Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bermodal Blender Rp 300 Ribu, Sambal Makassar Ini Tembus Pasar Internasional
Kamis, 29 Oktober 2026 10:21 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Siapa sangka, sambal pendamping bakmi yang awalnya dibuat sendiri untuk pelanggan kedai kini mampu menembus pasar Jepang. Berkat ketekunan pasangan suami istri asal Makassar, Ridwan Wahyudi Chandra (45) dan Melyana Khohari (45), sambal botolan bernama Simpati Lombok Kuning berkembang dari racikan sederhana menjadi produk yang menjangkau pasar internasional.
Kisah sukses Simpati Lombok Kuning bermula pada 2017, saat Ridwan dan Melyana mengelola kedai bakmi. Bermodal blender seharga Rp 300 ribu dan resep warisan keluarga, keduanya meracik sambal sendiri sebagai pelengkap menu bakmi.
Sambal buatan Ridwan dan Melyana memiliki warna kuning alami dari cabe pilihan, tanpa pewarna, pengawet, maupun zat aditif buatan. Cita rasanya khas Makassar, dengan perpaduan rasa pedas, asin, sedikit asam, dan aroma bawang putih.
“Orang-orang suka sama sambal buatan kami. Banyak yang beli terpisah, sambalnya saja,” ungkap Melyana kepada Rakyat Merdeka/RM.id, Kamis (22/10/2026).
Baca juga : Sambal Makassar Tembus Pasar Ekspor, Bandeng Presto Masuk Retail
Melihat tingginya minat pelanggan, Ridwan dan Melyana mulai mengembangkan usaha sambal mereka. Keduanya menyadari bahwa keberlangsungan bisnis tidak hanya bergantung pada kualitas produk, tetapi juga pengelolaan usaha yang terstruktur.
Simpati Lombok Kuning kemudian terpilih menjadi mitra binaan Bank Indonesia (BI) melalui Program UMKM REWAKO (Resilient, World Class, Agile, and Knowledgeable) Kantor Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Melalui program tersebut, Ridwan dan Melyana belajar memisahkan keuangan pribadi dan usaha, menyusun rencana bisnis, serta memanfaatkan pemasaran digital dan media sosial.
"BI mengajarkan kami, bedanya pedagang dan pengusaha. Langkah demi langkah," kenang Melyana.
Setelah menjalani pembinaan dan evaluasi selama setahun, Ridwan dan Melyana dinilai layak menerima bantuan mesin pengisi sambal ke dalam botol. Mesin tersebut disebut bernilai kisaran Rp 100-200 juta. Kini, Simpati Lombok Kuning tersedia di berbagai jaringan ritel di Sulsel, termasuk Indomaret, Alfamart, Hypermart, Transmart, Lotte Grosir, Farmers Market, dan Diamond Market. Produk tersebut juga dipasarkan melalui sejumlah toko oleh-oleh, dengan jangkauan distribusi hingga Papua.
Baca juga : Joglo Ayu Tenan, UMKM Binaan BI Yang Sukses Jaring Pasar Jepang Dan Singapura
Pendampingan BI turut membuka peluang ekspor bagi Simpati Lombok Kuning. Produk sambal tersebut berhasil menembus pasar Jepang untuk pertama kali. Melalui pameran dagang internasional, Ridwan dan Melyana juga memperoleh kesepakatan pemasokan ke toko produk Indonesia di Singapura. Pengiriman perdana direncanakan berlangsung sekitar dua minggu setelah wawancara.
Tak hanya Jepang dan Singapura, Simpati Lombok Kuning juga telah menjangkau Brunei Darussalam, Selandia Baru, dan sejumlah negara lainnya.
Bisnis Simpati Lombok Kuning mencatat omzet sekitar Rp 2 miliar per tahun. Produk ini tersedia dalam kemasan botol 140 mililiter, 330 mililiter, dan 650 mililiter, serta kemasan berukuran 5 liter untuk memenuhi kebutuhan hotel, restoran, dan kafe.
Dalam perjalanannya, usaha yang kini mempekerjakan 10 karyawan itu tidak luput dari tantangan, terutama fluktuasi harga cabe. Harga cabe pernah naik dari Rp 30 ribu-Rp 32 ribu menjadi Rp 75 ribu per kilogram. Meski begitu, Melyana tak serta-merta menaikkan harga jual produk. Ia memilih mengelola stok dan menjaga konsistensi rasa, agar pelanggan tetap mendapatkan kualitas sambal yang sama.
Baca juga : Eceng Gondok Bawa UMKM Asal Bantul Go Global
“Kami menyiasatinya dengan mengelola stok, serta menahan diri demi konsistensi rasa. Itulah seni bertahan," pungkas Melyana.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya