BREAKING NEWS
 

ESQ dan MUTU International Perkuat Industri Halal dan Ekonomi Hijau

Reporter & Editor :
FAZRY
Minggu, 1 November 2026 20:21 WIB
Pendiri ESQ Corp, Ary Ginanjar Agustian menerima kunjungan Presiden Komisaris PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU International), Sandiaga Salahuddin Uno di Gedung Menara ESQ 165 Jakarta, pada September 2026. (Foto: Dokumen ESQ)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Arga Bangun Bangsa (ESQ) menjalin kemitraan strategis dengan PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU International) untuk memperkuat ekosistem industri halal, mendorong ekonomi hijau, serta membangun tata kelola bisnis yang berintegritas dan berkelanjutan di Indonesia.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) oleh Direktur Utama ESQ, Luki Alamsyah Agustriana, dan Presiden Direktur MUTU International, Arifin Lambaga, di Depok, Jawa Barat, Jumat (23/10/2026).

Kemitraan ini mengintegrasikan kompetensi MUTU International dalam layanan pengujian, inspeksi, dan sertifikasi (Testing, Inspection, and Certification/TIC) dengan keunggulan ESQ dalam pengembangan karakter dan sumber daya manusia (SDM).

Pendiri ESQ Corp, Ary Ginanjar Agustian, mengatakan kolaborasi tersebut berangkat dari kesamaan visi kedua perusahaan dalam mengembangkan sejumlah sektor strategis, khususnya ekonomi hijau (green economy), ekonomi syariah (sharia economy), dan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).

Menurut Ary, dunia usaha saat ini membutuhkan korporasi yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memiliki tanggung jawab terhadap manusia dan kelestarian lingkungan.

"ESQ dan MUTU memiliki kesamaan misi di beberapa bidang strategis, seperti Green Economy, Shariah Economy, serta governance," ungkap Ary.

Dia menegaskan, prinsip keberlanjutan harus menjadi landasan dalam menjalankan aktivitas bisnis.

Baca juga : Dua Tahun Asta Cita, Sahabat Hijau Nasional Dorong Transformasi Ekonomi Kaltim

Hal tersebut sejalan dengan konsep People, Planet, Profit, yang menekankan keseimbangan antara kesejahteraan manusia, kelestarian lingkungan, dan keuntungan perusahaan.

"Kita membutuhkan korporasi yang memiliki komitmen menjaga bumi melalui prinsip People, Planet, Profit. Kesamaan visi ini adalah peluang besar untuk membangun sinergi menuju Indonesia Emas 2045 dan Indonesia Atap Dunia 2085," ucapnya.

Ary menjelaskan, sebelum penandatanganan MoU, dirinya bersama Presiden Komisaris MUTU International, Sandiaga Salahuddin Uno, telah menggelar pertemuan di Menara 165, Jakarta, pada September 2026.

Pertemuan tersebut diawali dengan salat Jumat bersama dan dilanjutkan diskusi strategis mengenai peluang kolaborasi serta pengembangan ekonomi berkelanjutan.

"Bagi saya, silaturahmi bukan sekadar bertemu, melainkan menyambung kebaikan dan membuka jalan bagi kebermanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat dan bangsa," tambahnya.

Adsense

Sandiaga Uno, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bentuk komitmen bersama untuk mendorong pembangunan ekonomi hijau di Indonesia.

"Pertemuan dan rencana kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen kami berdua untuk bersama-sama membangun ekonomi hijau. Ini juga bagian dari upaya menjawab komitmen internasional terkait keberlanjutan dan pengembangan ekonomi hijau ke depan," ujarnya.

Baca juga : Dari Perut Bumi ke Nilai Tambah: Hilirisasi Nikel dan Asa Ekonomi Hijau Pomalaa

Sementara itu, Presiden Direktur MUTU International, Arifin Lambaga, menyambut positif kemitraan tersebut.

Menurut dia, ESQ memiliki pengalaman panjang dalam pelatihan, pengembangan SDM, dan pembentukan karakter yang telah dikenal di Indonesia maupun mancanegara.

"Saya sangat senang bisa bekerja sama dengan PT Arga Bangun Bangsa, karena rebranding ESQ ini sudah luar biasa. Pak Ary Ginanjar dan ESQ ini sudah sejak lama berkiprah dan alumninya sudah berjuta-juta, baik di Indonesia maupun di luar negeri, termasuk di Malaysia," katanya.

Wakil Presiden ESQ Corp, Dwitya Agustina, menambahkan kemitraan ini tidak hanya berorientasi pada potensi bisnis, tetapi juga dilandasi kesamaan misi untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Menurut dia, pembangunan karakter dan pengembangan SDM perlu berjalan beriringan dengan upaya memastikan berbagai aspek kehidupan masyarakat terlindungi, termasuk jaminan kehalalan produk.

"Kami yakin dan percaya pertemuan ini lebih dari sekadar penandatanganan MoU atau kerja sama bisnis, karena diawali dengan kesamaan misi yang besar," ungkap Dwitya.

Dia menambahkan, pembangunan karakter tidak cukup hanya melalui perubahan pola pikir (mindset) dan peningkatan kompetensi SDM.

Baca juga : Zulhas Tawarkan 5 Mesin Hijau Untuk Dongkrak Pertumbuhan

Upaya tersebut juga perlu diwujudkan melalui perlindungan kualitas kehidupan masyarakat, termasuk memastikan produk dan layanan memenuhi aspek kehalalan.

"Pembangunan karakter tidak berhenti di tataran mindset atau pengembangan SDM saja, tetapi juga bagaimana memastikan semua aspek kehidupan umat terjaga, salah satunya aspek halal," jelasnya.

Dwitya menilai pengalaman MUTU International selama 36 tahun di industri pengujian, inspeksi, dan sertifikasi menjadi modal penting untuk membangun sinergi dengan ESQ.

"Kita harus menyatukan kekuatan dan saling melengkapi. Kalau kita kombinasikan kompetensi teknis MUTU dan pendekatan SDM ESQ, manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Setelah MoU ini, kita akan segera tindak lanjuti dengan langkah dan aksi nyata," imbuhnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense