BREAKING NEWS
 

Risiko Kesehatan dalam Penyimpanan Makanan Sisa

Writer : IKM10 UINSU ST'26 F
Editor : UJANG SUNDA
Minggu, 4 Oktober 2026 16:29 WIB
Ilustrasi penyimpanan makanan sisa (Gambar dibuat dengan AI)

Kebiasaan menyimpan makanan sisa bisa membantu mengurangi makanan yang terbuang. Tapi, cara menyimpannya yang salah justru bisa berisiko bagi kesehatan. Banyak orang masih berpikir bahwa makanan yang tampak tak berbau dan rasanya biasa saja pasti bisa dikonsumsi dengan aman. Padahal, makanan bisa tercemar bakteri atau mikroorganisme tanpa menunjukkan gejala yang mudah terlihat. 

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), makanan yang tidak bersih bisa menyebabkan lebih dari 200 macam penyakit, mulai dari diare sampai penyakit yang lebih berat. WHO memperkirakan bahwa pada tahun 2021, sekitar 866 juta orang di seluruh dunia mengalami sakit karena konsumsi makanan yang terkontaminasi. Ini menunjukkan bahwa masalah keamanan pangan bukan hanya urusan keluarga, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan masyarakat secara keseluruhan. 

Risiko itu bisa terjadi jika sisa makanan dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang. Dalam situasi tertentu, mikroorganisme bisa tumbuh dan membuat makanan tercemar. Kebiasaan seperti meninggalkan makanan di atas meja terlalu lama sebelum dimasukkan ke dalam kulkas bisa membuat makanan lebih berisiko bagi kesehatan. Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) menyarankan agar makanan sisa segera didinginkan dan tidak dibiarkan pada suhu ruang selama lebih dari dua jam. Makanan sisa yang disimpan di kulkas sebaiknya dimakan dalam waktu tiga sampai empat hari. 

Baca juga : Super Flu Merebak di Sumatera Utara: Waspada, Tapi Jangan Panik

Masalah lainnya adalah cara penyimpanan yang tidak cukup diperhatikan. Makanan yang ditaruh di dalam wadah yang terbuka lebih rentan terkena pengaruh lingkungan sekitarnya. Menggunakan wadah yang sudah dicuci dan tertutup rapat, serta menyimpan makanan dalam kondisi yang tepat, sangat penting untuk memastikan makanan tetap aman untuk dikonsumsi. WHO juga menyatakan bahwa praktik pengolahan makanan yang tidak higienis di rumah bisa menjadi salah satu penyebab penyakit akibat makanan. 

Adsense

Di tengah kebiasaan masyarakat yang ingin menghemat waktu dan biaya, menyimpan makanan sisa dapat menjadi salah satu pilihan yang praktis. Namun, penghematan tersebut seharusnya tidak dilakukan dengan mengabaikan keamanan makanan. Masyarakat harus tahu bahwa makanan yang aman bukan hanya makanan yang bisa mengenyangkan, tetapi juga makanan yang dibuat dan disimpan dengan cara yang benar.

Kebiasaan sehari-hari yang sederhana seperti menjaga kebersihan, memisahkan makanan yang belum dimasak dengan yang sudah dimasak, memasak sampai matang dengan baik, serta menyimpan makanan di suhu yang aman merupakan langkah yang direkomendasikan oleh WHO untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh makanan.

Baca juga : Menjaga Pola Tidur sebagai Langkah Sederhana Meningkatkan Kualitas Hidup

Selain itu, perhatian terhadap kebersihan tempat penyimpanan juga perlu dilakukan secara rutin. Lingkungan penyimpanan yang bersih dapat membantu mengurangi kemungkinan makanan terkena kotoran atau kontaminasi dari luar. Hal sederhana ini sering dianggap sepele, padahal dapat mendukung kebiasaan menjaga keamanan makanan sehari-hari.

Memastikan makanan sisa tetap aman bukan hanya tugas pribadi, tetapi juga bagian dari cara kita menjaga kesehatan keluarga dan masyarakat. Kebiasaan sehari-hari adalah cara terbaik untuk meningkatkan kesadaran tentang cara menyimpan dan mengonsumsi makanan yang tersisa. Makanan yang belum habis tidak perlu langsung dibuang, tetapi juga tidak bisa dianggap selalu aman hanya karena masih terlihat layak dimakan. Dengan memahami cara menyimpan makanan yang benar, masyarakat bisa mengurangi kemungkinan terkena penyakit dan menghindari pemborosan makanan.

Wacana ini ditulis oleh Fita Amelia Soeril, Luthfiah Mawar, M.K.M., Dr. M. Agung Rahmadi, M.Si., dan Annisa Ardianti Br Tarigan. Lalu diedit oleh Putri Namira, Latan Sabila Lubis, Peggi Aulia, Nabila Atika Rahma, Sri Rahma, Salsabila Siregar, Aninda Listya, dan Sitti Fhadilah Pasaribu dari IKM 8 Stambuk 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara.

Powered by Froala Editor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense