BREAKING NEWS
 

Membangun Ketangguhan Sumber Daya Manusia untuk Pengendalian Karhutla

Reporter & Editor :
TEAM ADV
Minggu, 19 Oktober 2025 08:26 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - Upaya mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia tidak hanya bergantung pada teknologi dan peralatan, tetapi juga pada ketangguhan sumber daya manusia di lapangan. Karena itu, peningkatan kapasitas serta profesionalisme para petugas menjadi salah satu kunci utama dalam menjaga kelestarian hutan dan alam Indonesia. Dalam hal ini, Kementerian Kehutanan terus melakukan berbagai kegiatan penguatan kapasitas bagi sumber daya manusia (SDM) pengendalian karhutla.

Salah satu upaya peningkatan kapasitas SDM dilakukan melalui Pelatihan Satuan Manggala Agni Reaksi Taktis Plus (SMART+) Tahun 2025. Pelatihan tersebut dibuka langsung oleh Menteri kehutanan Republik Indonesia Raja Antoni, di Balai P2SDM Wilayah III Rumpin, Kabupaten Bogor, beberapa waktu lalu.

“Sebagai ujung tombak pengendalian karhutla, peran Menggala Agni sangat vital. Peningkatan kapasitas ini bukan sekadar pelatihan melainkan investasi nyata bagi perlindungan hutan, masyarakat, dan lingkungan secara keseluruhan,” ujar Menhut Raja Juli Antoni beberapa waktu lalu.

Menhut  menegaskan, melalui  pelatihan ini Manggala Agni diharapkan dapat menguatkan teknik pemadaman, patroli pencegahan karhutla, manajemen operasi taktis. Selain itu, pelatihan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dalam penggunaan teknologi untuk mendeteksi hotspot, koordinasi via intelejen darat dan udara hingga Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

“Jadilah ujung tombak yang tangguh dalam upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan   di Indonesia. Semoga kerja keras kita membawa hasil yang maksimal dan memberikan kontribusi nyata bagi kelestarian hutan Indonesia,” pungkasnya.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, mengatakan, pelatihan SMART+ diharapkan dapat mencetak SDM pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memiliki kapasitas dan kapabilitas tinggi serta mampu dimobilisasi secara responsif untuk tugas-tugas khusus di lapangan.

Baca juga : Patrick Kluivert: Terima Kasih Untuk Perjalanan Tak Terlupakan Ini

“Perubahan iklim telah mengubah pola  kebakaran hutan dan lahan, baik dari sisi waktu kejadian, intensitas, maupun luasannya. Kondisi ini menuntut kita untuk terus menyesuaikan pendekatan, termasuk dalam hal kurikulum pelatihan SDM di bidang pengendalian karhutla,” ujarnya.

Menurut Dwi, pelatihan kini tidak hanya menekankan keterampilan teknis pemadaman, tetapi juga mencakup kemampuan analisis, prediksi, dan pengambilan keputusan cepat di lapangan.

“Kita perlu memperkuat kurikulum pelatihan dengan pendekatan adaptif yang memperkuat pemahaman terhadap dinamika iklim, analisis risiko berbasis data berdasarkan daerah rawan, serta penerapan teknologi informasi dan penyelamatan dalam kondisi darurat,” katanya.

Ia menambahkan, peningkatan kapasitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengendalian karhutla di Indonesia.

Adsense

Selain SMART+, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Kehutanan, Thomas Nifinluri, mengungkapkan berbagai kegiatan pun telah dilakukan untuk meningkatkan kapasitas Manggala Agni. Mulai dari pelatihan Manggala Agni/Fire Crew I, hingga sertifikasi kompetensi Manggala Agni level 3 dan level 4.

“Untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme Manggala Agni, diberikan pelatihan dalam bentuk pelatihan fungsional dan pelatihan teknis di bidang pengendalian karhutla yang disesuaikan dengan hasil analisis kebutuhan pelatihan dan penilaian kinerja,” ujar Thomas beberapa waktu lalu.

