Dark/Light Mode

Hari Sumpah Pemuda ke-98, Prabowo Tekankan Karakter dan Persatuan

Rabu, 28 Oktober 2026 19:46 WIB
Presiden Prabowo Subianto. Dok. Setpres
Presiden Prabowo Subianto. Dok. Setpres

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya penguatan karakter generasi muda yang patriotik, gigih, dan berempati untuk mewujudkan Indonesia maju. Pesan tersebut sejalan dengan tema peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026, yakni “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Syahganda Nainggolan mengatakan, kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan pembangunan fisik, penguasaan teknologi, dan kekuatan ekonomi, tetapi juga karakter generasi muda yang akan meneruskan perjalanan bangsa.

“Negara menempatkan karakter anak muda sebagai titik awal kemajuan, mendahului gedung, teknologi, dan kekayaan,” kata Syahganda dalam keterangan resminya, Rabu (28/10/2026).

Baca juga : Hujan Mulai Turun, Penanganan Karhutla Sumatera Fokus di Sumsel

Menurutnya, patriotisme perlu diwujudkan melalui kontribusi nyata di berbagai bidang kehidupan. Generasi muda dapat menunjukkan kecintaan terhadap tanah air melalui pendidikan, inovasi, kewirausahaan, pengabdian di daerah, hingga karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Negara mengajak pemuda menjadikan setiap ilmu, karya, dan pengorbanan sebagai bukti cinta kepada Indonesia. Patriotisme generasi hari ini terlihat dari kontribusi nyata di bidang masing-masing: di kampus, di desa, di dunia usaha, dan di ruang digital,” ujarnya.

Selain patriotisme, Syahganda menilai kegigihan menjadi karakter penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan dan perubahan zaman. Pemuda diharapkan berani menetapkan cita-cita besar, terus belajar, serta tidak berhenti berjuang ketika menghadapi kegagalan.

Baca juga : Semangat Sumpah Pemuda, ASDP Hubungkan Nusantara Lewat 232 Lintasan Perintis

“Pemuda harus bangkit dari kegagalan dan terus berjuang untuk bangsa. Pemerintah membentuk generasi yang tidak menyerah saat menghadapi kesulitan dan tidak runtuh saat gagal. Negara membuka jalan agar pemuda berani bermimpi setinggi langit dan bekerja sekeras mungkin sampai memberi yang terbaik bagi bangsa,” jelasnya.

Karakter berikutnya yang perlu diperkuat adalah empati. Menurut Syahganda, generasi muda tidak cukup hanya mengejar pencapaian pribadi, tetapi juga perlu memiliki kepedulian terhadap kondisi masyarakat dan bersedia membantu sesama.

“Patriotisme butuh kepedulian, kegigihan butuh nurani, dan kemajuan butuh kemanusiaan. Pemuda Indonesia harus berani memimpin sekaligus bersedia melayani. Mereka berdiri tegak untuk bangsanya dan mengulurkan tangan kepada sesama,” tegasnya.

Baca juga : 253 Daerah Berpotensi Banjir, Pemerintah Siapkan Langkah Antisipasi

Syahganda menambahkan, peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 menjadi momentum untuk memperkuat persatuan di tengah keberagaman Indonesia. Semangat yang diwariskan para pemuda pada 1928 perlu diteruskan melalui kerja sama, pengabdian, dan kontribusi nyata bagi kepentingan bangsa.

Dua tahun menjelang satu abad Sumpah Pemuda pada 2028, generasi muda diharapkan semakin mengambil peran dalam pembangunan nasional. Persatuan tidak hanya diwujudkan melalui semangat kebangsaan, tetapi juga melalui karya, ketangguhan menghadapi tantangan, dan kepedulian terhadap sesama.

“Negara membuka ruang bagi pemuda untuk membuktikan cinta tanah air lewat karya, pengabdian, dan uluran tangan kepada sesama,” pungkas Syahganda.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.