Dark/Light Mode

Dampak Stres terhadap Kesehatan Fisik dan Mental

Jumat, 2 Oktober 2026 22:41 WIB
Ilustrasi dampak stres terhadap kesehatan fisik dan mental. (Gambar dibuat dengan AI)
Ilustrasi dampak stres terhadap kesehatan fisik dan mental. (Gambar dibuat dengan AI)

Dalam kehidupan sehari-hari, stres merupakan hal yang hampir tidak dapat dihindari. Tuntutan akademik, pekerjaan, masalah keluarga, hubungan sosial, hingga kekhawatiran mengenai masa depan dapat menjadi sumber tekanan bagi seseorang.

Stres sebenarnya merupakan respons alami tubuh ketika menghadapi suatu tantangan atau perubahan. Namun, apabila berlangsung terlalu lama dan tidak dikelola dengan baik, stres dapat memberikan dampak terhadap kesehatan fisik maupun mental.

Menurut World Health Organization (WHO, 2026), stres merupakan keadaan khawatir atau ketegangan mental yang muncul akibat situasi sulit. Dalam kadar tertentu, stres dapat membantu seseorang menghadapi tantangan dan menyelesaikan aktivitas sehari-hari.

Akan tetapi, stres yang berlebihan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. WHO menyebutkan bahwa stres dapat ditandai dengan sulit berkonsentrasi, mudah tersinggung, sakit kepala, gangguan pencernaan, perubahan nafsu makan, serta kesulitan tidur.

Baca juga : Jalan Kaki ke Kampus: Langkah Kecil Namun Dampak Besar bagi Kesehatan

Dampak stres juga dapat dirasakan secara fisik. Ketika seseorang mengalami tekanan secara terus-menerus, tubuh dapat menunjukkan berbagai reaksi, seperti rasa lelah, sakit kepala, ketegangan otot, gangguan tidur, dan masalah pada sistem pencernaan.

Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa stres dapat memengaruhi kondisi fisik sekaligus perilaku seseorang. Gangguan tidur, kelelahan, sakit kepala, sakit perut, serta ketegangan otot merupakan beberapa masalah yang dapat muncul ketika seseorang mengalami stres.

Selain kesehatan fisik, kondisi mental juga tidak terlepas dari pengaruh stres. Seseorang yang mengalami tekanan dapat menjadi lebih mudah cemas, sulit berkonsentrasi, kehilangan motivasi, atau merasa mudah tersinggung.

Jika tekanan berlangsung terus-menerus dan mulai mengganggu kehidupan sehari-hari, seseorang dapat membutuhkan bantuan dari tenaga kesehatan. WHO juga menjelaskan bahwa situasi yang penuh tekanan dapat memperburuk atau berkaitan dengan munculnya masalah kesehatan mental tertentu, termasuk kecemasan dan depresi.

Baca juga : Waspada Penyakit di Musim Hujan: Kebiasaan Kecil yang Sering Diabaikan

Pada generasi muda, stres dapat muncul dari berbagai situasi, seperti tuntutan pendidikan, tugas yang menumpuk, persoalan pertemanan, tekanan keluarga, maupun kekhawatiran terhadap masa depan. Karena itu, menjaga kesehatan tidak cukup hanya dengan memperhatikan kondisi fisik.

Kesehatan mental juga perlu mendapatkan perhatian yang sama. WHO menegaskan bahwa kesehatan mental merupakan bagian penting dari kesejahteraan seseorang dan berhubungan dengan kemampuan untuk menghadapi tekanan kehidupan, belajar, bekerja, serta menjalankan aktivitas sehari-hari.

Mengelola stres dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana. Menurut WHO, menjaga pola tidur, melakukan aktivitas fisik secara teratur, mempertahankan rutinitas harian, mengonsumsi makanan bergizi, serta tetap terhubung dengan keluarga atau orang yang dipercaya dapat membantu seseorang menghadapi tekanan. Apabila stres sudah terasa berat dan mengganggu aktivitas, mencari bantuan dari orang yang dipercaya atau tenaga kesehatan merupakan langkah yang dapat dilakukan.

Stres merupakan bagian dari kehidupan yang tidak selalu dapat dihindari. Yang penting adalah mengenali tanda-tandanya dan memahami kapan tekanan mulai memengaruhi kesehatan. Dengan perhatian yang lebih baik terhadap kesehatan fisik dan mental, seseorang dapat menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih sehat dan seimbang.

Baca juga : Antara Buah dan Makanan Cepat Saji: Saat Gizi Tersingkir oleh Kepraktisan

Artikel ini ditulis oleh Mawar Manik, Luthfiah Mawar M.K.M., dan Dr. M. Agung Rahmadi, M.Si. Lalu diedit oleh Makayla Aisyah, Khayla Terre Fany, Najwa Chairun Naya, Nawar Wulan, Gita Zaskya Putri Tanjung, Nafisa Luthfi Azizah, Kayla Humairoh, dan Nur Intan dari IKM 10 Stambuk 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara.

IKM10 UINSU Stambuk 2026e
IKM10 UINSU Stambuk 2026e
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.