Sebelumnya
Karena itu, Sri Mul mengatakan, semua negara melakukan countercyclical melalui dua instrumen, yaitu fiskal dan moneter. Sebagai langkah untuk melawan siklus kontraksi yang luar biasa akibat pandemi ini.
Data IMF mencatat, total stimulus seluruh dunia mencapai 11,7 triliun dolar AS atau 12 persen dari PDB dunia.
Baca juga : Banyak Aksi Teror, Sosialisasi 4 Pilar Terhadap Generasi Milenial Harus Digencarkan
Untuk Indonesia, dalam program PEN tahun 2020, dialokasikan sekitar 40 miliar dolar AS.
Stimulus itu sudah luar biasa besar, dibanding total size stimulus global. Mengingat selama ini, defisit nasional tidak boleh lebih dari 3 persen, dan utang tidak boleh melebihi 60 persen dari PDB.
Baca juga : Buktikan Komitmen Kuat Atasi Perubahan Iklim, Indonesia Jadi Co-Chair COP 26
“Jadi, ini adalah langkah luar biasa karena anggaran PEN sekitar 40 miliar dolar AS itu ditingkatkan pada 2021, karena Covid-19 belum selesai,” tegas Sri Mul. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.