BREAKING NEWS
 

Shopee & Kemenekraf Bekali 200 Santri Se-Solo Raya Kembangkan Bisnis Digital

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Senin, 2 November 2026 18:58 WIB
Peluncuran pelatihan Santri Melek Teknologi melalui program Generasi Melek Teknologi (GenMatic) di Ponpes Al-Muayyad, Surakarta. (Foto: Dok. Shopee)

RM.id  Rakyat Merdeka - Shopee bersama dengan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) meluncurkan pelatihan Santri Matic (Santri Melek Teknologi) sebagai bagian dari program Generasi Melek Teknologi (GenMatic) di Pondok Pesantren Al-Muayyad, Surakarta.

Pelatihan tersebut diberikan kepada 200 santri dari 22 pondok pesantren se-Solo Raya dengan keterampilan digital.

Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia Balques Manisang mengatakan, melalui pelatihan ini, para santri diperkenalkan pada peluang ekonomi digital, termasuk pemanfaatan platform digital seperti Shopee untuk mengembangkan potensi diri dan merintis usaha.

“Kolaborasi dengan Kemenekraf dalam menghadirkan Pelatihan Emak-Emak Matic dan GenMatic sejak tahun 2025 lalu, hingga menjangkau para santri,” katanya dalam keterangan resmi, Senin (2/11/2026).

Balques mengatakan, sejalan dengan tema Hari Santri Nasional 2026, ‘Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas’ ingin membekali para santri dengan pengetahuan dan keterampilan digital yang relevan, sehingga mereka dapat memanfaatkan teknologi dan ekosistem e-commerce secara produktif untuk mengembangkan potensi diri dan menciptakan peluang ekonomi.

“Kami percaya, santri yang adaptif, kreatif, dan mandiri dapat turut berkontribusi dalam memperkuat ekonomi digital Indonesia serta mewujudkan Indonesia Emas,” ucapnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Shopee melalui Shopee Barokah dalam memperluas akses literasi digital bagi komunitas pesantren, sekaligus mendorong santri agar dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan berpartisipasi dalam ekosistem ekonomi kreatif.

“Dengan keterampilan yang relevan, santri diharapkan tidak hanya memiliki bekal ilmu agama. Tetapi juga mampu memanfaatkan peluang digital untuk menciptakan nilai ekonomi bagi diri sendiri dan lingkungan sekitarnya,” ujar Balques.

Peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum bagi santri untuk menjaga nilai keagamaan sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Baca juga : Salurkan Bantuan ke Gontor, Presiden Dukung Santri Jadi Generasi Unggul

Melalui kolaborasi ini, Shopee melalui Shopee Barokah juga berharap pelatihan ini bisa memperluas peluang ekonomi bagi komunitas pesantren.

Pihaknya terus berkomitmen untuk terus mendukung usaha dan karya kreativitas santri di Indonesia.

“Kami harap pelatihan ini dapat mendorong pertumbuhan usaha peserta sekaligus memperkuat kreativitas mereka yang dapat berkontribusi terhadap ekonomi digital nasional,” tegasnya.

Shopee Barokah secara aktif meluncurkan inisiatif sejalan dengan komitmen berkelanjutan ‘Shopee Ada Untuk UMKM’ guna mendukung perkembangan para UMKM, santri, dan pondok pesantren di Indonesia.

Di bulan November, Shopee melalui Shopee Barokah juga akan berkolaborasi dengan Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat untuk mengadakan pelatihan Shopee Affiliate bagi ratusan santri pondok pesantren di daerah Jawa Timur lewat Forum Ekonomi Regional.

Menekraf Teuku Riefky Harsya mengapresiasi Shopee sebagai mitra strategis Ekraf yang terus bersama-sama mendampingi, membangkitkan semangat dan peluang ekonomi kreatif agar makin berkembang di zaman digital lewat program GenMatic dan Emak Emak Matic.

