RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,08 persen ke level Rp 18.170 per dolar AS pada perdagangan Kamis (29/10/2026). Penguatan tersebut dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp 18.184 per dolar AS.
Penguatan rupiah sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang Asia yang menguat terhadap dolar AS. Yuan China naik 0,06 persen, ringgit Malaysia menguat 0,20 persen, dolar Singapura naik 0,13 persen, yen Jepang menguat 0,07 persen, won Korea Selatan naik 0,84 persen, dan dolar Hong Kong menguat 0,01 persen.
Baca juga : Ditekan Dolar AS Dan Harga Minyak, Rupiah Merosot Ke Rp 18.171
Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan dolar terhadap sejumlah mata uang utama melemah 0,07 persen ke level 101,96.
Di sisi lain, rupiah melemah terhadap sejumlah mata uang utama lainnya. Rupiah turun 0,17 persen terhadap poundsterling Inggris ke level Rp 24.169, melemah 0,22 persen terhadap dolar Australia ke level Rp 12.789, serta turun 0,13 persen terhadap euro ke level Rp 19.640.
Baca juga : Indeks Anjlok Lagi, Rupiah Masih Lemah
Analis pasar uang Lukman Leong mengatakan rupiah berpotensi menguat seiring dengan pelemahan dolar AS setelah hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC). Meski demikian, pergerakan pasar saham domestik masih menjadi perhatian investor.
“Jika investor asing kembali mencatatkan net buy seperti pada Rabu (28/10), hal ini akan memberikan dukungan tambahan bagi rupiah,” katanya, Kamis (29/10/2026).
Baca juga : Makin Melemah, Rupiah Dibuka Di Level Rp 18.139
Lukman memproyeksikan rupiah bergerak dalam rentang Rp 18.100 hingga Rp 18.200 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.