Baca juga : Kehadiran Prabowo Di KTT Gaza Wujud Dukungan Indonesia Untuk Perdamaian Dunia

Ia menjabarkan, dalam dua tahun terakhir sedikitnya 1.401 personel Manggala Agni dari 34 Daerah Operasional (Daops) telah mengikuti berbagai pelatihan dan bimbingan teknis yang diselenggarakan melalui dukungan APBN maupun kerja sama luar negeri.

“Manggala Agni juga berperan sebagai center of excellence di bidang pengendalian kebakaran hutan (dalkarhut). Pelatihan dalkarhut diberikan oleh Manggala Agni kepada Brigadalkarhut Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di berbagai wilayah provinsi, serta brigdalkarhutla dari mitra perusahaan perkebunan dan kehutanan,” kata Thomas.

Selain itu, pelatihan Training of Trainers (ToT) juga diberikan untuk memperkuat kemampuan fasilitasi dan pendampingan masyarakat di sekitar kawasan hutan. Seluruh pelatihan ini dirancang agar setiap personel memiliki kemampuan teknis, kesiapsiagaan, dan kepemimpinan yang kuat di lapangan.

Dalam pelaksanaan tugas pengendalian karhutla, Manggala Agni juga didukung oleh Masyarakat Peduli Api (MPA). Hingga saat ini tercatat telah terbentuk MPA yang tersebar di 33 provinsi dengan jumlah anggota mencapai 10.540 orang. Pada tahun 2025, pembentukan MPA dilakukan di sejumlah wilayah seperti Nusa Tenggara Timur (30 orang), Sulawesi Tengah (60 orang), Sumatera Selatan (30 orang), Gorontalo (45 orang), Papua Selatan (60 orang), Sulawesi Selatan (30 orang), dan Jawa Barat (60 orang).

“MPA diberikan pengetahuan dan keterampilan terkait    teknik    dasarpengendalian kebakaran hutan yang meliputi upaya pencegahan dan pemadaman.
Melalui peningkatan kapasitas ini, diharapkan kesadaran Masyarakat meningkat serta memperkuat peran MPA sebagai pendukung Manggala Agni di tingkat tapak,” jelas Thomas. 

Tak hanya itu, Kementerian Kehutanan juga memiliki program edukasi pencegahan kebakaran hutan bagi masyarakat, terutama generasi muda dari kalangan pelajar dan mahasiswa, maupun kelompok masyarakat di daerah rawan karhutla. Thomas menambahkan, kegiatan yang dilakukan di tingkat masyarakat mengusung maskot pengendalian kebakaran hutan Sipongi, sehingga dinamai Sipongi Goes to Campus dan Sipongi Goes to School.

Baca juga : Kader PPP: Ada Yang Mau Gagalkan Demokrasi Partai

Kegiatan tersebut dikemas secara interaktif dan menarik agar generasi muda memahami bahaya karhutla serta pentingnya peran mereka dalam menjaga alam. Edukasi semacam ini diharapkan dapat membentuk karakter generasi baru yang tidak hanya mencintai alam, tetapi juga siap menjadi bagian dari solusi.

Dengan semakin kuatnya kapasitas Manggala Agni, MPA, dan berbagai kelompok masyarakat, pengendalian karhutla di Indonesia diharapkan menjadi lebih sigap, terkoordinasi, dan berkelanjutan. Thomas menyatakan, ke depan masih banyak kegiatan yang dibutuhkan untuk peningkatan kapasitas Manggala Agni, MPA, dan kelompok masyarakat.

“Dengan semakin kuatnya kapasitas SDM dalkarhutla, diharapkan pengendalian karhutla di Indonesia akan semakin optimal. Ancaman karhutla dapat ditangani dengan lebih baik sehingga kelestarian hutan dan alam di Indonesia akan senantiasa terjaga,” pungkas Thomas.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense