BREAKING NEWS
 

Memasuki 2025, Perpusnas Usung Visi Hadir Demi Martabat Bangsa

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Selasa, 14 Januari 2025 13:45 WIB
Kepala Perpusnas E Aminudin Aziz. (Foto: Dok. Perpusnas)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Perpustakaan Indonesia (Perpusnas) E Aminudin Aziz mengumumkan visi kerja baru instansi yang dipimpinnya. Visi tersebut adalah "Perpustakaan Hadir demi Martabat Bangsa".

Pengunjung visa sekaligus tagline baru ini dilakukan dalam Rapat Kerja (Raker) Perpusnas Tahun 2025, di Aula Perpusnas Salemba, Jakarta, Selasa (14/1/2025). Raker dihadiri pejabat struktural, pejabat fungsional, ketua kelompok kerja, dan ketua subkelompok kerja di lingkungan Perpusnas.

"Visi perubahan dicantumkan karena perubahan adalah sebuah keniscayaan. Baik internal maupun eksternal, perubahan akan mempengaruhi semua aspek. Untuk itu, mari kita berubah," ujarnya. 

Baca juga : Melalui SEB, Pertamina Edukasi Energi Bersih Di Kalangan Siswa

Aminudin dilantik menjadi Kepala Perpusnas oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Selasa (7/1/2025). Menurut Amin, visi adalah sesuatu yang jauh di depan serta menjangkau ruang dan waktu.

Di menjelaskan, Perpustakaan ke depan diharapkan dapat lebih berfokus dalam meningkatkan ilmu pengetahuan masyarakat untuk tetap kreatif dan meningkatkan kualitas hidup.

Adsense

“Prestise sebuah bangsa diukur oleh kesejahteraannya. Maju dan sejahteranya masyarakat sebuah bangsa diukur dari pengetahuannya. Sehingga perpustakaan harus hadir untuk merawat dan meningkatkan martabat bangsa," jelasnya.

Baca juga : Ajak Peternak Lampung Vaksinasi Hewan, Kementan Berikan Edukasi Tangkal PMK

Visi perubahan ini berimplikasi pada tiga hal yakni pentingnya kepemimpinan transformasional dan inspiratif, pengembangan program kerja yang memberdayakan pemangku kepentingan, serta konsep kerja yang lebih proaktif atau berinisiatif melayani.

Lebih lanjut, dia menerangkan ciri-ciri kepemimpinan yang transformasional. Antara lain bekerja berdasarkan visi yang jelas dan terukur, berpikir kritis dan kreatif, mampu memberdayakan setiap sumber daya yang tersedia (sumber daya manusia, sumber daya finansial dan fasilitas, serta jaringan pribadi dan institusi), serta reflektif/belajar dari hasil kerja sebelumnya.

“Karena jelas dan terukur maka ada target yang harus dicapai. Kemudian kritis, maksudnya tidak asal tanda tangan atau menyetujui, harus di-review dulu. Kalau tidak setuju, beri catatan. Selanjutnya setelah mengkritisi harus kreatif dan memberi solusi," urainya.

Baca juga : Catatan Cucun Sambut 2025: Pembangunan Kesejahteraan Kunci Kemajuan Bangsa

Aminudin memaparkan langkah selanjutnya yaitu karakteristik program yang transformasional dengan meliputi unsur fokus dan mendalam, terintegrasi, memberdayakan, dan adaptif. Dia menguraikan empat karakter yang seharusnya ada di program. Pertama, program yang fokus dan mendalam tetapi komprehensif menyentuh setiap isu yang menjadi fokus. Kedua, terintegrasi satu sama lain sehingga tercipta sinergi. Ketiga, mampu memberdayakan pemangku kepentingan. Keempat, adaptif terhadap perubahan.

"Sebuah program akan berhasil apabila dikerjakan berkelanjutan, itu menjadi tanggung jawab kita dalam melakukannya. Saya sungguh sangat berharap dengan iringan terima kasih kepada Bapak dan Ibu yang hadir di sini, karena telah berkomitmen untuk siap melakukan perubahan," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense