BREAKING NEWS
 

Kapasitas Produksi 7,1 Juta Ton/Tahun

Pupuk Indonesia Bangun Ammonia Hub Di Batam

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Rabu, 4 November 2026 06:40 WIB
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi dalam pertemuan konsultasi bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam di Kantor BP Batam, Kepulauan Riau, Senin (2/11/2026). (Foto: Dok. Pupuk Indonesia)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pupuk Indonesia (Persero) berencana mengembangkan Ammonia Hub di Batam, Kepulauan Riau. Proyek ini disiapkan untuk mendukung produksi, penyimpanan, distribusi, hingga perdagangan amonia.

Indonesia berpeluang memperbesar nilai tambah gas alam dari Natuna, Kepulauan Riau, dan Grissik, Sumatera Selatan, dengan mengolahnya menjadi amonia di dalam negeri. Pengembangan fasilitas bunkering amonia di Batam tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA) sekaligus menangkap peluang bisnis dari perubahan industri energi global. Terlebih, kontrak ekspor gas Indonesia ke Singapura dari dua ladang tersebut akan berakhir pada 2028.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan, inisiatif pengembangan Ammonia Hub sejalan dengan upaya Pemerintah dalam mengutamakan pemanfaatan sumber daya alam untuk kebutuhan industri dalam negeri. Dengan pengolahan lebih lanjut, gas alam tidak hanya dimanfaatkan sebagai komoditas bahan baku.

“Tetapi juga dapat menghasilkan produk industri dengan nilai tambah lebih tinggi,” jelas Rahmad, di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Baca juga : Relokasi Boleh, Asal Warga Nggak Kehilangan Nafkah

Sebagai langkah awal, Rahmad bersama tim telah berkonsultasi dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam, di Kantor BP Batam, Senin (2/11/2026). Pertemuan tersebut dihadiri Kepala BP Batam Amsakar Achmad beserta jajaran.

Menurut Rahmad, Indonesia memiliki peluang untuk mengambil peran lebih besar dalam perubahan industri pelayaran global. Peralihan menuju penggunaan bahan bakar rendah karbon membuka kebutuhan terhadap berbagai alternatif energi, termasuk amonia.

Peluang tersebut semakin relevan seiring dorongan International Maritime Organization (IMO) melalui kerangka Net-Zero Framework. Kebijakan ini mendorong penggunaan bahan bakar dengan emisi rendah hingga nol emisi dalam industri pelayaran.

Adsense

Saat ini, Australia, Singapura, dan Korea Selatan mulai mengembangkan teknologi serta fasilitas bunkering amonia untuk mendukung penggunaan bahan bakar alternatif di sektor pelayaran. Indonesia tidak mau ketinggalan dengan peluang bisnis tersebut.

Baca juga : RB Leipzig Vs Manchester City, Momen Di Persimpangan Jalan

“Pupuk Indonesia memiliki modal untuk masuk ke rantai bisnis tersebut melalui kapasitas produksi amonia sekitar 7,1 juta ton per tahun,” terang Rahmad.

Kapasitas ini menjadikan perusahaan sebagai salah satu produsen amonia berskala besar di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara (Middle East and North Africa/MENA) serta Asia Pasifik.

Melalui rencana Ammonia Hub di Batam, Pupuk Indonesia menjajaki pengembangan ekosistem industri yang terintegrasi. Fasilitas ini dapat mendukung kegiatan produksi, penyimpanan, distribusi, serta perdagangan amonia untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan internasional.

Rahmad menegaskan, langkah tersebut bukan semata-mata bertujuan menguasai SDA, melainkan mendorong pengolahan sumber daya menjadi produk industri yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Baca juga : Alex Marquez Absen Di MotoGP Qatar

“Sekali lagi, apa yang kami lakukan adalah bentuk dari kontribusi untuk Indonesia, ini bukan resource nationalism, tapi resource industrialization, artinya hilirisasi,” tegas Rahmad.

Wakil Kepala BP Batam Bidang Investasi Fary Djemy Francis menyambut baik penjajakan tersebut. “BP Batam siap mendukung Ammonia Hub dan membantu mempercepat proses perizinan maupun alokasi lahan apabila kesepakatan proyek tercapai,” tutur Fary.

Fary melanjutkan, pihaknya dapat membentuk tim bersama Pupuk Indonesia untuk menindaklanjuti rencana tersebut, setelah pihak perusahaan siap merealisasikan investasinya.

Penjajakan ini menjadi langkah awal untuk melihat potensi pengembangan Batam sebagai salah satu pusat industri dan perdagangan amonia. Namun, rencana tersebut masih memerlukan pembahasan lebih lanjut sebelum masuk ke tahap investasi dan pembangunan. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense