Sebelumnya
Prabowo juga menyinggung soal kondisi dunia. Menurutnya, ada banyak negara yang lebih kaya, lebih maju, dan lebih menguasai teknologi dibanding Indonesia, justru berada dalam kondisi tidak stabil.
“Bahkan negara-negara yang kita anggap lebih maju dari kita, diwarnai upaya darurat militer dan ketegangan-ketegangan lain,” imbuh Prabowo.
Menurut Prabowo, hal itu mengakibatkan ketidakpastian di bidang ekonomi. Bahkan, kecenderungan ada perlambatan dalam pertumbuhan ekonomi negara-negara besar dan blok-blok ekonomi besar. Karena itu, lanjut dia, semua pihak patut waspada.
Baca juga : Jokowi-Beringin Tambah Lengket
“Berkali-kali saya ingatkan, kondisi geopolitik dan geoekonomi dunia berada dalam keadaan yang penuh ketidakpastian. Diwarnai oleh ketegangan, peperangan, persaingan ketat antara negara-negara besar,” jelas mantan Menteri Pertahanan itu.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga meluncurkan, e-Katalog versi 6.0 sebagai salah satu upaya memerangi korupsi dan meningkatkan transparansi dan efisiensi anggaran. Katalog versi 6.0 ini diharapkan dapat mengurangi 20-30 persen biaya pengadaan dan menurunkan biaya administrasi sampai dengan 40-50 persen.
Lebih lanjut, Prabowo menyampaikan, penggunaan e-Katalog versi 6.0 ini akan dimulai pada 1 Januari 2025. “Marilah kita wujudkan Pemerintahan yang bersih melalui semua upaya leadership yang baik dan penggunaan teknologi tentunya,” ujarnya.
Baca juga : Gelar Talenta Wirausaha 2024, BSI Targetkan 8.500 Peserta Dari Seluruh Indonesia
Sementara, Menkeu Sri Mul menuturkan, APBN pertama dari pemerintahan Prabowo disusun pada masa transisi Pemerintahan. Diakui Sri Mul, di dalam proses penyusunan, Pemerintah dan DPR telah melakukan komunikasi dan konsultasi dengan Prabowo agar program pembangunan prioritas dapat diakomodasikan optimal dalam APBN 2025.
Sedangkan, Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan menuturkan, melalui pengembangan e-Katalog versi 6.0, akan meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pada seluruh barang jasa Pemerintah. Seluruh proses transaksi mulai dari pemesanan kontrak, pembayaran, sampai pengiriman barang akan terintegrasi dalam satu platform.
Untuk diketahui, dalam APBN 2025, Pemerintah dan DPR telah menyepakati belanja negara tahun 2025 Rp 3.621,3 triliun. Jumlah tersebut meningkat 8,9 persen dibandingkan 2024.
Baca juga : Teken SK Bersama, Riefky Dan Tito Kasih Angin Segar
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu, 11 Desember 2024 dengan judul Kondisi Politik Global Tidak Menentu, Prabowo: Kencangkan Ikat Pinggang
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.