Dark/Light Mode

Pertamina Patra Niaga Uji Coba Pengumpulan Minyak Jelantah di KDKMP

Kamis, 29 Oktober 2026 19:53 WIB
Pertamina Patra Niaga Uji Coba Pengumpulan Minyak Jelantah di KDKMP

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina Patra Niaga bersama Kementerian Koperasi mulai mengembangkan ekosistem pengumpulan minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO) berbasis koperasi melalui peluncuran program percontohan (piloting) di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Dawuhan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (29/10).

Program ini menjadi langkah untuk menghubungkan partisipasi masyarakat dalam mengumpulkan minyak jelantah dengan kebutuhan bahan baku industri energi ramah lingkungan.

Peluncuran ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pertamina Patra Niaga dan Kementerian Koperasi, serta penyerahan minyak jelantah secara simbolis di titik pengumpulan.

Melalui program ini, KDKMP berperan sebagai titik pengumpulan minyak jelantah dari masyarakat untuk selanjutnya dimanfaatkan sebagai bahan baku produksi bahan bakar ramah lingkungan, antara lain Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bioavtur dan Green Gasoline.

Tahap percontohan akan berlangsung selama empat bulan diawali dengan empat lokasi koperasi di Kabupaten Banyumas dan jaringan koperasi yang akan terus di perluas, dengan target pengumpulan mencapai 500 ribu liter minyak jelantah.

Baca juga : Kemenkop-Pertamina Patra Niaga Kumpulkan Minyak Jelantah Warga Berbasis Koperasi

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, mengatakan kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat rantai pasok bahan baku energi rendah karbon dengan melibatkan masyarakat dan koperasi sebagai bagian penting dari ekosistemnya.

“Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan fasilitas pengolahan untuk memanfaatkan minyak jelantah menjadi bahan bakar ramah lingkungan. Kilang Cilacap menjadi salah satu fasilitas yang disiapkan, dan selanjutnya akan dikembangkan di kilang lainnya, antara lain Balongan, Dumai, dan Plaju. Karena itu, kepastian pasokan bahan baku menjadi hal penting agar pengembangan energi ini dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujar Mars Ega.

Menurutnya, keterlibatan KDKMP membuka peluang bagi masyarakat untuk berkontribusi langsung dalam pengembangan energi alternatif. Minyak jelantah yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah dapat dikumpulkan dan dimanfaatkan sebagai bahan baku industri, sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

“Melalui koperasi, kita ingin membangun sistem pengumpulan yang lebih terorganisasi dan berkelanjutan. Masyarakat mendapatkan nilai tambah dari minyak jelantah yang dikumpulkan, sementara industri memperoleh dukungan pasokan bahan baku untuk mengembangkan bahan bakar ramah lingkungan. Dengan demikian, manfaat ekonomi dan lingkungan dapat berjalan beriringan,” tambah Mars Ega.

Ia melanjutkan, pengembangan ekosistem UCO juga menjadi bagian dari kontribusi Pertamina Patra Niaga dalam mendukung transisi energi dan memperkuat kemandirian energi nasional melalui pemanfaatan sumber daya yang tersedia di dalam negeri.

Baca juga : Energi Mandiri Petani Uma Palak Tarik Perhatian Delegasi ASCOPE

Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, program ini membuka ruang bagi KDKMP untuk mengembangkan kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat desa dan kelurahan.

Melalui skema pengumpulan ini, minyak jelantah yang diserahkan masyarakat akan memiliki nilai ekonomi. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya didorong untuk mengelola limbah rumah tangga secara lebih bertanggung jawab, tetapi juga memperoleh manfaat dari pemanfaatannya sebagai bahan baku industri.

“Kami menyambut baik kolaborasi dengan Pertamina Patra Niaga karena KDKMP dapat berperan lebih luas dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Minyak jelantah yang selama ini berpotensi terbuang dapat dikumpulkan melalui koperasi dan dihargai secara ekonomi, sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya pengembangan energi nasional,” ujar Ferry.

Ferry berharap seluruh KDKMP di Indonesia dapat menjadi bagian dari sistem pengumpulan minyak jelantah yang lebih luas untuk mendukung kebutuhan bahan baku industri energi.

“Kementerian Koperasi siap mendukung penguatan peran KDKMP di seluruh Indonesia sebagai mitra penyuplai minyak jelantah kepada Pertamina. Kami berharap kerja sama ini dapat berkembang lebih luas, mendukung produksi Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bioavtur, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat dan potensi ekspor di masa depan,” pungkas Ferry.

Baca juga : Berpacu dengan Waktu, Inovasi Pertamina Menjaga Kedaulatan Energi

Pertamina Patra Niaga akan terus memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Koperasi dan jaringan KDKMP untuk mengembangkan pengumpulan minyak jelantah yang terorganisasi dan berkelanjutan.

Melalui sinergi ini, partisipasi masyarakat diharapkan dapat terhubung dengan kebutuhan industri energi, sekaligus mendorong ekonomi sirkular, memperkuat peran koperasi, dan mendukung pengembangan energi ramah lingkungan di Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.