RM.id Rakyat Merdeka - Minyak jelantah yang selama ini menjadi limbah rumah tangga kini dilirik sebagai bahan baku energi ramah lingkungan. PT Pertamina Patra Niaga bersama Kementerian Koperasi (Kemenkop) meluncurkan proyek percontohan pengumpulan minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO) melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Program yang diluncurkan di KDMP Dawuhan, Kamis (29/10/2026), ini bertujuan memperkuat pasokan bahan baku energi terbarukan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi koperasi dan masyarakat desa.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pertamina Patra Niaga dan Kemenkop. Minyak jelantah yang dikumpulkan masyarakat nantinya dibeli Pertamina untuk diolah menjadi bahan bakar penerbangan ramah lingkungan atau Sustainable Aviation Fuel (SAF).
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengatakan, program ini menjadi salah satu cara menghubungkan potensi sumber daya domestik dengan kebutuhan industri energi nasional.
“Dari dapur warga, kita bangun fondasi pasokan. Melalui koperasi, kita perkuat pengumpulan. Dan dengan kapabilitas Pertamina dari hulu hingga hilir, kita jadikan minyak jelantah bagian dari solusi energi berkelanjutan,” ujar Simon.
Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya berbicara mengenai pengumpulan limbah, tetapi juga menghubungkan masyarakat, koperasi, perguruan tinggi, dan industri nasional dalam menciptakan nilai tambah ekonomi.
Baca juga : Panas Bumi Kamojang Nyalakan Ekonomi Desa
Simon mengungkapkan, Pertamina telah mengembangkan pengolahan minyak jelantah menjadi bahan bakar avtur nabati. Teknologi tersebut telah melalui sejumlah pengujian penerbangan.
Pengujian antara lain dilakukan menggunakan pesawat CN235, dilanjutkan dengan pengujian bersama Garuda Indonesia. Pada 2025, Pertamina juga melakukan uji terbang komersial perdana menggunakan Pelita Air untuk rute Jakarta-Denpasar.
Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan, program ini diharapkan menjadi model usaha baru bagi KDKMP di seluruh Indonesia. Koperasi akan berperan sebagai pengepul resmi yang membeli atau mengumpulkan minyak jelantah dari masyarakat, kemudian menjualnya kepada Pertamina Patra Niaga.
“Ini bisa menjadi model yang digunakan di seluruh KDKMP di Indonesia. Minyak jelantah yang dikumpulkan selanjutnya dijual ke Pertamina Patra Niaga untuk diproses menjadi bahan bakar avtur,” kata Ferry.
Menurut Ferry, skema bisnis tersebut dirancang agar memberikan keuntungan bagi koperasi dan anggotanya. Di saat bersamaan, masyarakat diajak mengubah limbah rumah tangga menjadi sumber pendapatan sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan.
Ia mengingatkan, minyak jelantah yang dibuang sembarangan dapat mencemari sumber air. Satu liter minyak jelantah berpotensi mencemari hingga satu juta liter air bersih.
Baca juga : Pertamina Patra Niaga Uji Coba Pengumpulan Minyak Jelantah di KDKMP
“Minyak jelantah yang selama ini tidak terpakai dan dibuang, sekarang bisa dijual kepada kami melalui KDKMP untuk selanjutnya dimanfaatkan Pertamina Patra Niaga,” ujarnya.
Ferry menambahkan, keberhasilan program membutuhkan ekosistem pengumpulan yang melibatkan rumah tangga, warung makan, restoran, industri kecil, hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Gerakan tersebut mengusung kampanye “Jelantah Jadi Berkah: Koperasi Menggerakkan Kesejahteraan Rakyat melalui Ekonomi Hijau”.
Uji Coba Empat Koperasi
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra mengatakan, pihaknya telah menyiapkan fasilitas pengolahan untuk memanfaatkan minyak jelantah menjadi bahan bakar ramah lingkungan.
Salah satu fasilitas yang telah mampu memproduksi SAF berada di Kilang Cilacap. Dalam prosesnya, Pertamina menggunakan Katalis Merah Putih yang merupakan hasil inovasi dalam negeri.
Baca juga : Kemenkop-Pertamina Patra Niaga Kumpulkan Minyak Jelantah Warga Berbasis Koperasi
Ke depan, pengembangan fasilitas serupa direncanakan dilakukan di sejumlah kilang lain, yakni Balongan, Dumai, dan Plaju.
“Karena itu, kepastian pasokan bahan baku menjadi hal penting agar pengembangan energi ini dapat berjalan secara berkelanjutan,” kata Mars Ega.
Sebagai tahap awal, Pertamina Patra Logistik bersama Kemenkop akan menguji coba pengumpulan minyak jelantah melalui empat koperasi di Kabupaten Banyumas. Keempatnya adalah KDMP Dawuhan di Kecamatan Banyumas, KKMP Kober dan KKMP Karanglewas Lor di Kecamatan Purwokerto Barat, serta KKMP Karangwangkal di Kecamatan Purwokerto Utara.
Uji coba direncanakan berlangsung selama sekitar empat bulan dengan target pengumpulan 500.000 liter minyak jelantah.
Melalui proyek percontohan ini, pemerintah dan Pertamina berharap koperasi desa dapat menjadi bagian penting dalam rantai pasok bahan baku energi terbarukan. Selain memperluas pemanfaatan limbah domestik, program ini diharapkan membuka sumber pendapatan baru bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.