BREAKING NEWS
 

SRC Perluas Pasar UMKM, Omzet Produk Lokal Tembus Rp 12,9 Triliun

Reporter & Editor :
FAZRY
Kamis, 29 Oktober 2026 17:34 WIB
Ilustrasi: Program Pojok Lokal di jaringan toko Sampoerna Retail Community (SRC) membantu memperluas akses pasar produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus membuka peluang pertumbuhan bagi pelaku usaha lokal.

RM.id  Rakyat Merdeka - Jaringan toko kelontong berperan dalam memperluas akses pasar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui program Pojok Lokal, omzet produk UMKM yang dipasarkan melalui jaringan Sampoerna Retail Community (SRC) mencapai Rp 12,9 triliun pada 2026.

Angka tersebut meningkat 128 persen dibandingkan dengan 2023 berdasarkan riset Kompas Gramedia (KG) Media 2026.

Direktur PT SRC Indonesia Sembilan (SRCIS) Romulus Sutanto mengatakan, toko kelontong berpotensi memberikan dampak ekonomi lebih luas ketika terhubung dengan pelaku UMKM dan komunitas di sekitarnya.

Selain memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat, toko kelontong dapat menjadi akses bagi produk lokal untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.

“Melalui Pojok Lokal, kami ingin mempertemukan potensi produk lokal dengan jaringan toko yang dekat dengan masyarakat, sehingga peluang pertumbuhan dapat dirasakan oleh pemilik toko maupun pelaku UMKM,” ujar Romulus.

Program Pojok Lokal menyediakan ruang khusus bagi produk UMKM di jaringan toko SRC.

Kehadiran program ini juga memberikan nilai tambah bagi pemilik toko melalui pilihan produk yang lebih beragam dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Baca juga : Bermodal Blender Rp 300 Ribu, Sambal Makassar Ini Tembus Pasar Internasional

SRC berkomitmen mengoptimalkan jaringan tokonya agar semakin banyak produk UMKM dikenal dan dipasarkan kepada masyarakat.

Paguyuban Jadi Ruang Belajar dan Kolaborasi Selain memperluas akses pasar melalui Pojok Lokal, SRC memperkuat kapasitas pemilik toko melalui Paguyuban SRC.

Komunitas ini menjadi wadah untuk berbagi pengalaman, memperluas jejaring, dan mengembangkan usaha.

Kedua inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya SRC selama 18 tahun dalam mendukung pertumbuhan toko kelontong sekaligus memperkuat kolaborasi di tingkat komunitas.

Riset KG Media 2026 menunjukkan, sekitar 96 persen anggota Toko SRC aktif mengikuti kegiatan paguyuban.

Adsense

Sebanyak 86 persen pemilik Toko SRC juga menilai paguyuban bermanfaat untuk memperluas jaringan bisnis dan memperoleh ide usaha.

Menurut Romulus, interaksi antarpemilik toko membuka kesempatan untuk bertukar pengalaman dan berbagi praktik usaha yang dapat membantu anggota menghadapi berbagai tantangan.

Baca juga : Sambal Makassar Tembus Pasar Ekspor, Bandeng Presto Masuk Retail

“Pertumbuhan usaha tidak harus dijalani sendiri. Melalui Paguyuban, pemilik toko dapat belajar dari pengalaman satu sama lain, membangun relasi, dan menemukan peluang baru. Kami ingin komunitas ini menjadi ruang yang membantu para pemilik toko berkembang sekaligus memperkuat hubungan dengan lingkungan sekitarnya,” katanya.

Manfaat kebersamaan tersebut dirasakan Ana, pemilik Toko SRC Cemara Tujuh sekaligus Ketua Paguyuban SRC di Malang, Jawa Timur. Ia disebut sebagai pemilik Toko SRC pertama di Kota Malang.

Tanpa latar belakang bisnis, Ana menjadikan keterlibatannya dalam SRC sebagai kesempatan untuk belajar, berbagi pengetahuan, dan tumbuh bersama masyarakat.

“Awalnya saya menjalankan toko tanpa memiliki latar belakang bisnis. Banyak hal yang harus saya pelajari dan SRC memberi saya kesempatan untuk terus belajar bersama pemilik toko lainnya. Kini, sebagai Ketua Paguyuban, saya ingin meneruskan manfaat itu dengan mengajak Sahabat SRC berbagi pengalaman dan melakukan kegiatan sosial bagi masyarakat sekitar. Bagi saya, keberhasilan bukan hanya ketika toko kita berkembang, tetapi juga saat bisa membantu orang lain ikut maju,” ujar Ana.

SRC mulai beroperasi pada 2008 dengan 57 toko yang tergabung dalam jaringannya di Kota Medan, Sumatera Utara.

Sejak itu, jaringan tersebut berkembang hingga menjangkau kota dan kabupaten di 38 provinsi di Indonesia. Saat ini, SRC memiliki lebih dari 250.000 Toko SRC, 10.000 Paguyuban SRC, dan 6.300 Mitra SRC di berbagai wilayah Indonesia. Melalui jaringan toko dan komunitas tersebut, SRC berupaya membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan usaha, memperluas akses pasar, dan mendorong kolaborasi.

Upaya ini diharapkan dapat memberikan dampak lebih luas bagi pengembangan UMKM dan perekonomian nasional.

Baca juga : Gaet Anteraja dan JNE, Shopee Perluas UMKM Tembus Pasar ASEAN

Tentang SRC Sampoerna Retail Community (SRC) merupakan ekosistem toko kelontong yang tergabung dalam program pembinaan kemitraan PT SRC Indonesia Sembilan (SRCIS).

Program ini bertujuan meningkatkan daya saing pemilik toko kelontong melalui pendampingan usaha berkelanjutan. Toko SRC mendapatkan dukungan untuk mengembangkan usaha agar lebih baik, modern, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, khususnya digitalisasi.

SRCIS berkomitmen mendorong seluruh ekosistem SRC berkembang sebagai UMKM berkelanjutan yang memberikan dampak positif bagi Indonesia.

Program SRC dimulai pada 2008. Saat ini, SRC memiliki lebih dari 250.000 Toko SRC di seluruh Indonesia yang tergabung dalam 8.200 Paguyuban SRC dan bermitra dengan lebih dari 6.300 toko grosir yang tergabung sebagai Mitra SRC. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense