Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
92 Pesantren Lulus Asesmen 2025, Majelis Masyayikh Terbitkan SK dan Sertifikat
Kamis, 11 Desember 2025 10:32 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Majelis Masyayikh resmi menerbitkan Surat Keputusan (SK) dan sertifikat hasil asesmen bagi 92 satuan pendidikan pesantren yang dinyatakan memenuhi standar mutu pada tahun 2025. Penyerahan dokumen tersebut dilakukan dalam forum Muhadharah ‘Ammah bertema “Membangun Budaya Mutu Berkelanjutan (Continuous Quality Improvement) pada Satuan Pendidikan Pesantren Jalur Pendidikan Formal)” pada 9 Desember 2025.
Acara ini dihadiri anggota Majelis Masyayikh, para pimpinan satuan pendidikan pesantren jenjang Dikdasmen dan Ma’had Aly, Asosiasi Pendidikan Diniyah Formal (Aspendif), Forum Komunikasi Pendidikan Muadalah (FKPM) Salafiyah dan Muallimin, Asosiasi Ma’had Aly Indonesia (Amali), serta perwakilan Kementerian Agama RI.
Tahun 2025, Majelis Masyayikh melakukan asesmen terhadap 67 satuan pendidikan jenjang Dikdasmen dan 25 Ma’had Aly. Evaluasi meliputi standar kompetensi lulusan, kurikulum, tata kelola kelembagaan, kualitas pembelajaran, kompetensi pendidik, hingga implementasi tradisi keilmuan pesantren yang menjadi identitas utama lembaga tersebut.
Baca juga : Pengunjung Astra Auto Fest 2025 Bisa Ikut Test Drive Berhadiah Dan Lelang Murah
Ketua Majelis Masyayikh, KH. Abdul Ghaffar Rozin, menyampaikan bahwa penerbitan SK dan sertifikat merupakan bagian dari mandat penjaminan mutu pendidikan pesantren.
“Kami ingin memastikan satuan pendidikan pesantren memiliki standar yang jelas, terdokumentasi, dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik tanpa menghilangkan tradisi khas pesantren,” ujar Gus Rozin.
Ia menegaskan bahwa semangat peningkatan mutu berkelanjutan sebenarnya telah lama menjadi budaya pesantren melalui adab, kedisiplinan, ketekunan belajar, dan semangat perbaikan diri.
Baca juga : Korea Masters 2025, Ubed Targetkan Lolos Semifinal
Sementara itu, Anggota Majelis Masyayikh Divisi Ma’had Aly, KH. Abdul Ghofur Maimoen, menilai hasil asesmen ini memperkuat sinergi antara tradisi pesantren dan sistem akuntabilitas pendidikan formal.
“Metode Sorogan, Bandongan, hingga Bahtsul Masail harus diakui sebagai instrumen valid pemenuhan capaian pembelajaran. Melalui sertifikat ini, kita memperkuat pengakuan tersebut,” ungkapnya.
Para penerima SK dan sertifikat menyambut positif langkah ini. Selain sebagai bukti pemenuhan standar mutu, dokumen tersebut menjadi dasar pengembangan kurikulum, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, serta penyusunan rencana strategis lembaga.
Baca juga : BNI Indonesia Masters 2025, Marwan/Aisyah Pulangkan Ganda Campuran Jepang
Penyerahan SK dan sertifikat ini diharapkan semakin mendorong pesantren meningkatkan mutu secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat perannya sebagai lembaga pendidikan unggul dan adaptif yang tetap menjaga kekhasan tradisi keilmuan pesantren di Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya