BREAKING NEWS
 

Libur Panjang Awal 2026, Momentum Bisnis Pariwisata dan Perhotelan

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : MUHAMAD FIKY
Senin, 5 Januari 2026 08:19 WIB
Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah euforia perayaan malam pergantian tahun mereda, kalender libur awal 2026 menghadirkan peluang baru bagi pergerakan ekonomi, khususnya di sektor pariwisata dan perhotelan. Pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri menetapkan 24 hari libur nasional dan cuti bersama sepanjang 2026, dengan sejumlah long weekend yang jatuh relatif berdekatan pada awal tahun.

Libur nasional terdekat setelah Tahun Baru Masehi adalah peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada Jumat, 16 Januari 2026. Karena jatuh pada hari Jumat, libur tersebut otomatis tersambung dengan akhir pekan, menciptakan long weekend tiga hari (16–18 Januari 2026). Pola ini memberi ruang bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan singkat, sekaligus membuka peluang peningkatan okupansi hotel dan belanja wisata di berbagai daerah.

Baca juga : Rapat Perdana 2026, Menperin Bahas Program Pemulihan IKM Terdampak Bencana

Jarak yang hanya sekitar dua pekan dari libur 1 Januari membuat Januari memiliki ritme kerja yang relatif tidak terlalu padat. Kondisi ini dinilai positif bagi pelaku usaha karena mendorong pergerakan wisata domestik jarak dekat, seperti city break dan kunjungan akhir pekan.

Adsense

Momentum ekonomi berlanjut pada Februari 2026. Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026, dengan cuti bersama pada Senin, 16 Februari 2026. Kombinasi ini membentuk long weekend empat hari, dari Sabtu hingga Selasa. Rangkaian libur tersebut menjadikan Februari sebagai periode strategis bagi pelaku usaha pariwisata, perhotelan, transportasi, hingga ekonomi kreatif untuk menggenjot kinerja awal tahun.

Baca juga : Nurdin Halid: Tahun 2026 Momentum Kebangkitan Ekonomi Pancasila

Bagi industri perhotelan, libur Imlek kerap dimanfaatkan untuk menghadirkan paket tematik dan acara khusus. Di Surabaya, The Westin Surabaya kembali memanfaatkan momentum ini dengan menggelar perayaan Imlek tahunan bertajuk The 19th Beauty of China pada 16 Februari 2026.

“Memadukan fine dining, orkestra live, tarian tradisional, serta penceritaan visual di atas panggung berskala besar,” tulis manajemen The Westin Surabaya dalam keterangannya, Senin (5/1). Jamuan makan malam tersebut menghadirkan delapan hidangan khas Tionghoa, dengan paket meja untuk sepuluh tamu yang ditawarkan mulai dari Rp 20,88 juta.

Baca juga : Jelang Natal 2025, Menhub Pastikan Penyeberangan Jawa–Sumatera Lancar

Rangkaian long weekend di awal 2026 ini dinilai menjadi early booster bagi ekonomi jasa. Selain meningkatkan tingkat hunian hotel, periode libur panjang juga berdampak pada sektor pendukung seperti restoran, transportasi, pusat perbelanjaan, dan UMKM pariwisata. Dengan kalender libur yang relatif bersahabat sejak awal tahun, pelaku usaha memiliki ruang lebih luas untuk menyusun strategi promosi dan memaksimalkan potensi belanja masyarakat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense