BREAKING NEWS
 

Perluas Jangkauan Listrik, Pemerintah Siap Resmikan Listrik Desa di 1.413 Titik

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Jumat, 30 Oktober 2026 15:48 WIB
Ilustrasi listrik desa. Dok. ESDM.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah akan meresmikan program listrik desa di 1.413 titik dalam waktu dekat. Perluasan akses listrik ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan energi hingga ke wilayah terpencil di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, ribuan titik tersebut merupakan bagian dari program listrik desa tahun 2025.

"Jadi ada sekitar 1.413 titik yang akan diresmikan dalam waktu dekat ini," ujar Bahlil usai melaporkan perkembangan program listrik desa kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (29/10).

Baca juga : Minerba Convex 2026 Digelar 2-3 November, Ada Klinik RKAB Hingga Edukasi Anak

Peresmian tersebut kemungkinan dilakukan di salah satu lokasi di Sulawesi dan diharapkan dihadiri langsung oleh Prabowo.

"Ini adalah program tahun 2025, akan segera diresmikan oleh Bapak Presiden. Waktunya dalam waktu dekat, kemungkinan besar kita akan lakukan di Sulawesi," jelasnya.

Adsense

Pemerintah menargetkan perluasan akses listrik ke 10.068 lokasi yang belum sepenuhnya menikmati layanan listrik pada periode 2025–2029. Lokasi tersebut tersebar di 8.561 desa, 2.295 kecamatan, 375 kabupaten/kota, dan 36 provinsi.

Baca juga : Pemerintah Targetkan Nol Insiden Keamanan Pangan dalam Program MBG

Target ini mengacu pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 316 Tahun 2025 tentang Peta Jalan Program Listrik Perdesaan dan Bantuan Pasang Baru Listrik Tahun 2025–2029.

Berdasarkan pemetaan pemerintah, sebanyak 5.466 lokasi dapat dijangkau melalui perluasan jaringan PLN yang sudah tersedia.

Sementara itu, 4.602 lokasi lainnya berada di wilayah terpencil yang belum terjangkau jaringan listrik. Untuk kawasan tersebut, pemerintah akan membangun pembangkit listrik skala kecil berbasis energi baru terbarukan (EBT) dengan sistem off-grid atau mandiri.

Baca juga : Benahi Tata Kelola MBG, BGN Hemat Rp44 Triliun dalam 100 Hari

Total kebutuhan kapasitas pembangkit baru untuk melistriki lokasi-lokasi tersebut diperkirakan mencapai 508 megawatt.

Perluasan akses listrik diharapkan tidak hanya menerangi permukiman, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah terpencil.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense