BREAKING NEWS
 

Kenali Penyebab, Gejala, dan Penanganan Usus Buntu Sebelum Terlambat

Reporter & Editor :
TEAM ADV
Rabu, 28 Januari 2026 13:44 WIB
Foto Ilustrasi AI

RM.id  Rakyat Merdeka - Usus buntu, atau dalam istilah medis disebut apendisitis, adalah peradangan pada apendiks sebuah kantong kecil berbentuk jari yang menempel pada usus besar di bagian kanan bawah perut. Meski sering dianggap tidak memiliki fungsi penting, apendiks dapat menimbulkan masalah serius apabila mengalami peradangan dan tidak segera ditangani. Hal tersebut dikatakan Dokter Spesialis Bedah Umum RS Premier Bintaro, dr. Desak Ketut N.S. Pramegia dalam keterangan tertulisnya pada media, (28/1).

Penyebab Usus Buntu atau Apendisitis umumnya terjadi akibat penyumbatan pada apendiks. Penyumbatan ini dapat disebabkan oleh tinja, benda asing, infeksi, atau dalam kasus yang jarang, tumor. Ketika apendiks tersumbat, bakteri dapat berkembang dan memicu peradangan.

dr. Desak Ketut menjelaskan beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya usus buntu antara lain. Produksi lendir berlebih, yang membuat isi apendiks menjadi kental dan menyumbat salurannya. Pembesaran jaringan limfoid di dalam apendiks, yang dapat menutup lumen apendiks dan memicu peradangan "Gejala utama apendisitis adalah nyeri perut yang biasanya bermula di sekitar pusar, lalu berpindah ke perut kanan bawah dan semakin memburuk seiring waktu" ujarnya.

Baca juga : Dayat El Pesan ke Menhut: Jaga Hutan Meratus dan Perjuangkan Desa Juhu HST

Ia menambahkan, gejala lain yang sering menyertai antara lain. Mual dan muntah. Kehilangan nafsu makan. Demam ringan hingga sedang. Perut terasa kembung. Sulit buang gas atau buang air besar Pada anak-anak dan lansia, gejala usus buntu bisa tidak khas sehingga diagnosis sering kali menjadi lebih sulit dan membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi.

Adsense

Untuk menegakkan diagnosis apendisitis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, terutama dengan menilai nyeri tekan pada perut kanan bawah. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan meliputi, Tes darah, untuk melihat tanda infeksi seperti peningkatan sel darah putih. Kedua tes urine, guna menyingkirkan penyebab lain seperti infeksi saluran kemih atau batu ginjal. Ketiga pemeriksaan pencitraan, seperti USG perut atau CT scan, untuk memastikan kondisi apendiks.

Penanganan utama usus buntu adalah operasi pengangkatan apendiks (apendektomi). Tindakan ini dapat dilakukan dengan dua metode. Pertama Apendektomi laparoskopi, yaitu prosedur minimal invasif dengan sayatan kecil. Metode ini umumnya memberikan pemulihan lebih cepat dan nyeri pascaoperasi yang lebih ringan. Kedua Apendektomi terbuka, dilakukan dengan sayatan lebih besar pada perut kanan bawah, biasanya jika apendiks telah pecah atau terjadi infeksi yang menyebar di rongga perut (peritonitis). Setelah operasi, pasien biasanya menjalani perawatan beberapa hari di rumah sakit dan diberikan antibiotik untuk mencegah infeksi lanjutan.

Baca juga : Kemenkes Mulai Penanganan Medis Gratis Tahun Ini

Hingga saat ini, lanjut dr. Desak Ketut, belum ada cara pasti untuk mencegah apendisitis. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa pola makan tinggi serat, seperti konsumsi buah dan sayuran, dapat membantu menurunkan risiko terjadinya usus buntu.

dr. Desak Ketut menegaskan, Usus buntu merupakan kondisi medis yang memerlukan penanganan segera. Jika tidak ditangani dengan cepat, apendisitis dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pecahnya apendiks dan infeksi di rongga perut. "Oleh karena itu, mengenali gejala sejak dini dan segera mencari bantuan medis sangatlah penting. Dengan diagnosis dan penanganan yang tepat, sebagian besar pasien dapat pulih dengan baik tanpa komplikasi jangka panjang" ujarnya.

Untuk mendapatkan diagnosis usus buntu yang akurat dan penanganan yang sesuai, dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis di Rumah Sakit Premier Bintaro. Pemeriksaan akan dilakukan oleh tim medis berpengalaman dengan metode yang sesuai dengan kondisi. Kunjungi website di rspremierbintaro.com.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense