BUMN Dony Oskaria memaparkan capaian tersebut dalam Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta, Senin (26/10/2026).
Baca juga : PTPN Group Tampilkan Produk Oleo Sawit di Forum Teknologi Danantara
"Karena itu tadi, transformasi yang sudah kita lakukan memberikan hasil," kata Dony.
Marihot mendukung penataan perusahaan negara yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, memperkuat profitabilitas, dan mengoptimalkan kontribusi BUMN terhadap perekonomian nasional.
“Saya mendukung target laba BUMN sebesar Rp334 triliun pada 2026. Dengan komitmen dan roadmap yang jelas, saya yakin langkah ini mampu meningkatkan efisiensi, memperkuat keuntungan perusahaan, dan memberikan kontribusi lebih besar bagi negara serta kesejahteraan rakyat,” tuturnya.
Sebelumnya, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani menyatakan bahwa pihaknya telah merampingkan 364 perusahaan BUMN.
Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan mengoptimalkan pemanfaatan aset negara.
“Angka ini akan terakselerasi sampai dengan bulan Desember, sehingga target kami untuk bisa melakukan streamlining, insyaAllah mencapai 700 perusahaan itu bisa terwujud di akhir bulan Desember,” katanya.
Baca juga : Aturan Baru Danantara, Ajudan & Pengawalan Pejabat BUMN Dikurangi
Danantara juga menargetkan profitabilitas BUMN mencapai Rp334 triliun pada akhir 2026.
“Dan juga dari segi pertumbuhan profitabilitas juga meningkat cukup signifikan, Bapak, sehingga pada target di akhir tahun ini bisa mencapai Rp 334 triliun,” ucapnya.
Meski demikian, Marihot menilai peningkatan laba perlu ditopang pertumbuhan usaha yang sehat, efisiensi operasional, produktivitas aset, serta pengelolaan risiko yang baik agar mencerminkan perbaikan kinerja yang berkelanjutan.
“Bagi kalangan akademisi, proses ini merupakan ruang penting untuk mengamati bagaimana kebijakan pengelolaan aset negara diterjemahkan menjadi peningkatan kinerja perusahaan. Evaluasi independen dan berbasis data dibutuhkan untuk menilai apakah perubahan yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat ekonomi dalam jangka Panjang,” jelasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.