“Platform digital memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan tidak hanya sebagai sarana dakwah, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan,” katanya.

Adsense

Kemampuan santri sebagai konten kreator dan affiliator dapat membantu mereka mengakselerasi produk kreatif pesantren, seperti fesyen, kuliner, modest fashion, maupun hasil kreativitas lainnya untuk bisa masuk ke pasar yang lebih luas.

“Kolaborasi kami dengan Shopee meningkatkan kreativitas tersebut karena sudah terbukti bahwa kolaborasi yang sudah kami lakukan di belasan daerah, ribuan peserta telah merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Baca juga : Gaet Anteraja dan JNE, Shopee Perluas UMKM Tembus Pasar ASEAN

Riefky berharap, Santri Matic tidak berhenti pada pelatihan ini saja, pihaknya akan terus mendorong penguatan dan menjangkau lebih banyak santri lagi.

Wali Kota Surakata Respati Achmad Ardianto turut menyambut positif kolaborasi strategis ini. Fundamental ekonomi kreatif dan model bisnis harus diajarkan kepada para santri.

“Santri jangan hanya menjadi reseller dari produk-produk ekonomi kreatif. Santri harus menjadi kreator untuk produk ekonomi kreatif,” tuturnya.

Pihaknya juga memiliki program pemerintah kota, namanya Program Santri Next Level dan mengajak para santri untuk menaikkan nilai dari para santri, tidak hanya menjadi pemain. Tetapi juga mampu menjadi kreator dan membangun model bisnisnya sendiri.

Pelatihan GenMatic difasilitasi oleh trainer Kampus UMKM Shopee Kelas Online bersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dengan kurikulum yang dirancang khusus untuk membekali peserta terkait dasar-dasar keterampilan digital.

Pelatihan yang telah menjangkau lebih dari ribuan peserta di 14 Kota dan Kabupaten di Indonesia ini juga memberikan peserta pengetahuan praktis untuk memulai bisnis sebagai penjual di Shopee, bergabung sebagai merchant kuliner di ShopeeFood, dan langkah awal menjadi kreator lewat Shopee Affiliate Program.

Dukungan Kreator Affiliate

Salmah Haddad, kreator Shopee Affiliate asal Semarang yang memulai perjalanannya di Shopee pada Desember 2021.

Ia mengatakan, ekosistem digital Shopee memberikan saya kesempatan untuk berkarya dan memperoleh penghasilan sembari dekat dengan keluarga.

“Konsistensi dalam berkarya membuahkan hasil, ketika di tahun ini saya dipercaya menjadi Creator Mentor Shopee dan membagikan inspirasi serta manfaat bagi kreator lainnya,’ tuturnya.

Baca juga : Hati-hati Tawaran Endorsement, Akun Medsos Bisa Kena Hack

Sementara itu, Rohanita Retno Nugraheni, pemilik toko ‘Assamodest’ di Shopee asal Karanganyar membagikan kisah perjalanannya dalam mengembangkan usaha pakaian muslim.

“Dulu saya memulai usaha dengan modal terbatas dan penjualan yang tidak menentu. Melalui Shopee, saya belajar mengembangkan usaha secara bertahan," ujarnya.

Melalui fitur dan program Shopee, saya juga berhasil mencapai pertumbuhan bisnis hingga 400 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

“Untuk itu, saya juga ingin mengajak para santri untuk berani berwirausaha dan dapat memanfaatkan peluang digital yang ada,” katanya.

Salah satu dari ratusan santri yang mengikuti Pelatihan Santri Matic di Pondok Pesantren Al-Muayyad Solo Desi Fitria, mengaku antusias mendapatkan pengetahuan baru tentang peluang bisnis dan keterampilan digital.

“Senang bisa mendapatkan ilmu baru dari pelatihan Santri Matic. Semoga ilmu yang didapat bisa saya terapkan untuk memulai bisnis sendiri dan mengembangkan peluang usaha melalui platform digital,” kata Desi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense